Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2569 tentang Keutamaan menjenguk orang sakit

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah hadits qudsi yang sangat agung, mengajarkan bahwa Allah SWT sangat memperhatikan hubungan antar sesama hamba-Nya. Ketika kita menjenguk orang sakit, memberi makan yang lapar, atau memberi minum yang haus, sejatinya kita sedang berbuat baik kepada Allah sendiri. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan amal-amal sosial dalam Islam dan bagaimana Allah menghubungkan ibadah kepada-Nya dengan pelayanan kepada sesama manusia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang disampaikan adalah shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, Bab Fadhlu 'Iyadatil Maridh, no. 2569, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam kitab Syarh Shahih Muslim (16/138) menjelaskan bahwa hadits ini termasuk hadits qudsi yang agung. Beliau berkata, "Hadits ini mengandung keutamaan yang besar dalam menjenguk orang sakit, memberi makan orang lapar, dan memberi minum orang haus. Ini adalah amalan yang sangat dicintai Allah."

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhish Shalihin (4/18) menjelaskan bahwa makna "Aku sakit" adalah "hamba-Ku yang sakit", karena Allah Maha Suci dari sifat sakit. Ini adalah bentuk penghormatan Allah kepada hamba-Nya yang saleh.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah hadits qudsi, yaitu firman Allah yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ dengan makna dari Allah. Ada beberapa pelajaran penting:

  1. Makna "Aku sakit": Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah kinayah (kiasan) yang menunjukkan bahwa Allah sangat memperhatikan dan mencintai hamba-Nya yang sakit. Ketika seorang hamba sakit, Allah seakan-akan "berada" di sisinya dalam arti rahmat dan perhatian-Nya. Imam Ibn Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (1/478) mengatakan, "Ini menunjukkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang sakit dan ingin agar hamba-hamba-Nya yang lain menjenguknya."
  2. Hubungan vertikal dan horizontal: Hadits ini mengajarkan bahwa ibadah kepada Allah tidak bisa dipisahkan dari pelayanan kepada sesama. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Madarijus Salikin (2/335) mengatakan, "Amal-amal sosial seperti menjenguk orang sakit, memberi makan, dan memberi minum adalah bagian dari ibadah yang paling utama karena langsung dinisbatkan kepada Allah."
  3. Keutamaan menjenguk orang sakit: Imam al-Bukhari (w. 256 H) dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat akan berseru: 'Semoga engkau baik, langkahmu baik, dan engkau menempati tempat yang baik di surga.'" (HR. Tirmidzi, hasan)
  4. Pahala yang berlipat: Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa Allah akan membalas amalan ini dengan pahala yang besar. Bahkan, dalam hadits lain disebutkan bahwa orang yang menjenguk orang sakit akan senantiasa berada dalam rahmat Allah selama ia duduk di sisinya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, suatu ketika Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah akan berkata pada hari kiamat: 'Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi kamu tidak menjenguk-Ku.' Hamba itu berkata: 'Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?' Allah berfirman: 'Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, lalu kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu tahu bahwa jika kamu menjenguknya, kamu akan mendapati Aku di sisinya?'" (HR. Muslim)

Kisah ini mengajarkan bahwa setiap kali kita berbuat baik kepada sesama muslim, sejatinya kita sedang berbuat baik kepada Allah. Imam al-Hasan al-Bashri (w. 110 H) berkata, "Sungguh, seorang mukmin ketika menjenguk saudaranya yang sakit, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berjuang di jalan Allah." (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf)

Kesimpulan Praktis

  1. Jenguklah orang sakit karena itu adalah amalan yang sangat dicintai Allah dan akan dibalas dengan pahala besar.
  2. Bantulah yang membutuhkan, baik makanan, minuman, atau kebutuhan lainnya, karena itu adalah bentuk ibadah kepada Allah.
  3. Niatkanlah amal sosial karena Allah, bukan karena riya atau ingin dipuji.
  4. Jadikanlah setiap kebaikan kepada sesama sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.