Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan tiga prinsip agung dalam Islam: sedekah tidak akan mengurangi harta secara hakiki, memberi maaf justru menambah kemuliaan, dan tawadhu' (rendah hati) karena Allah akan mengangkat derajat seseorang. Ini adalah kabar gembira bagi orang beriman bahwa apa yang dikorbankan di jalan Allah akan diganti dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. Saba' [34]: 39
<p>قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ</p>
"Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.' Dan apa pun yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya. Dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki."
Hadits:
Hadits riwayat Imam Muslim no. 2588, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Rasulullah ﷺ.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim (16/141) menjelaskan bahwa hadits ini mengandung tiga faedah besar:
- Sedekah tidak mengurangi harta secara hakiki, bahkan memberkahinya.
- Memberi maaf (memaafkan kesalahan orang lain) akan menambah kemuliaan dan kehormatan di sisi Allah dan manusia.
- Tawadhu' karena Allah akan diangkat derajatnya oleh Allah di dunia dan akhirat.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (3/334) menambahkan bahwa "tidak mengurangi harta" maksudnya adalah Allah akan mengganti dengan keberkahan, pahala, atau rezeki yang lebih baik.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat mendalam dan mencakup tiga pilar akhlak mulia: kedermawanan, pemaafan, dan kerendahan hati. Mari kita bedah satu per satu:
1. "Sedekah tidak mengurangi harta"
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Madarijus Salikin (1/85) menjelaskan bahwa sedekah itu ibarat memotong sebagian tanaman untuk diambil buahnya. Secara lahiriah, harta berkurang, tetapi secara hakiki, Allah mengganti dengan keberkahan, perlindungan dari musibah, dan pahala berlipat ganda. Beliau mengutip perkataan para salaf: "Sedekah itu tidak akan memiskinkan, sebagaimana dosa tidak akan memperkaya."
2. "Tidaklah Allah menambah seorang hamba dengan memberi maaf kecuali dengan kehormatan"
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhus Shalihin (2/378) menjelaskan bahwa memaafkan adalah akhlak para nabi dan orang-orang bertakwa. Ketika seseorang memaafkan, ia mungkin merasa direndahkan di mata manusia, tetapi Allah justru mengangkat derajatnya. Ini adalah sunnatullah: siapa yang merendahkan diri karena Allah, Allah akan meninggikannya.
3. "Tidaklah seorang pun merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkat derajatnya"
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (2/345) mengatakan bahwa tawadhu' adalah lawan dari sombong. Orang yang tawadhu' karena Allah—bukan karena kelemahan atau kepentingan dunia—akan diangkat derajatnya di dunia (dicintai manusia) dan di akhirat (ditempatkan di tempat yang mulia). Beliau mencontohkan Nabi ﷺ yang sangat tawadhu', namun Allah mengangkatnya sebagai makhluk paling mulia.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad (no. 552) dengan sanad yang shahih dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
"Suatu hari, seorang Badui (Arab pedalaman) datang kepada Rasulullah ﷺ dan menarik selendang beliau dengan kasar hingga meninggalkan bekas di leher beliau. Orang itu berkata, 'Wahai Muhammad, berikan aku harta Allah yang ada padamu!'
Rasulullah ﷺ tersenyum dan memerintahkan agar ia diberi sesuatu. Para sahabat marah melihat perilaku kasar itu, tetapi Nabi ﷺ tetap tenang dan memaafkannya."
Kisah ini menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ mengamalkan hadits ini: beliau bersedekah, memaafkan, dan bersikap tawadhu' meskipun kepada orang yang kasar. Akibatnya, Allah mengangkat derajat beliau setinggi-tingginya.
Kesimpulan Praktis
- Bersedekahlah meskipun sedikit, karena Allah akan menggantinya dengan keberkahan dan pahala.
- Biasakan memaafkan kesalahan orang lain, karena itu akan menambah kemuliaan di sisi Allah dan manusia.
- Tawadhu'lah dalam segala urusan, karena Allah akan mengangkat derajat orang yang rendah hati.
- Jangan takut kehilangan harta karena sedekah, dan jangan merasa hina karena memaafkan atau merendah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.