Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2715 tentang Doa syukur sebelum tidur atas nikmat Allah

Lihat teks hadits

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan sebuah doa yang dibaca Nabi ﷺ sebelum tidur, yaitu memuji Allah yang telah memberikan makanan, minuman, kecukupan, dan tempat berlindung. Doa ini juga mengingatkan kita untuk bersyukur, karena banyak orang yang tidak mendapatkan kecukupan dan tempat tinggal yang layak.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Dzikir, Doa, Taubat, dan Istighfar, Bab Apa yang Diucapkan Saat Tidur dan Berbaring, nomor 2715, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ "الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُئْوِيَ"

Terjemahan:

"Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum, mencukupi kami, dan memberi kami tempat berlindung, karena banyak orang yang tidak memiliki yang mencukupi dan tidak ada yang memberi tempat berlindung."

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan atas nikmat Allah yang sangat besar, yaitu makanan, minuman, kecukupan, dan tempat tinggal. Beliau juga menyebutkan bahwa doa ini dibaca saat hendak tidur sebagai bentuk syukur sebelum beristirahat. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menyinggung keutamaan doa ini sebagai pengingat akan nikmat Allah dan keadaan orang-orang yang kurang beruntung.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan adab dan doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika beliau berbaring di tempat tidur. Doa ini berisi empat nikmat utama yang Allah berikan kepada hamba-Nya:

  1. أَطْعَمَنَا (memberi kami makan) – Nikmat makanan yang mengenyangkan.
  2. وَسَقَانَا (memberi kami minum) – Nikmat minuman yang menyegarkan.
  3. وَكَفَانَا (mencukupi kami) – Nikmat kecukupan dalam kebutuhan hidup, tidak kekurangan.
  4. وَآوَانَا (memberi kami tempat berlindung) – Nikmat tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Setelah menyebutkan nikmat-nikmat itu, Nabi ﷺ mengingatkan: فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُئْوِيَ (betapa banyak orang yang tidak memiliki yang mencukupi dan tidak ada yang memberi tempat berlindung). Ini adalah bentuk syukur sekaligus empati kepada mereka yang kurang beruntung.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk selalu memuji Allah sebelum tidur, karena tidur adalah semacam kematian kecil. Beliau juga menyebutkan bahwa menyebut nikmat Allah secara lisan merupakan bentuk syukur yang dianjurkan. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya sering menekankan pentingnya mengingat nikmat Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ibrahim [14]: 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa syukur adalah sebab datangnya tambahan nikmat, dan sebaliknya kufur nikmat adalah sebab datangnya azab. Oleh karena itu, doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi sarana untuk melatih hati agar selalu sadar akan nikmat Allah.

Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan bahwa dzikir sebelum tidur memiliki keutamaan besar, termasuk doa ini, karena menutup hari dengan pujian kepada Allah. Beliau juga menekankan bahwa mengingat nikmat Allah dapat menghilangkan rasa sombong dan menumbuhkan rasa syukur.

Dalam hadits ini, tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama yang tercantum dalam daftar mengenai keutamaan dan cara membaca doa ini. Semuanya sepakat bahwa doa ini dibaca saat hendak tidur, dan maknanya adalah pujian kepada Allah atas nikmat-Nya.

Story Telling

Suatu ketika, seorang salaf saleh bernama Fudhail bin 'Iyadh pernah berkata, "Barangsiapa yang tidak mengenal nikmat Allah, maka ia akan mudah mengeluh." Beliau juga mengisahkan bahwa ada seorang hamba yang selalu mengucapkan doa ini sebelum tidur. Suatu malam, ia bermimpi melihat dirinya berada di sebuah tempat yang sangat luas, penuh dengan makanan dan minuman. Seorang malaikat berkata kepadanya, "Ini adalah balasan bagi orang yang bersyukur atas nikmat Allah." Ketika ia terbangun, ia semakin rajin membaca doa ini dan mengajarkannya kepada keluarganya. (Kisah ini disebutkan secara umum dalam kitab-kitab salaf tentang keutamaan syukur, tanpa sanad yang shahih, namun mengandung hikmah yang baik.)

Hikmahnya: Doa ini bukan hanya bacaan, tetapi sarana untuk melatih hati agar selalu bersyukur dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini setiap kali hendak tidur, sebagai bentuk syukur kepada Allah.
  2. Renungkan maknanya: makanan, minuman, kecukupan, dan tempat tinggal adalah nikmat besar yang sering kita lupakan.
  3. Ingatlah bahwa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan tempat berlindung, sehingga kita terdorong untuk berbagi dan tidak sombong.
  4. Jadikan doa ini sebagai sarana untuk menutup hari dengan pujian kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi