Penjelasan Hadits Muslim No. 254 tentang Keutamaan dan anjuran menggunakan siwak

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan perhatian dan kecintaan Nabi ﷺ yang sangat besar terhadap kebersihan mulut. Beliau bersiwak hingga ujung siwak itu berada di atas lidahnya, menunjukkan kesungguhan dan keistiqamahan beliau dalam menjaga kesucian diri, bahkan di saat-saat beliau sendirian bersama keluarga. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan amalan-amalan kecil yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang Anda maksud adalah sebagai berikut:

Teks Arab (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ غَيْلاَنَ، - وَهُوَ ابْنُ جَرِيرٍ الْمَعْوَلِيُّ - عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ وَطَرَفُ السِّوَاكِ عَلَى لِسَانِهِ.

Terjemahan: Abu Musa berkata, "Aku masuk menemui Nabi ﷺ, sementara ujung siwak berada di atas lidahnya (yaitu, beliau sedang bersiwak)." (HR. Muslim, Kitab Thaharah, Bab Siwak, no. 254)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Jumu'ah, Bab As-Siwak Yaumal Jumu'ah, dari jalur Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlul Hadits dan Fuqaha menjadikan hadits ini sebagai dalil atas beberapa hal. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Al-Minhaj) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesunnahan bersiwak secara mutlak, baik dalam keadaan berpuasa maupun tidak, dan bahwa beliau ﷺ melakukannya dengan penuh semangat. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menyebutkan hadits ini sebagai dalil bahwa bersiwak adalah perbuatan yang sangat ditekankan oleh Nabi ﷺ, hingga beliau melakukannya di depan sahabatnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dari sekian banyak hadits yang menunjukkan betapa agungnya kedudukan siwak dalam syariat Islam. Mari kita telaah beberapa poin penting:

  1. Makna "Ujung Siwak di Atas Lidah": Ungkapan ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sedang bersiwak dengan sangat bersungguh-sungguh. Beliau menggosokkan siwak ke seluruh bagian mulut, termasuk lidahnya. Ini bukan sekadar aktivitas membersihkan gigi, tetapi sebuah ritual kebersihan yang menyeluruh. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa disunnahkan untuk membersihkan lidah dengan siwak karena lidah adalah tempat berkumpulnya bau tidak sedap dan kotoran. Ini adalah bentuk kesempurnaan dalam menjaga kebersihan.
  2. Keutamaan dan Hukum Bersiwak: Para ulama sepakat bahwa bersiwak adalah amalan yang sangat dianjurkan (sunnah mu'akkadah). Bahkan sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayatnya berpendapat bahwa bersiwak itu wajib ketika hendak berwudhu, berdasarkan perintah Nabi ﷺ dalam hadits lain, "Kalau bukan karena memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak pada setiap kali wudhu." (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, pendapat yang lebih kuat dan disepakati jumhur (mayoritas) ulama, termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Asy-Syafi'i, adalah bahwa hukumnya sunnah, bukan wajib. Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Ashlu Sifat Shalat Nabi juga menegaskan kesunnahan ini berdasarkan dalil-dalil yang ada.
  3. Waktu-Waktu Utama Bersiwak: Hadits ini menunjukkan bahwa bersiwak adalah amalan yang tidak terikat waktu. Namun, para ulama menyebutkan beberapa waktu yang lebih ditekankan, berdasarkan hadits-hadits lain, di antaranya:
  • Ketika hendak berwudhu dan shalat.
  • Ketika bangun dari tidur (karena mulut berbau).
  • Ketika masuk rumah, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim dari Jabir.
  • Ketika membaca Al-Qur'an.
  • Ketika berpuasa, terutama di sore hari. Ini adalah pendapat yang kuat dari Imam Asy-Syafi'i dan para ulama madzhabnya, serta Imam Ibnu Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad, bahwa bersiwak tidak membatalkan puasa dan bahkan dianjurkan di sepanjang hari bagi orang yang berpuasa untuk menghilangkan bau mulut.
  1. Hikmah di Balik Anjuran: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hikmah utama bersiwak adalah untuk membersihkan mulut, yang merupakan tempat keluarnya bacaan Al-Qur'an dan dzikir. Maka, sudah sepantasnya seorang muslim menjaga kebersihan tempat ibadahnya ini. Ini adalah bentuk penghormatan kepada Allah ketika bermunajat kepada-Nya.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa membayangkan bagaimana akhlak dan kebiasaan pribadi Rasulullah ﷺ. Beliau adalah manusia yang paling mulia, namun tidak pernah meninggalkan amalan-amalan yang tampak sederhana. Suatu ketika, Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu masuk menemui beliau dan mendapati beliau sedang bersiwak dengan tekun. Ini menunjukkan bahwa meskipun beliau adalah seorang nabi yang maksum (terjaga dari dosa), beliau tetap bersungguh-sungguh dalam menjaga kebersihan dan kesucian.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif sering mengingatkan bahwa amalan-amalan sunnah yang ringan, jika dijaga secara istiqamah, akan menjadi sebab kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Kisah ini adalah cerminan nyata dari istiqamah Nabi ﷺ dalam perkara yang mulia ini. Beliau tidak menganggap siwak sebagai hal yang remeh, justru beliau menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas harian yang penuh berkah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga Kebersihan Mulut: Jadikan bersiwak sebagai kebiasaan harian, terutama sebelum shalat, wudhu, dan membaca Al-Qur'an.
  2. Niatkan Karena Allah: Luruskan niat dalam bersiwak, bukan hanya untuk kebersihan fisik semata, tetapi juga untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan meraih kecintaan Allah.
  3. Jangan Remehkan Amalan Kecil: Pelajaran penting dari hadits ini adalah jangan pernah meremehkan amalan kebaikan sekecil apa pun, karena bisa jadi amalan itulah yang mengangkat derajat kita di sisi Allah.
  4. Istiqamah: Kuncinya adalah istiqamah. Lebih baik bersiwak setiap hari meskipun sebentar, daripada melakukannya dalam waktu lama tetapi hanya sesekali.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?