Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari kalimat-kalimat dzikir yang ringan di lisan namun sangat agung di sisi Allah. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa mengucapkan kalimat Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar lebih dicintai beliau daripada seluruh dunia beserta isinya. Ini adalah dorongan untuk memperbanyak dzikir dan tidak meremehkan amalan-amalan ringan yang berpahala besar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda berikan adalah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dan diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Az-Zikir wad-Du'a wat-Taubah wal-Istighfar, Bab Keutamaan Tahmid, Tasbih, dan Doa (no. 2695). Lafaz haditsnya:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ "
Makna Hadits:
Rasulullah ﷺ bersabda: "Sungguh, aku mengucapkan: 'Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar' lebih aku cintai daripada (seluruh dunia) yang terbit matahari di atasnya."
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan dzikir yang agung. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa kalimat-kalimat dzikir ini lebih dicintai Rasulullah ﷺ daripada seluruh dunia dan seisinya, karena dzikir adalah amalan yang kekal pahalanya di akhirat, sedangkan dunia adalah sesuatu yang fana dan akan sirna.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat dalam tentang skala nilai di sisi Allah. Rasulullah ﷺ yang merupakan manusia paling utama dan paling dicintai Allah, justru menyatakan bahwa kalimat dzikir yang ringan ini lebih beliau cintai daripada seluruh kekayaan dunia yang terhampar dari timur hingga barat.
Pertama: Makna Kalimat-Kalimat Dzikir
- سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah): Maha Suci Allah dari segala kekurangan, kelemahan, dan sifat-sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya.
- الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah): Segala puji bagi Allah atas semua nikmat dan karunia-Nya, serta atas sifat-sifat-Nya yang sempurna.
- لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ (Laa ilaaha illallah): Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Ini adalah kalimat tauhid, inti dari keimanan.
- اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar): Allah Maha Besar, lebih besar dari segala sesuatu, dan tidak ada yang lebih agung dari-Nya.
Kedua: Mengapa Lebih Dicintai daripada Dunia?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dzikir adalah makanan hati dan ruh. Hati tidak akan tenang dan bahagia kecuali dengan mengingat Allah. Sedangkan dunia, meskipun tampak indah dan menggiurkan, pada hakikatnya adalah sesuatu yang rendah dan fana. Kecintaan Rasulullah ﷺ kepada dzikir menunjukkan bahwa beliau adalah hamba yang paling mengenal Tuhannya, sehingga beliau memilih sesuatu yang kekal dan abadi daripada sesuatu yang sementara.
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa dzikir memiliki pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan seorang mukmin. Dzikir adalah sebab turunnya ketenangan, rahmat, dan keberkahan. Dzikir juga menjadi penghalang antara seorang hamba dengan perbuatan dosa dan maksiat.
Ketiga: Pelajaran dari Hadits Ini
- Keutamaan Dzikir: Hadits ini menunjukkan bahwa amalan dzikir yang ringan di lisan memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah.
- Zuhud terhadap Dunia: Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk tidak terlalu mencintai dunia dan segala perhiasannya, tetapi lebih mencintai amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.
- Mudah dan Ringan: Kalimat-kalimat ini sangat mudah diucapkan, tidak memerlukan waktu khusus, dan bisa dilakukan di mana saja. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
- Meneladani Nabi: Kita diperintahkan untuk meneladani Rasulullah ﷺ dalam segala hal, termasuk dalam hal berdzikir dan memprioritaskan amalan yang dicintai oleh beliau.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah) pernah ditanya oleh seseorang, "Wahai Imam, apa obat bagi hati yang keras dan lalai?" Maka Imam Ahmad menjawab, "Perbanyaklah dzikir kepada Allah. Sesungguhnya dzikir adalah cahaya bagi hati dan kehidupan bagi ruh." Kemudian beliau membacakan firman Allah, "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd [13]: 28).
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memahami dan mengamalkan dzikir sebagai obat hati. Mereka tidak hanya menghafal hadits-hadits tentang dzikir, tetapi juga menjadikannya sebagai amalan harian yang istimewa.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyaklah Dzikir: Jadikan kalimat Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar sebagai dzikir harian yang tidak pernah ditinggalkan, baik di waktu pagi, petang, maupun di sela-sela aktivitas.
- Ringan di Lisan, Berat di Timbangan: Jangan pernah meremehkan amalan-amalan kecil. Karena bisa jadi, amalan yang ringan ini menjadi penolong kita di akhirat kelak.
- Kurangi Cinta Dunia: Jadikan akhirat sebagai tujuan utama. Gunakan dunia sebagai ladang untuk menanam amal shalih, bukan sebagai tujuan akhir.
- Teladani Nabi: Cintailah apa yang dicintai oleh Rasulullah ﷺ, dan bencilah apa yang dibenci oleh beliau. Ini adalah tanda kesempurnaan iman.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.