Bab Menyebutkan Pendusta Thaqif dan Pembunuhnya
Shahih
haddatsana uqbahu ibnu mukramin alammiyyu, haddatsana yaqubu, - yani abna ishaqa alhadhramiyya - akhbarana alaswadu ibnu syaybana, an abi nawfalin, raaytu abda allahi ibna azzubayri ala aqabahi almadinahi - qala - fajaalat quraysyun tamurru alayhi waannasu hatta marra alayhi abdu allahi ibnu umara fawaqafa alayhi faqala assalamu alayka aba khubaybin assalamu alayka aba khubaybin assalamu alayka aba khubaybin ama waallahi laqad kuntu anhaka an hadza ama waallahi laqad kuntu anhaka an hadza ama waallahi laqad kuntu anhaka an hadza ama waallahi in kunta ma alimtu shawwaman qawwaman washulan lilrrahimi ama waallahi lummahun anta asyarruha lummahun khayrun. tsumma nafadza abdu allahi ibnu umara fabalagha alhajjaja mawqifu abdi allahi waqawluhu faarsala ilayhi faunzila an jidzihi faulqiya fi quburi alyahudi tsumma arsala ila ummihi asmaa ibinti abi bakrin faabat an tatiyahu faaada alayha arrasula latatiyanni aw labatsanna ilayki min yashabuki biquruniki - qala - faabat waqalat waallahi la atika hatta tabatsa ilaa man yashabuni biquruni - qala - faqala aruni sibtaa. faakhadza nalayhi tsumma anthalaqa yatawaddzafu hatta dakhala alayha faqala kayfa raaytini shanatu biaduwwi allahi qalat raaytuka afsadta alayhi dunyahu waafsada alayka akhirataka balaghani annaka taqulu lahu ya abna dzati annithaqayni ana waallahi dzatu annithaqayni amma ahaduhuma fakuntu arfau bihi thaama rasuli allahi wathaama abi bakrin mina addawabbi waamma alakharu fanithaqu almarahi ati la tastaghni anhu ama inna rasula allahi haddatsana " anna fi tsaqifin kaddzaban wamubiran ". faamma alkaddzabu faraaynahu waamma almubiru fala ikhaluka ila iyyahu - qala - faqama anha walam yurajiha.
Telah menceritakan kepada kami Uqbah bin Mukram Al-Ammi, telah menceritakan kepada kami Yaqoub, - yaitu Ibn Ishaq Al-Hadhrami - telah memberitakan kepada kami Al-Aswad bin Shayban, dari Abi Naufal, ia berkata: "Aku melihat Abdullah bin Zubair di atas jalan menuju Madinah - ia berkata - maka Quraisy melewati dia dan orang-orang sampai Abdullah bin Umar melewati dia. Ia berdiri di sana dan berkata: 'Semoga keselamatan atasmu, Abu Khubaib, semoga keselamatan atasmu, Abu Khubaib, semoga keselamatan atasmu, Abu Khubaib! Demi Allah, aku pernah melarangmu dari ini; demi Allah, aku pernah melarangmu dari ini, demi Allah, aku pernah melarangmu dari ini. Demi Allah, sejauh yang aku tahu, kamu sangat rajin berpuasa dan shalat serta sangat memperhatikan silaturahmi. Demi Allah, kelompok yang kamu termasuk (diberi label) sebagai (seorang) jahat adalah kelompok yang baik. Kemudian Abdullah bin Umar pergi. Sikap yang diambil Abdullah (bin Umar) terkait perlakuan tidak manusiawi (yang dialami Abdullah bin Zubair) dan kata-katanya (dalam hal itu) disampaikan kepada Hajjaj (bin Yusuf) dan (sebagai akibatnya) dia (mayat Abdullah bin Zubair) diturunkan dari tiang (yang menggantung) dan dibuang ke kuburan orang Yahudi. Dia (Hajjaj) mengirim (utusan) kepada Asma' (binti Abu Bakr, ibu Abdullah). Namun dia menolak untuk datang. Dia mengirim utusan lagi kepadanya dengan pesan bahwa dia harus datang, jika tidak, dia akan membawanya dengan paksa dengan menarik rambutnya. Namun dia sekali lagi menolak dan berkata: 'Demi Allah, aku tidak akan datang kepadamu sampai kamu mengirim seseorang kepadaku yang akan menarikku dengan rambutku.' Kemudian dia berkata: 'Tunjukkan kepadaku sandal-sandalku.' Dia mengenakan sandalnya dan berjalan cepat dengan penuh kesombongan dan kebanggaan sampai dia datang kepadanya dan berkata: 'Bagaimana menurutmu tentang apa yang telah aku lakukan kepada musuh Allah?' Dia berkata: 'Aku menemukan bahwa kamu telah menzaliminya di dunia ini, sedangkan dia telah merusak akhiratmu. Telah sampai kepadaku bahwa kamu biasa memanggilnya (Abdullah bin Zubair) sebagai anak dari yang memiliki dua ikat pinggang. Demi Allah, aku adalah (seorang wanita) dari dua ikat pinggang. Salah satunya adalah ikat pinggang yang aku gunakan untuk menggantungkan makanan Rasulullah ﷺ dan makanan Abu Bakr (agar tidak dijangkau) oleh binatang, dan, sejauh ikat pinggang yang kedua, itu adalah ikat pinggang yang tidak bisa dipisahkan dari seorang wanita. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah memberitakan kepada kami bahwa di Thaqif, akan lahir seorang pendusta besar dan seorang pembunuh besar. Pendusta yang telah kita lihat, dan untuk pembunuhnya, aku tidak menemukan orang lain selain kamu.' Kemudian dia (Hajjaj) berdiri dan tidak menjawabnya.