Penjelasan Hadits Muslim No. 2625 tentang Wasiat berbuat baik kepada tetangga

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan tetangga dalam Islam. Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa Malaikat Jibril terus-menerus berwasiat agar berbuat baik kepada tetangga, sampai beliau menyangka tetangga akan diberi hak waris. Ini pelajaran agar kita serius menjaga hak, adab, dan kebaikan kepada tetangga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab al-Washiyyah bi al-Jar wa al-Ihsan Ilaih, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ»

Terjemahan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku tentang tetangga, sampai aku menyangka bahwa dia akan menjadikannya pewaris."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. An-Nisa' [4]: 36

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Terjemahan ringkas: "Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman dekat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri."

Kaitan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya hak tetangga dan anjuran kuat untuk berbuat baik kepadanya.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa wasiat Jibril yang berulang menunjukkan perhatian besar syariat terhadap tetangga.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menegaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga termasuk akhlak mulia yang diperintahkan agama.

Penjelasan Rinci

Hadits ini bukan berarti tetangga benar-benar menjadi ahli waris, karena pembagian waris sudah tetap dalam QS. An-Nisa' [4]: 11-12. Yang dimaksud adalah gambaran betapa kuatnya perintah berbuat baik kepada tetangga, sampai Rasulullah ﷺ menyangka akan turun ketetapan bahwa tetangga juga mendapat bagian waris. Ini menunjukkan urgensi adab bertetangga.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini mendorong kita untuk menjaga hak tetangga: tidak menyakitinya, membantu kebutuhannya, menutup aibnya, dan berbagi kebaikan. Ibnu Hajar menambahkan bahwa tetangga memiliki hak yang berlapis: hak sebagai tetangga, dan bisa bertambah jika masih kerabat atau sesama Muslim.

Para ulama dalam daftar juga menegaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga mencakup:

  • Menjaga lisan dan perbuatan dari menyakiti.
  • Memberi salam, menanyakan kabar, dan membantu saat kesulitan.
  • Tidak mengganggu dengan suara, bau, atau perilaku yang menyakitkan.
  • Memberi hadiah atau makanan bila memungkinkan.

Ibn Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa akhlak kepada tetangga adalah cerminan iman. Dalam hadits lain yang shahih, Nabi ﷺ bersabda bahwa orang yang menyakiti tetangganya tidak sempurna imannya. Ini sejalan dengan hadits Ibnu Umar ini.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang wajibnya berbuat baik kepada tetangga dan haramnya menyakitinya. Yang paling kuat adalah pendapat yang menggabungkan antara menunaikan hak tetangga dan meningkatkan ihsan kepadanya sesuai kemampuan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, sangat memperhatikan tetangganya. Beliau pernah berkata bahwa beliau tidak pernah membiarkan tetangganya kelaparan sementara beliau kenyang. Ini menunjukkan bagaimana para sahabat mengamalkan wasiat Nabi ﷺ tentang tetangga. Hikmahnya: iman yang benar melahirkan kepedulian sosial, terutama kepada tetangga terdekat.

Kesimpulan Praktis

  • Jadikan berbuat baik kepada tetangga sebagai kebiasaan harian.
  • Jangan menyakiti tetangga dengan lisan, tangan, atau perilaku.
  • Bantu tetangga yang kesulitan sesuai kemampuan.
  • Jaga adab: memberi salam, menanyakan kabar, dan berbagi makanan bila bisa.
  • Ingat bahwa wasiat Jibril ini menunjukkan betapa besar hak tetangga dalam Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?