Penjelasan Hadits Muslim No. 2693 tentang Keutamaan zikir tauhid membebaskan empat budak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan keutamaan besar bagi siapa saja yang mengucapkan kalimat tauhid lengkap (لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ) sebanyak sepuluh kali, maka pahalanya seperti memerdekakan empat budak dari keturunan Nabi Isma'il. Hadits ini menunjukkan betapa luasnya karunia Allah bagi orang yang menjaga zikir dengan hati yang sadar dan ikhlas.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan makna tauhid dan keutamaan zikir:

QS. Al-Ahzab [33]: 41

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak."

QS. Al-Baqarah [2]: 152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Terjemahan: "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Zikir, Doa, Taubat, dan Istighfar (no. 2693). Sanadnya berakhir pada sahabat Abu Ayyub Al-Anshari رضي الله عنه dari Rasulullah ﷺ. Perawi di tengah sanad: Amr bin Maimun, Rabi' bin Khutsaim, Asy-Sya'bi, dan Ibn Abi Laila.

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini termasuk bab keutamaan zikir dan besarnya pahala kalimat tauhid.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa) menegaskan bahwa pahala memerdekakan budak di sini adalah bentuk tasybih (perumpamaan) untuk menunjukkan besarnya pahala, bukan berarti pahala itu benar-benar setara secara hakikat dalam semua sisi.
  • Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shayyib menekankan bahwa zikir dengan kalimat tauhid adalah inti dari semua zikir, karena mengandung pengesaan Allah, pujian, dan pengakuan atas kekuasaan-Nya.

Penjelasan Rinci

Makna kalimat zikir ini:

Kalimat yang disebutkan dalam hadits adalah:

  • Laa ilaaha illallah → tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.
  • Wahdahu laa syariika lah → Dia Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
  • Lahul mulku wa lahul hamdu → Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian.
  • Wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir → Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kalimat ini menggabungkan tauhid, pengagungan, syukur, dan pengakuan atas kekuasaan Allah. Inilah mengapa pahalanya sangat besar.

Keutamaan mengucapkannya sepuluh kali:

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa siapa yang mengucapkannya sepuluh kali, maka ia seperti memerdekakan empat budak dari keturunan Nabi Isma'il (yakni bangsa Arab). Memerdekakan budak dalam syariat Islam adalah amal yang sangat besar pahalanya, bahkan menjadi salah satu kafarat dosa dan jalan pembebasan dari neraka.

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

  • Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan zikir yang diucapkan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Beliau juga menegaskan bahwa pahala yang disebutkan adalah fadhilah (keutamaan) yang Allah berikan secara khusus, dan tidak boleh diqiyaskan (dianalogikan) secara sembarangan.
  • Ibnul Qayyim dalam Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan bahwa zikir ini termasuk zikir yang paling utama karena mengandung tauhid murni dan pujian kepada Allah. Beliau juga mengingatkan bahwa yang dimaksud bukan sekadar gerakan lisan, tetapi harus disertai kehadiran hati.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa perumpamaan "seperti memerdekakan empat budak" adalah bentuk tasybih untuk memudahkan pemahaman, karena pahala memerdekakan budak sudah dikenal luas di kalangan sahabat. Beliau juga menegaskan bahwa pahala ini berlaku bagi yang mengucapkannya dengan ikhlas dan memahami maknanya.

Catatan penting tentang sanad:

Hadits ini memiliki dua jalur periwayatan yang disebutkan dalam teks: pertama dari Amr bin Maimun secara langsung, dan kedua melalui Rabi' bin Khutsaim dari Amr bin Maimun, lalu dari Ibn Abi Laila, lalu dari Abu Ayyub Al-Anshari. Ini menunjukkan bahwa hadits ini memiliki mutaba'ah (penguat) sehingga semakin kuat.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama membahas apakah pahala ini berlaku mutlak atau ada syarat tertentu. Namun mayoritas ulama dari daftar yang disebutkan (seperti an-Nawawi dan Ibnu Hajar) memahami bahwa hadits ini berlaku umum bagi siapa saja yang mengucapkannya dengan ikhlas, meskipun tentu pahala berlipat sesuai kualitas iman dan kehadiran hati.

Story Telling

Disebutkan dalam Shahih Muslim bahwa Asy-Sya'bi (seorang tabi'in) mendengar hadits ini dari Rabi' bin Khutsaim, lalu ia bertanya: "Dari siapa kamu mendengar ini?" Rabi' menjawab: "Dari Amr bin Maimun." Asy-Sya'bi kemudian menemui Amr bin Maimun dan bertanya hal yang sama, dan Amr menjawab: "Dari Ibn Abi Laila." Lalu Asy-Sya'bi menemui Ibn Abi Laila dan bertanya lagi, dan Ibn Abi Laila menjawab: "Dari Abu Ayyub Al-Anshari, dari Rasulullah ﷺ."

Kisah ini menunjukkan betapa para ulama salaf sangat berhati-hati dalam menerima hadits. Mereka tidak langsung menerima begitu saja, tetapi menelusuri sumbernya hingga jelas sampai kepada Nabi ﷺ. Ini adalah pelajaran tentang tatsabbut (verifikasi) dalam ilmu, dan semangat mencari kebenaran.

Hikmah: Kehati-hatian dalam meriwayatkan hadits adalah bagian dari menjaga agama. Para tabi'in seperti Asy-Sya'bi dan Rabi' bin Khutsaim memberikan contoh bahwa ilmu harus diterima dengan sanad yang jelas.

Kesimpulan Praktis

  1. Rutinkan zikir ini sepuluh kali setiap hari, terutama di pagi dan sore, dengan hati yang sadar dan memahami maknanya.
  2. Pahami makna kalimatnya agar zikir bukan sekadar lisan, tetapi juga hati.
  3. Ikhlas dalam berzikir, karena pahala yang besar hanya diberikan kepada yang ikhlas.
  4. Teladani kesungguhan salaf dalam menjaga sanad dan verifikasi ilmu.
  5. Jangan remehkan zikir meskipun singkat, karena bisa jadi pahalanya lebih besar dari amal yang tampak besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?