Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ, sebulan sebelum wafat, menyampaikan bahwa tidak ada satu jiwa pun yang hidup saat itu (yaitu para sahabat beliau) yang akan melewati usia seratus tahun. Ini bukan berbicara tentang Hari Kiamat, melainkan tentang batas usia generasi sahabat yang ada pada masa itu. Para ulama menafsirkan bahwa pernyataan ini merupakan kabar ghaib yang tepat, karena semua sahabat yang hidup saat itu memang telah wafat sebelum seratus tahun berlalu.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
<p>حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، وَحَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ، قَالاَ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِشَهْرٍ " تَسْأَلُونِي عَنِ السَّاعَةِ وَإِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَأُقْسِمُ بِاللَّهِ مَا عَلَى الأَرْضِ مِنْ نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ تَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ " .</p>
Terjemahan: Jabir bin 'Abdullah melaporkan: Saya mendengar Rasulullah ﷺ berkata ini sebulan sebelum beliau meninggal: "Kalian bertanya kepada saya tentang Hari Kiamat sedangkan ilmunya ada di sisi Allah. Namun, saya bersumpah dan berkata bahwa tidak ada di atas bumi ini, makhluk yang diciptakan (dari kalangan sahabatku), yang akan selamat pada akhir seratus tahun." (Shahih Muslim, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab 53, hadits no. 2538)
Penjelasan Ulama:
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim, 16/77-78) menjelaskan: "Makna hadits ini adalah bahwa setiap jiwa yang ada di muka bumi saat itu (manusia dan jin) tidak akan ada yang hidup hingga seratus tahun kemudian. Ini terbukti, karena semua sahabat yang hidup saat itu wafat sebelum seratus tahun berlalu." Beliau juga menyebutkan bahwa riwayat lain (Shahih al-Bukhari, hadits 116) menjelaskan bahwa maksudnya adalah "tidak ada orang yang hidup saat ini (masa Nabi) yang akan hidup hingga seratus tahun lagi."
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari, 13/215) menjelaskan: "Hadits ini adalah berita ghaib tentang masa depan, bahwa usia generasi yang hidup saat itu tidak akan mencapai seratus tahun. Ini bukan berarti setelah seratus tahun tidak ada manusia lagi, tetapi yang dimaksud adalah generasi tersebut telah habis."
- Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali (dalam Jami' al-Ulum wa al-Hikam, 2/316-320) menafsirkan: "Nabi ﷺ menyampaikan ini untuk menegaskan bahwa kiamat tidak akan datang pada generasi mereka, dan untuk mengingatkan bahwa usia mereka pendek. Ini juga sebagai bantahan bagi yang mengira bahwa kiamat dekat."
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Jabir bin 'Abdullah, dan beliau menegaskan bahwa sabda ini disampaikan sebulan sebelum wafatnya Nabi ﷺ. Konteksnya adalah para sahabat sering bertanya tentang Hari Kiamat. Maka Nabi ﷺ menjelaskan bahwa ilmu kiamat hanya di sisi Allah, lalu beliau bersumpah bahwa tidak ada jiwa yang hidup saat itu (baik manusia maupun jin) yang akan mencapai usia seratus tahun.
Poin penting:
- Kata "نَفْسٍ مَنْفُوسَةٍ" (nafsin manfusatin) artinya jiwa yang ditiupkan ruh (makhluk hidup). Dalam konteks ini, yang dimaksud adalah jiwa manusia dan jin yang ada di muka bumi saat itu.
- "تَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ" artinya melewati usia seratus tahun.
- Hadits ini tidak berbicara tentang kematian setiap orang setelah seratus tahun secara mutlak, melainkan khusus bagi orang-orang yang hidup saat itu. Ini terbukti secara historis: semua sahabat yang hadir mendengar hadits ini, seperti Abu Bakar, Umar, Ali, dan lainnya, semuanya wafat sebelum seratus tahun berlalu sejak wafatnya Nabi (11 H). Misalnya, wafatnya Umar pada 23 H, Utsman 35 H, Ali 40 H, dan seterusnya.
Pendapat lain:
Sebagian ulama seperti Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits serupa dengan redaksi: "Tidak ada orang yang hidup saat ini (masa Nabi) yang akan hidup hingga seratus tahun lagi." (HR. al-Bukhari no. 116, 6013; Muslim no. 2537). Ini memperjelas bahwa maksudnya adalah generasi yang hidup bersama Nabi.
Faedah:
- Bahwa Nabi ﷺ mengetahui hal-hal ghaib yang diwahyukan Allah.
- Larangan bersumpah dengan nama Allah kecuali jujur dan benar (Nabi bersumpah di sini untuk menekankan kebenaran).
- Ilmu tentang kiamat mutlak milik Allah.
- Mengingatkan manusia akan kematian dan batas usia.
Story Telling
Dari sahabat Jabir bin 'Abdullah, beliau meriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ menyampaikan hadits ini, para sahabat sangat terkesan. Mereka sadar bahwa usia mereka akan pendek, dan ini mendorong mereka untuk bersemangat dalam beramal. Jabir sendiri, yang saat itu masih muda, hidup hingga usia 94 tahun (wafat 78 H), namun ia termasuk generasi yang tidak disebut dalam hadits karena ia mendengar sabda ini sebagai anak kecil? Sebagian ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah orang yang sudah dewasa saat itu, bukan anak-anak. Wallahu a'lam.
Kisah lain: Abdurrahman bin Mahdi (ulama besar) pernah ditanya tentang hadits ini, ia menjawab: "Telah terbukti dengan kenyataan, bahwa tidak ada seorang sahabatpun yang hidup sampai seratus tahun setelah wafatnya Nabi." (disebutkan dalam Syarh Muslim an-Nawawi).
Kesimpulan Praktis
- Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak menyibukkan diri dengan pertanyaan tentang kiamat secara berlebihan, karena ilmunya hanya di sisi Allah.
- Jadikan kematian sebagai pengingat untuk memperbanyak amal shalih, karena usia tidak ada yang tahu.
- Yakinlah bahwa setiap berita dari Nabi ﷺ benar adanya, termasuk berita tentang generasi sahabat yang tidak mencapai seratus tahun.
- Hindari bersumpah dengan nama Allah kecuali dalam kondisi yang sangat perlu dan benar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.