Penjelasan Hadits Muslim No. 2694 tentang Keutamaan dua kalimat ringan yang dicintai Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi kita semua. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa ada dua kalimat dzikir yang sangat mudah diucapkan oleh lisan, namun memiliki timbangan pahala yang sangat berat di sisi Allah, dan keduanya sangat dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih. Dua kalimat itu adalah "Subhanallahi wa bihamdihi" dan "Subhanallahil 'azhim". Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah yang memberikan pahala besar untuk amalan yang ringan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sertakan adalah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Az-Zikir wad Du'a wat Taubah wal Istighfar, Bab Fadhlut Tahmid wat Tasbih wad Du'a (Keutamaan Tahmid, Tasbih, dan Doa), no. 2694. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6406, 6682, 7563) dari jalur lain.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman tentang beratnya timbangan amal kebaikan:

QS. Al-A'raf [7]: 8-9

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan timbangan pada hari itu adalah kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (17/21-22) menjelaskan bahwa makna "khafifatani 'alal lisan" adalah mudah diucapkan, tidak memberatkan lidah. Makna "tsaqilatani fil mizan" adalah besar pahalanya dan memberatkan timbangan kebaikan di hari kiamat. Makna "habibatani ila ar-rahman" adalah keduanya dicintai Allah dan pelakunya dicintai Allah.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (13/540) menukil perkataan para ulama bahwa hikmah disebutnya "Ar-Rahman" (Yang Maha Pengasih) dalam hadits ini adalah untuk memberi harapan besar kepada hamba, karena rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Makna "Subhanallahi wa bihamdihi"

Kalimat ini bermakna: "Aku menyucikan Allah dari segala kekurangan dan aku memuji-Nya." Ini menggabungkan dua hal: tasbih (penyucian Allah dari segala aib) dan tahmid (pujian kepada Allah atas segala keutamaan-Nya). Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa tasbih adalah penetapan kesucian Allah dari segala kekurangan, dan tahmid adalah penetapan kesempurnaan Allah beserta pujian atas segala nikmat-Nya.

2. Makna "Subhanallahil 'azhim"

Bermakna: "Maha Suci Allah Yang Maha Agung." Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib (hal. 111) menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung penetapan sifat al-'azhamah (keagungan) bagi Allah, yang mencakup kesempurnaan zat, sifat, dan perbuatan-Nya.

3. Mengapa ringan di lisan tapi berat di timbangan?

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam (2/450) menjelaskan bahwa ini adalah bentuk karunia Allah. Amalan yang ringan bisa bernilai besar karena keikhlasan pelakunya, kesinambungannya, dan karena Allah yang Maha Pemurah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya dengan amalan yang berat, tetapi memberikan kemudahan.

4. Kedudukan hadits ini

Hadits ini termasuk hadits jawami'ul kalim (ucapan yang singkat namun padat makna). Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa para ulama menganjurkan memperbanyak dua kalimat ini karena keutamaannya yang agung, dan dianjurkan pula membacanya di setiap keadaan, baik pagi, petang, setelah shalat, dan ketika bangun tidur.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mengadu kepada Rasulullah ﷺ bahwa amalan yang ia lakukan terasa banyak dan berat. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan dzikir-dzikir yang ringan, di antaranya dua kalimat ini. Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, yaitu memberikan jalan mudah menuju pahala besar.

Juga disebutkan dalam riwayat lain (HR. Muslim no. 2731) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa mengucapkan 'Subhanallahi wa bihamdihi' seratus kali dalam sehari, maka dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan." Ini menunjukkan betapa besar keutamaan kalimat yang ringan ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah mengucapkan "Subhanallahi wa bihamdihi" dan "Subhanallahil 'azhim" setiap hari, karena ringan di lisan namun berat di timbangan.
  2. Jangan meremehkan amalan kecil, karena bisa menjadi besar di sisi Allah karena keikhlasan dan karunia-Nya.
  3. Amalkan dzikir ini di waktu pagi dan petang, setelah shalat, dan di sela-sela aktivitas harian.
  4. Yakini bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang berdzikir kepada-Nya, dan ini adalah sebab kecintaan Allah kepada kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?