Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah doa dan pujian dari Nabi ﷺ untuk dua kabilah, yaitu Aslam dan Ghifar. Beliau mendoakan keselamatan untuk Bani Aslam dan ampunan untuk Bani Ghifar. Ini menunjukkan keutamaan dua kabilah tersebut dan juga merupakan mukjizat Nabi ﷺ, karena doa beliau mustajab. Hadits ini juga mengajarkan kita tentang akhlak mulia, yaitu membalas kebaikan dengan doa dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab Doa Nabi ﷺ untuk Ghifar dan Aslam, nomor 2515. Lafaz hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dengan sanad dan matannya.
Teks Hadits (bagian inti):
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: " أَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ وَغِفَارُ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا "
Terjemahan: Dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Aslam, semoga Allah menyelamatkannya, dan Ghifar, semoga Allah mengampuninya."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3514) dari Abu Hurairah, dan dari Jabir bin Abdillah. Ini menunjukkan hadits ini shahih dan diriwayatkan secara luas.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Al-Minhaj) menjelaskan bahwa makna doa ini adalah pujian dan kabar gembira bagi kedua kabilah tersebut. Beliau juga menukil bahwa para ulama mengatakan, "Ini adalah doa dari Nabi ﷺ, dan doa beliau pasti dikabulkan."
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih al-Bukhari) membawakan hadits ini dan menjelaskan sebabnya, serta menegaskan bahwa ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ yang nyata.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
- Keutamaan Bani Aslam dan Ghifar: Nabi ﷺ secara khusus mendoakan dua kabilah ini. Bani Aslam didoakan keselamatan (salamah), dan Bani Ghifar didoakan ampunan (maghfirah). Ini adalah keutamaan yang besar. Dalam riwayat lain, beliau bahkan bersabda tentang mereka, "Mereka bukanlah dari saya, dan saya bukan dari mereka" — namun maksudnya adalah sindiran kepada kabilah lain yang mengaku-ngaku, sementara beliau menegaskan hubungan yang erat dengan Aslam dan Ghifar. Ini menunjukkan bahwa kedudukan seseorang di sisi Allah dan Rasul-Nya bukan berdasarkan nasab atau suku, melainkan keimanan dan ketakwaan.
- Mukjizat Nabi ﷺ: Doa Nabi ﷺ adalah mustajab. Maka, ketika beliau mendoakan keselamatan dan ampunan untuk mereka, itu adalah kabar gembira yang pasti terjadi. Ini adalah bagian dari mukjizat beliau.
- Akhlak Mulia: Ada riwayat yang menyebutkan bahwa sebab doa ini adalah karena Bani Aslam dan Ghifar pernah berbuat baik atau menunjukkan sikap yang terpuji. Namun, yang lebih penting, hadits ini mengajarkan kita untuk membalas kebaikan dengan doa. Jika seseorang berbuat baik kepada kita, maka kita dianjurkan untuk mendoakannya. Ini adalah akhlak yang mulia.
- Larangan Mencela Sahabat atau Kabilah yang Dipuji Nabi: Para ulama, termasuk dari kalangan Ahlus Sunnah, menjadikan hadits-hadits seperti ini sebagai dalil bahwa mencela para sahabat atau orang-orang yang dipuji Nabi ﷺ adalah perbuatan tercela. Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama lainnya sangat keras dalam masalah ini.
Pandangan Ulama:
- Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya tentang doa dan tawakal sering menyebutkan bahwa doa Nabi ﷺ adalah salah satu sebab terbesar untuk mendapatkan kebaikan. Doa beliau bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan sebab yang pasti dikabulkan oleh Allah.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah ﷻ mengabulkan doa Nabi-Nya ﷺ. Ini adalah konsekuensi dari kemuliaan Nabi ﷺ di sisi Allah.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ bersabda tentang dua kabilah ini, "Aslam, semoga Allah menyelamatkannya, dan Ghifar, semoga Allah mengampuninya." Para sahabat yang hadir merasa heran, karena Bani Ghifar dan Bani Aslam adalah kabilah yang sebelumnya dikenal sebagai perampok dan sering mengganggu kaum muslimin di masa awal dakwah.
Namun, Nabi ﷺ tidak membalas keburukan mereka dengan keburukan. Beliau membalas dengan doa kebaikan. Dan benar saja, setelah itu banyak dari mereka yang masuk Islam dan menjadi muslim yang baik. Ini adalah pelajaran tentang husnuzhzhann (berprasangka baik) dan tidak berputus asa dari hidayah Allah. Kisah ini disebutkan oleh para ulama sirah dan pensyarah hadits sebagai konteks turunnya doa ini.
Kesimpulan Praktis
- Yakinilah keutamaan para sahabat dan kabilah-kabilah yang dipuji oleh Nabi ﷺ, seperti Aslam dan Ghifar. Ini adalah bagian dari iman kepada Rasulullah ﷺ.
- Jadikan doa sebagai senjata untuk membalas kebaikan orang lain. Jika seseorang berbuat baik, doakanlah dia dengan kebaikan.
- Jangan pernah membalas keburukan dengan keburukan. Teladanilah akhlak Nabi ﷺ yang membalas dengan doa dan kebaikan.
- Jauhilah perbuatan mencela para sahabat atau orang-orang yang telah dipuji oleh Nabi ﷺ, karena ini adalah perbuatan yang sangat tercela dan dapat merusak iman.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.