Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2631 tentang Keutamaan mengasuh anak perempuan hingga dewasa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi siapa saja yang diberi amanah oleh Allah berupa anak perempuan, lalu ia mengurus, mendidik, dan memenuhi kebutuhan mereka dengan baik hingga mereka mandiri (baligh). Balasannya adalah kedekatan yang sangat istimewa dengan Nabi ﷺ di hari kiamat, yang diisyaratkan dengan mengaitkan jari-jari beliau. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua yang berbuat baik kepada anak perempuannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab "Al-Birr wash-Shilah wal-Adab" (Kebaikan, Silaturahmi, dan Etika), Bab "Keutamaan Berbuat Baik kepada Anak Perempuan", no. 2631, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ " . وَضَمَّ أَصَابِعَهُ .

Terjemahan: Anas bin Malik berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengasuh dua anak perempuan hingga mereka dewasa (baligh), maka dia dan aku akan datang (dekat) pada hari kiamat," dan beliau mengaitkan jari-jarinya.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab "At-Tafaul" (Bab Optimisme), dan Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa kata "مَنْ عَالَ" (man 'ala) artinya menanggung nafkah dan segala kebutuhan hidup mereka, baik berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, maupun pendidikan dan pengajaran adab. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "mengasuh" di sini adalah menanggung dan mencukupi kebutuhan mereka. Ini mencakup ayah, ibu, kakek, nenek, atau siapa pun yang menanggung nafkah mereka.

Yang dimaksud "حَتَّى تَبْلُغَا" (hingga keduanya baligh) adalah hingga mereka mencapai usia dewasa dan mandiri. Sebagian ulama menafsirkan hingga mereka menikah atau mampu mengurus diri sendiri. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa pahala ini diberikan karena kesabaran dalam mengurus anak perempuan yang membutuhkan perhatian lebih, terlebih di masa jahiliyah dulu anak perempuan sering dibenci dan bahkan dikubur hidup-hidup.

Isyarat Nabi ﷺ yang mengaitkan jari-jarinya (وَضَمَّ أَصَابِعَهُ) adalah gambaran betapa dekatnya kedudukan orang tersebut dengan beliau di hari kiamat. Imam al-Qurthubi (dalam konteks penjelasan hadits ini) dan para ulama lainnya menegaskan bahwa ini adalah keutamaan khusus yang tidak disebutkan untuk amalan lain. Kedekatan ini menunjukkan derajat yang sangat tinggi di sisi Allah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah dorongan besar untuk berbuat baik kepada anak perempuan, dan ini adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa anak perempuan bukanlah beban, melainkan ladang pahala yang sangat subur.

Story Telling

Ada kisah yang sangat indah tentang seorang sahabat yang mencintai anak perempuannya. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka." (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik).

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud menyebutkan bahwa para salaf sangat memperhatikan pendidikan anak perempuan mereka. Beliau menukil bahwa sebagian ulama salaf berkata: "Anak perempuan adalah kebaikan yang mengalir, dan anak laki-laki adalah nikmat yang diuji. Kebaikan itu disyukuri, dan ujian itu disabari." Maka berbahagialah orang tua yang dikaruniai anak perempuan, karena mereka adalah sebab masuk surga jika dididik dengan baik.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukurlah jika Allah mengaruniai anak perempuan, karena mereka adalah ladang pahala yang sangat besar.
  2. Penuhi kebutuhan mereka dengan ikhlas, baik sandang, pangan, papan, maupun pendidikan agama dan dunia.
  3. Didiklah mereka dengan akhlak mulia dan ajarkan mereka ilmu agama, karena itu bagian dari "mengasuh" yang sempurna.
  4. Jangan pernah merasa berat atau mengeluh dalam mengurus mereka, karena balasannya adalah kedekatan dengan Nabi ﷺ di hari kiamat.
  5. Sampaikan kabar gembira ini kepada orang tua lain yang memiliki anak perempuan, agar mereka semakin semangat dalam mendidik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.