Penjelasan Hadits Muslim No. 2642 tentang Pujian orang saleh sebagai kabar gembira bagi mukmin

Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika seorang mukmin beramal saleh, lalu orang-orang memujinya karena amal tersebut, maka pujian itu adalah kabar gembira yang baik dan tidak membahayakan dirinya. Ini adalah tanda bahwa amalnya diterima dan Allah telah menanamkan rasa cinta kepada hamba-Nya di hati manusia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2642) dari sahabat Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu 'anhu. Imam Muslim meriwayatkannya dalam Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab "Jika Dipuji Orang Saleh, Itu adalah Kabar Gembira dan Tidak Merugikannya."

Teks hadits:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ مِنَ الْخَيْرِ وَيَحْمَدُهُ النَّاسُ عَلَيْهِ قَالَ "تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ"

Terjemahan: "Dikatakan kepada Rasulullah ﷺ: 'Apa pendapatmu tentang seseorang yang mengerjakan amal kebaikan lalu orang-orang memujinya?' Beliau bersabda: 'Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi seorang mukmin.'"

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-Hujurat [49]: 13

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Terjemahan: "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan sejati di sisi Allah adalah ketakwaan, bukan pujian manusia. Namun, pujian yang datang dari orang saleh dapat menjadi tanda kebaikan selama tidak menjadikan seseorang sombong atau riya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Pujian dari orang saleh adalah kabar gembira.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pujian yang dimaksud dalam hadits ini adalah pujian yang datang dari orang-orang saleh, bukan pujian dari orang fasik atau ahli maksiat. Pujian dari orang saleh menunjukkan bahwa amal tersebut diterima oleh Allah, karena Allah menanamkan rasa cinta dan pengagungan terhadap amal itu di hati hamba-hamba-Nya yang saleh. Ini sejalan dengan hadits lain yang menyebutkan bahwa jika Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berkata: "Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia," lalu Jibril mencintainya, kemudian menyeru kepada penduduk langit, lalu penduduk langit mencintainya, kemudian diletakkan penerimaan di bumi (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua: Pujian tidak membahayakan jika tidak menjadikan sombong.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa pujian yang baik tidak membahayakan seorang mukmin selama ia tidak terjerumus ke dalam sifat ujub (bangga diri) dan riya (pamer). Bahkan, pujian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan amal kebaikan. Namun, jika pujian membuat seseorang sombong dan merasa lebih baik dari orang lain, maka itu adalah bahaya yang harus dihindari.

Ketiga: Perbedaan pendapat tentang pujian.

Sebagian ulama seperti Sufyan ats-Tsauri dan Abdullah bin al-Mubarak memakruhkan seseorang memuji orang lain secara berlebihan di hadapannya, karena dikhawatirkan menimbulkan ujub. Namun, jika pujian itu benar dan tidak berlebihan, serta tidak menimbulkan kesombongan, maka itu tidak mengapa. Imam Ahmad bin Hanbal juga menyatakan bahwa pujian yang benar tidak masalah selama tidak membuat orang yang dipuji merasa bangga diri.

Keempat: Pujian sebagai tanda diterimanya amal.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa salah satu tanda amal yang diterima adalah ketika orang-orang saleh memuji pelakunya. Ini karena Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana, Dia tidak akan menanamkan cinta amal tersebut di hati orang-orang saleh jika amal itu tidak diridhai-Nya.

Kelima: Adab dalam memuji.

Imam an-Nawawi juga menekankan bahwa seseorang yang memuji hendaknya berhati-hati agar tidak berlebihan, karena pujian yang berlebihan dapat merusak orang yang dipuji. Nabi ﷺ pernah bersabda: "Jika kalian melihat orang yang memuji saudaranya secara berlebihan, maka lemparkanlah pasir ke wajahnya" (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa pujian harus dilakukan dengan adab dan tidak berlebihan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu ketika, seorang lelaki datang kepada Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu dan memujinya dengan pujian yang sangat berlebihan. Umar kemudian mengambil pasir dan melemparkannya ke wajah orang tersebut sambil berkata: "Engkau telah membinasakan diriku!" (diriwayatkan dalam kitab-kitab adab). Kisah ini menunjukkan bahwa para salaf sangat berhati-hati terhadap pujian yang berlebihan, karena mereka takut terjerumus ke dalam ujub dan riya.

Namun, ketika pujian itu datang dari orang saleh dan tidak berlebihan, para salaf menerimanya sebagai kabar gembira. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata: "Tidaklah seorang hamba dipuji oleh orang-orang saleh melainkan itu adalah kabar gembira yang disegerakan baginya di dunia." Ini sejalan dengan makna hadits Abu Dzar di atas.

Kesimpulan Praktis

  1. Terimalah pujian dengan hati yang tawadhu. Jangan merasa bangga diri, tetapi anggaplah itu sebagai tanda bahwa Allah telah menerima amal kita.
  2. Jangan memuji secara berlebihan. Jika memuji, pujilah dengan jujur dan tidak berlebihan, karena pujian yang berlebihan dapat merusak orang yang dipuji.
  3. Fokuslah pada ketakwaan, bukan pujian manusia. Pujian manusia tidak akan menambah kemuliaan di sisi Allah jika tidak disertai ketakwaan.
  4. Berhati-hatilah terhadap ujub dan riya. Jika pujian membuat kita merasa lebih baik dari orang lain, maka itu adalah tanda bahaya yang harus segera diobati dengan istighfar dan merendahkan diri.
  5. Doakan orang yang memuji. Jika seseorang memuji kita, doakanlah kebaikan untuknya, karena ia telah menyebut kebaikan kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?