Penjelasan Hadits Muslim No. 2618 tentang Menyingkirkan gangguan dari jalan kaum Muslim

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa salah satu amal sederhana namun besar pahalanya adalah menyingkirkan gangguan (batu, duri, kotoran, atau apa pun yang menyakiti) dari jalan yang dilalui kaum Muslimin. Ini termasuk cabang iman dan bentuk kasih sayang kepada sesama. Amal ini tampak kecil, tetapi bisa menjadi sebab ampunan dan masuknya seseorang ke dalam surga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim (no. 2618), dari sahabat Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Abu al-Wazi' dan Aban bin Sam'ah.

Teks hadits:

عَنْ أَبِي بَرْزَةَ قَالَ: قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ عَلِّمْنِي شَيْئًا أَنْتَفِعُ بِهِ، قَالَ: «اعْزِلِ الْأَذَى عَنْ طَرِيقِ الْمُسْلِمِينَ»

Terjemahan: Dari Abu Barzah, ia berkata: "Aku berkata: Wahai Nabi Allah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bermanfaat bagiku." Beliau bersabda: "Singkirkanlah gangguan dari jalan kaum Muslimin."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan umum amal kebaikan kecil bernilai besar:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

QS. Az-Zalzalah [99]: 7

Terjemahan: "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (atom), niscaya ia akan melihat (balasan)nya."

Hadits lain yang semakna dan memperkuat, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Terjemahan: "Iman itu ada enam puluh lebih cabang, dan rasa malu adalah salah satu cabang iman."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk cabang iman karena mengandung niat menjaga kaum Muslimin dari bahaya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan adab bertanya kepada Nabi ﷺ: Abu Barzah tidak meminta harta atau kedudukan, tetapi meminta ilmu yang bermanfaat. Lalu Nabi ﷺ memberi jawaban yang sangat praktis dan bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, tanpa biaya: singkirkan gangguan dari jalan kaum Muslimin.

Para ulama di daftar menjelaskan makna "الأذى" (al-adza) sebagai segala sesuatu yang menyakiti orang yang lewat: batu, duri, pecahan kaca, kotoran, dahan pohon, atau apa pun yang menghalangi dan membahayakan. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ini termasuk perbuatan baik yang tampak ringan, namun Allah membalasnya dengan pahala besar karena di dalamnya terdapat manfaat bagi kaum Muslimin secara umum.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan kaidah penting: amal yang kecil bisa menjadi besar di sisi Allah jika disertai keikhlasan dan niat baik, sebagaimana amal besar bisa menjadi sia-sia jika disertai riya. Menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk amal yang manfaatnya menyebar, sehingga pahalanya mengalir selama orang-orang memanfaatkannya.

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Miftah Dar as-Sa'adah menegaskan bahwa syariat Islam dibangun di atas prinsip jalb al-mashalih (mendatangkan manfaat) dan dar' al-mafasid (menolak bahaya). Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah wujud nyata dari prinsip ini.

Hadits ini juga sejalan dengan hadits lain yang shahih, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda tentang seorang lelaki yang menyingkirkan dahan berduri dari jalan lalu Allah mengampuninya (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa amal-amal kecil seperti ini bisa menjadi sebab ampunan karena Allah Maha Luas rahmat-Nya.

Adapun perbedaan pendapat di antara ulama daftar: sebagian memandang amal ini sebagai sunnah yang berpahala, sebagian menekankan aspek fardhu kifayah jika jalan tersebut benar-benar membahayakan. Namun kesimpulannya, semuanya sepakat bahwa amal ini disyariatkan, berpahala, dan termasuk akhlak Islam yang mulia.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Ketika seorang lelaki sedang berjalan di suatu jalan, ia menemukan dahan berduri lalu ia menyingkirkannya. Allah pun bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kisah ini menunjukkan betapa Allah menghargai amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas. Sebuah dahan berduri yang disingkirkan bisa menjadi sebab ampunan dosa. Maka betapa besar peluang kita untuk berbuat baik setiap hari, bahkan hanya dengan memindahkan batu kecil dari jalan.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan menyingkirkan gangguan dari jalan — batu, duri, sampah, atau apa pun yang membahayakan pengguna jalan.
  2. Niatkan sebagai ibadah kepada Allah, bukan sekadar kebiasaan sosial.
  3. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak agar mereka tumbuh dengan akhlak peduli sesama.
  4. Jangan meremehkan amal kecil, karena bisa jadi amal itulah yang menjadi sebab ampunan dan masuknya kita ke dalam surga.
  5. Jaga jalan umum sebagai bentuk kasih sayang kepada kaum Muslimin, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?