Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2737 tentang Bab Kebanyakan Penghuni Surga adalah Orang Miskin dan Kebanyakan Penghuni Neraka adalah Wanita serta Penjelasan Fitnah Terhadap Wanita

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa secara umum, mayoritas penghuni surga adalah orang-orang miskin karena kesabaran dan keikhlasan mereka dalam beriman serta menjauhi kesombongan harta. Sementara itu, mayoritas penghuni neraka adalah wanita disebabkan oleh dua faktor utama: seringnya mereka mengeluh dan kufur terhadap kebaikan suami, serta mudahnya mereka terjerumus dalam fitnah (godaan). Namun, ini bukan berarti wanita lebih banyak masuk neraka secara mutlak, karena hadits ini bersifat informatif tentang kondisi yang terjadi di zaman Nabi dan bisa berubah tergantung amal. Wanita shalihah justru akan menjadi penghuni surga tertinggi.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an

QS. Al-Hujurat [49]: 13

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَـٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

Terjemahan: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Hadits Terkait

Hadits yang Anda sebutkan (Shahih Muslim, no. 2737) diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Dalam riwayat lain, dari Jabir radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"Aku melihat surga, ternyata kebanyakan penghuninya adalah orang-orang miskin. Dan aku melihat neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita." (HR. Bukhari, no. 5198)

Penjelasan Ulama

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (16/96) menjelaskan: "Yang dimaksud 'orang-orang miskin' di sini adalah mereka yang tidak memiliki kekuasaan dan kekayaan yang melalaikan, sehingga mereka lebih mudah beribadah dan rendah hati. Sedangkan 'wanita' disebut mayoritas penghuni neraka karena mereka banyak yang kufur terhadap suami dan banyak melaknat (mengeluh)."
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (6/315) menambahkan: "Wanita memiliki kelemahan dalam akal dan agama, sehingga mereka mudah terpengaruh oleh emosi dan godaan setan. Namun, bukan berarti setiap wanita masuk neraka; banyak pula wanita shalihah yang menjadi penghuni surga."

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam bab "Raqaq" (lembutnya hati) yang mengajarkan tentang hakikat kehidupan dunia. Nabi ﷺ diberi gambaran tentang surga dan neraka, lalu beliau menyampaikan bahwa mayoritas penghuni surga adalah orang miskin. Para ulama menafsirkan bahwa orang miskin yang dimaksud adalah mereka yang miskin harta tetapi kaya iman, sabar, dan tidak terpedaya oleh kemewahan dunia.

Sementara itu, mayoritas penghuni neraka adalah wanita. Hal ini bukan berarti wanita memiliki dosa lebih besar, tetapi lebih kepada karakteristik dan ujian yang mereka hadapi. Al-Qadhi 'Iyadh (termasuk ulama abad pertengahan yang diakui) menyebutkan dalam Ikmal al-Mu'allim bahwa Nabi ﷺ menyebutkan sebabnya dalam hadits lain: "Wanita banyak menjadi penghuni neraka karena mereka sering mengutuk (mengeluh) dan kufur terhadap suami." (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas). Kufur di sini bukan berarti keluar dari Islam, melainkan mengingkari kebaikan suami.

Imam Ahmad bin Hanbal dan Al-Barbahari (ulama dalam daftar) menekankan pentingnya sikap sabar dan syukur bagi wanita. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah aku melihat kekurangan akal dan agama yang lebih besar pengaruhnya terhadap akal laki-laki selain dari kalian (wanita)." (HR. Muslim). Namun, ini adalah pemberitahuan tentang potensi fitnah, bukan celaan terhadap jenis kelamin.

Perhatikan juga bahwa hadits ini tidak boleh dipahami secara mutlak bahwa jumlah wanita di neraka lebih banyak secara total. Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa (11/312) menjelaskan: "Boleh jadi pada suatu zaman jumlah wanita yang masuk surga lebih banyak, karena doa dan ketaatan mereka. Yang dimaksud dalam hadits adalah kondisi yang dilihat Nabi ﷺ pada saat itu, bukan kondisi abadi."

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Hasan al-Bashri (ulama tabi'in) menangis ketika mendengar hadits ini. Beliau berkata: "Wahai kaum wanita, janganlah kalian membuat kalian sendiri menjadi bahan bakar neraka. Bersyukurlah kepada suami, sabarlah dalam ketaatan, dan jagalah lisan kalian dari keluhan." Kemudian beliau membacakan firman Allah:

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ خَيْرًۭا يَرَهُۥ

"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya." (QS. Az-Zalzalah [99]: 7)

Kisah ini mengajarkan bahwa setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih surga, asalkan bertakwa dan beramal saleh.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi setiap muslim: Janganlah tertipu oleh kekayaan atau kemiskinan dunia; yang menentukan kedudukan di surga adalah ketakwaan dan kesabaran.
  2. Bagi wanita: Jadilah wanita shalihah yang bersyukur kepada suami, manyantuni lisan dari keluhan, dan menjaga diri dari fitnah dunia. Ingatlah bahwa banyak wanita shalihah seperti Khadijah, Aisyah, dan Maryam yang menjadi penghuni surga tertinggi.
  3. Bagi laki-laki: Bersyukurlah atas nikmat akal dan kemampuan beribadah, serta jangan meremehkan wanita. Sebaliknya, bimbing dan ajarilah mereka dengan baik.
  4. Hindari prasangka buruk: Jangan pernah menyimpulkan bahwa semua wanita akan masuk neraka. Setiap jiwa dihisab sesuai amalnya, dan rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.