Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2578 tentang Larangan zhalim dan kikir dalam Islam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi dua peringatan besar dari Nabi ﷺ. Pertama, larangan keras berbuat zhalim karena akan menjadi kegelapan di akhirat. Kedua, larangan sifat kikir (syuhh) yang merupakan akar kehancuran umat terdahulu karena mendorong mereka berani menumpahkan darah dan melanggar kehormatan. Keduanya adalah penyakit hati yang sangat berbahaya dan wajib dijauhi setiap muslim.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ

"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang zhalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata mereka terbelalak (ketakutan)." (QS. Ibrahim [14]: 42)

Hadits:

Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Birr wash-Shilah wal Adab, Bab Tahrim azh-Zhulm, no. 2578, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (16/135) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan zhulumat (kegelapan-kegelapan) adalah bahwa orang yang zhalim akan datang pada hari kiamat dalam keadaan gelap gulita, tidak bisa melihat jalan keselamatan. Ini adalah bentuk balasan yang setimpal.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (5/98) saat menjelaskan hadits serupa, beliau menukil perkataan ulama bahwa kegelapan di sini adalah kegelapan hisab, kegelapan amal, dan kegelapan tempat di neraka.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Bahjah Qulub al-Abrar (hal. 108) menegaskan bahwa syuhh (kikir yang ekstrem) adalah lawan dari sifat dermawan. Sifat ini mendorong seseorang untuk melanggar hak-hak Allah dan hak-hak sesama manusia, bahkan sampai pada tingkat menumpahkan darah yang haram.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung dua wasiat agung yang saling berkaitan.

Pertama: Larangan Zhalim

Nabi ﷺ bersabda, "Hati-hatilah kalian terhadap perbuatan zhalim, karena zhalim adalah kegelapan pada Hari Kiamat." Kata zhalim di sini mencakup segala bentuk pelanggaran terhadap hak Allah (seperti syirik dan maksiat) dan hak sesama manusia (seperti mengambil harta, mencederai, atau merusak kehormatan tanpa hak).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam al-Jawab al-Kafi (hal. 108) menjelaskan bahwa kezhaliman itu bertingkat-tingkat. Kezhaliman yang paling besar adalah syirik, lalu kezhaliman terhadap sesama. Semua kezhaliman akan mendatangkan kegelapan di hati di dunia dan kegelapan di akhirat. Semakin besar kezhaliman, semakin pekat kegelapannya.

Kedua: Larangan Sifat Kikir (Syuhh)

Nabi ﷺ melanjutkan, "Dan hati-hatilah kalian terhadap sifat kikir, karena kikir telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian, yang mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa yang diharamkan bagi mereka."

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (2/310) membedakan antara bukhul (pelit) dan syuhh (kikir yang ekstrem). Syuhh adalah sifat sangat tamak dan terlalu cinta harta sehingga tidak mau mengeluarkannya sama sekali, bahkan untuk kewajiban. Sifat inilah yang mendorong orang-orang terdahulu untuk membunuh dan merampas harta orang lain secara zhalim.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa (28/230) menjelaskan bahwa syuhh adalah induk dari berbagai keburukan. Dari sifat ini lahir kedengkian, permusuhan, pengkhianatan, dan segala bentuk pelanggaran hak.

Kedua sifat ini (zhalim dan kikir) saling terkait. Orang yang kikir biasanya akan mudah berbuat zhalim untuk mempertahankan atau menambah hartanya. Sebaliknya, orang yang zhalim biasanya didorong oleh rasa tamak dan kikir.

Story Telling

Kisah dari Salafus Shalih:

Diriwayatkan dari Al-Hasan al-Bashri rahimahullah (seorang tabi'in besar), beliau pernah berkata:

> "Dulu, ada seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil yang sangat kikir. Ia memiliki sebidang kebun yang berbatasan dengan kebun saudaranya. Ketika saudaranya itu meminta air untuk mengairi kebunnya, si kikir ini menolak. Maka saudaranya itu pergi dengan kesedihan. Kemudian setan membisikkan kepada si kikir, 'Jika ia terus meminta, suatu saat ia akan merebut kebunmu. Bunuh saja ia agar kau aman.' Maka karena didorong sifat kikirnya, ia pun membunuh saudaranya sendiri. Inilah yang dimaksud Nabi ﷺ bahwa kikir mendorong pada penumpahan darah." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam Islah al-Mal, dengan sanad yang hasan)

Kisah ini menunjukkan bagaimana sifat kikir yang dibiarkan tumbuh akan menghancurkan hubungan persaudaraan dan menjerumuskan seseorang ke dalam dosa besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi segala bentuk kezhaliman, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Ingatlah bahwa kezhaliman akan menjadi kegelapan di akhirat yang sangat menakutkan.
  2. Lawani sifat kikir dengan banyak bersedekah dan berbagi. Latihlah hati untuk merasa senang ketika memberi, bukan ketika menerima.
  3. Muhasabah diri: Apakah kita pernah menzhalimi orang lain? Apakah kita terlalu cinta harta sehingga enggan berbagi? Segera bertaubat dan perbaiki.
  4. Perbanyak doa agar Allah melindungi kita dari kezhaliman dan kekikiran. Di antara doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan..." dan juga "Allahumma inni a'udzu bika minal bukhli..." (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekikiran).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.