Penjelasan Hadits Muslim No. 2738 tentang Mayoritas penghuni surga adalah laki-laki, wanita minoritas

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan bahwa jumlah wanita yang masuk surga lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Ini bukan berarti wanita tidak bisa banyak masuk surga, tetapi ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang kenyataan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain. Penyebab utamanya adalah banyak wanita yang terjerumus dalam fitnah (godaan) dan kurang bersyukur kepada suami. Namun, ini juga menjadi motivasi bagi kaum wanita untuk bersungguh-sungguh dalam iman dan amal saleh agar termasuk golongan yang sedikit namun mulia itu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda kutip, dengan perbaikan harakat sesuai kaidah):

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ، قَالَ: كَانَ لِمُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ امْرَأَتَانِ فَجَاءَ مِنْ عِنْدِ إِحْدَاهُمَا فَقَالَتِ الْأُخْرَى: جِئْتَ مِنْ عِنْدِ فُلَانَةَ؟ فَقَالَ: جِئْتُ مِنْ عِنْدِ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، فَحَدَّثَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِي الْجَنَّةِ النِّسَاءُ"

Terjemahan: Dari Mutharrif bin Abdullah, ia berkata: "Aku memiliki dua istri. Aku datang dari salah satunya, maka istri yang lain berkata: 'Engkau datang dari si Fulanah?' Ia menjawab: 'Aku datang dari sisi Imran bin Hushain.' Lalu Imran menceritakan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya wanita adalah golongan yang paling sedikit di antara penghuni surga.'" (HR. Muslim no. 2738)

Hadits Pendukung (Riwayat Bukhari dan Muslim):

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, karena mereka banyak mengingkari (kufr)." Dikatakan: "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau bersabda: "Mereka mengingkari suami dan mengingkari kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, lalu ia melihat darimu sesuatu yang tidak ia sukai, niscaya ia berkata: 'Aku tidak pernah melihat kebaikan darimu sama sekali.'" (HR. Bukhari no. 1052, Muslim no. 907)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah kabar tentang kenyataan bahwa jumlah wanita di surga lebih sedikit daripada laki-laki, dan beliau menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena banyak wanita yang lalai dalam bersyukur dan mudah terpengaruh fitnah.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini tidak bertentangan dengan hadits yang menyebutkan bahwa wanita akan menjadi mayoritas penghuni surga, karena yang dimaksud adalah perbandingan antara jumlah laki-laki dan wanita di surga secara umum, dan ini adalah perkara ghaib yang harus kita terima dengan iman.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Aqallu Sâkini al-Jannah" (Paling Sedikit Penghuni Surga)

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Maknanya adalah jumlah wanita yang masuk surga lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Ini adalah kabar berita dari Nabi ﷺ tentang perkara ghaib yang wajib kita imani."

2. Penyebab Sedikitnya Wanita di Surga

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ menjelaskan penyebabnya: "Karena mereka banyak mengingkari (kufr)." Maksudnya bukan kufur kepada Allah, tetapi kufur terhadap kebaikan suami. Ini adalah penyakit yang banyak menimpa kaum wanita: tidak menghargai kebaikan suami, mudah mengeluh, dan melupakan jasa-jasa suami.

3. Fitnah Wanita

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa fitnah terbesar bagi laki-laki adalah wanita, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita." (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, wanita yang mampu menjaga diri, menutup aurat, dan taat kepada Allah serta suaminya dalam kebaikan, maka ia termasuk golongan yang sedikit namun mulia.

4. Bukan Berarti Wanita Tidak Bisa Banyak Masuk Surga

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini adalah kabar ghaib, dan kita tidak boleh menolaknya. Namun, ini juga menjadi motivasi bagi wanita untuk bersungguh-sungguh dalam beramal saleh. Banyak wanita shalihah yang masuk surga, seperti Khadijah, Aisyah, Fatimah, dan Maryam. Yang menjadi tolok ukur adalah ketakwaan, bukan jenis kelamin.

5. Pelajaran dari Kisah Mutharrif bin Abdullah

Dalam sanad hadits ini terdapat kisah menarik: Mutharrif bin Abdullah memiliki dua istri, dan salah satunya cemburu ketika ia datang dari istri yang lain. Namun Mutharrif menjawab dengan bijak: "Aku datang dari sisi Imran bin Hushain," yaitu ia mengalihkan perhatian dari kecemburuan kepada ilmu dan hadits Nabi ﷺ. Ini menunjukkan adab seorang salaf dalam menyikapi kecemburuan istri: dengan kelembutan dan mengalihkan kepada hal yang lebih bermanfaat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang mulia. Ia terkena penyakit wasir selama bertahun-tahun, namun ia tetap sabar dan tidak pernah mengeluh. Ketika para tabi'in menjenguknya, ia justru bersemangat menyampaikan hadits-hadits Nabi ﷺ.

Suatu hari, Mutharrif bin Abdullah — seorang tabi'in yang zuhud dan alim — datang kepada Imran bin Hushain untuk mendengarkan hadits. Mutharrif sangat antusias menghafal dan menyampaikan hadits kepada keluarganya. Ketika ia pulang ke rumah dan salah satu istrinya cemburu, ia tidak marah, tetapi dengan tenang berkata: "Aku datang dari sisi Imran bin Hushain," lalu menyampaikan hadits Nabi ﷺ tentang sedikitnya wanita di surga.

Kisah ini menunjukkan bahwa para salaf menjadikan majelis ilmu sebagai obat penenang hati, dan mereka tidak mudah terpancing emosi oleh kecemburuan istri. Mereka justru mengajak keluarga untuk ikut merenungkan hadits-hadits Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada kabar ghaib — Kita wajib membenarkan berita Nabi ﷺ tentang sedikitnya wanita di surga, karena ini adalah wahyu dari Allah.
  2. Muhasabah bagi kaum wanita — Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri: perbanyak syukur kepada suami, jaga lisan dari keluhan, dan perbanyak amal saleh.
  3. Muhasabah bagi kaum pria — Jadikan hadits ini sebagai pengingat untuk memperlakukan istri dengan baik, karena istri yang baik adalah salah satu sebab masuk surga.
  4. Menjauhi fitnah — Baik laki-laki maupun wanita harus menjaga diri dari fitnah, terutama fitnah syahwat dan pergaulan bebas.
  5. Meneladani salaf — Sebagaimana Mutharrif bin Abdullah, jadikan majelis ilmu sebagai sarana menenangkan hati dan menyelesaikan masalah rumah tangga dengan bijak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?