Penjelasan Hadits Muslim No. 2691 tentang Keutamaan dzikir pagi pelindung dari setan dan penghapus dosa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ tentang dua kalimat dzikir yang ringan di lisan namun sangat berat timbangannya di sisi Allah. Pertama, kalimat tauhid yang lengkap dengan pujian dan pengakuan kekuasaan Allah, yang jika dibaca 100 kali sehari akan menjadi sebab dihapuskannya dosa, dicatatnya kebaikan, dan menjadi benteng dari gangguan setan. Kedua, kalimat tasbih (Subhanallahi wa bihamdihi) yang jika dibaca 100 kali sehari akan menghapus dosa-dosa walaupun sebanyak buih di lautan. Ini adalah kemurahan Allah yang tiada tara kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Adz-Dzikr wa ad-Du'a wa at-Taubah wa al-Istighfar, Bab Keutamaan Tahmid, Tasbih, dan Doa, no. 2691, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3293) dengan lafaz yang serupa.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ. وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ"

Makna Ringkas: Barangsiapa membaca kalimat tauhid yang agung ini 100 kali dalam sehari, maka ia mendapat pahala seperti memerdekakan 10 budak, dicatat 100 kebaikan, dihapus 100 keburukan, dan menjadi pelindung dari setan pada hari itu. Tidak ada yang lebih utama darinya kecuali yang mengamalkan lebih dari itu. Dan barangsiapa membaca Subhanallahi wa bihamdihi 100 kali, dosanya dihapus walaupun sebanyak buih lautan.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al-Anbiya' [21]: 33)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk bertasbih kepada Allah, dan manusia diperintahkan untuk turut bertasbih memuji-Nya.

Penjelasan Rinci

Pertama: Keutamaan Kalimat Tauhid yang Sempurna

Kalimat "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" adalah kalimat yang sangat agung. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung makna tauhid (pengesaan Allah), penafian segala sekutu bagi-Nya, pengakuan bahwa kerajaan seluruh alam adalah milik Allah, pujian hanya layak bagi-Nya, dan pengakuan atas kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib menjelaskan bahwa dzikir ini memiliki keutamaan yang luar biasa karena ia menggabungkan antara:

  1. Tauhid - pengesaan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah
  2. Pujian - memuji Allah atas segala nikmat-Nya
  3. Pengakuan kekuasaan mutlak Allah - yang menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah

Kedua: Makna "Adla 'Asyri Riqab" (Setara Memerdekakan 10 Budak)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa maknanya adalah pahala yang diperoleh setara dengan pahala memerdekakan 10 budak. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan kalimat ini. Dalam Islam, memerdekakan budak adalah salah satu amalan yang sangat dicintai Allah, dan Nabi ﷺ bersabda bahwa barangsiapa memerdekakan seorang budak muslim, maka Allah akan menyelamatkan setiap anggota tubuhnya dari api neraka dengan setiap anggota tubuh budak tersebut.

Ketiga: Dihapuskan Dosa dan Dicatat Kebaikan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemurahan Allah yang berlipat ganda. Dengan satu kalimat yang ringan, Allah memberikan 100 kebaikan dan menghapus 100 keburukan. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah jauh lebih besar daripada murka-Nya.

Keempat: Pelindung dari Setan

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa dzikir ini menjadi hirz (benteng/perisai) dari gangguan setan. Setan akan menjauh dari orang yang sibuk berdzikir kepada Allah, karena dzikir adalah cahaya yang membuat setan tidak betah berada di dekatnya. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di juga menjelaskan bahwa dzikir adalah sebab terbesar untuk mendapatkan perlindungan Allah dari gangguan setan.

Kelima: Keutamaan "Subhanallahi wa Bihamdihi"

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil 'azhim."

Imam Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa kalimat Subhanallahi wa bihamdihi mengandung pensucian Allah dari segala kekurangan dan cela, disertai pujian kepada-Nya. Ini adalah dzikir yang sangat dicintai Allah dan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa walaupun sebanyak buih lautan.

Perhatian Penting:

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "dosa" yang dihapus di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar, kecuali dengan taubat yang tulus. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dosa besar hanya dihapus dengan taubat nasuha atau rahmat Allah yang khusus. Ini adalah pemahaman Ahlus Sunnah yang moderat, tidak seperti kaum Murji'ah yang menganggap dzikir cukup menghapus semua dosa tanpa taubat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bernama Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu sangat bersemangat dalam berdzikir dan mengikuti majelis ilmu Nabi ﷺ. Suatu hari, orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin mengadu kepada Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang kaya telah pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga mereka bisa bersedekah dan memerdekakan budak.

Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Maukah kalian aku beritahu sesuatu yang dengannya kalian dapat mengejar orang-orang yang mendahului kalian dan kalian tidak akan didahului oleh orang-orang setelah kalian, kecuali orang yang melakukan seperti apa yang kalian lakukan? Yaitu bertasbih (mengucapkan Subhanallah), bertahmid (Alhamdulillah), dan bertakbir (Allahu Akbar) sebanyak 33 kali setelah setiap shalat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa Allah memberikan jalan kepada hamba-Nya yang tidak mampu bersedekah dengan harta untuk meraih pahala yang setara, bahkan lebih, melalui dzikir yang ringan di lisan. Ini adalah rahmat Allah yang tiada tara kepada umat Nabi Muhammad ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan membaca dzikir pagi: Bacalah "La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" sebanyak 100 kali setiap hari, terutama di pagi hari agar menjadi benteng dari setan sepanjang hari.
  2. Perbanyak membaca Subhanallahi wa bihamdihi: Bacalah 100 kali setiap hari untuk menghapus dosa-dosa kecil, walaupun sebanyak buih lautan.
  3. Jaga keikhlasan: Niatkan semua dzikir ini semata-mata karena Allah, bukan untuk pamer atau riya'.
  4. Jauhi dosa besar: Ingatlah bahwa dosa besar hanya dihapus dengan taubat yang tulus, bukan sekadar dzikir lisan.
  5. Amalkan secara istiqamah: Lebih baik sedikit tetapi istiqamah daripada banyak tetapi hanya sesekali.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?