Bab Tentang Keutamaan Ansar
Shahih
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ، - وَاللَّفْظُ لإِسْحَاقَ - قَالاَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ فِينَا نَزَلَتْ { إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلاَ وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا} بَنُو سَلِمَةَ وَبَنُو حَارِثَةَ وَمَا نُحِبُّ أَنَّهَا لَمْ تَنْزِلْ لِقَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا} .
Jabir bin Abdullah berkata: Bahwa ayat ini diturunkan mengenai mereka (Ansar), ketika dua kelompok di antara kalian hampir kehilangan semangat dan Allah adalah Pelindung mereka berdua. Ini berkaitan dengan Banu Salama dan Banu Haritha dan kami tidak suka bahwa Allah, Yang Maha Tinggi dan Mulia, tidak menurunkan ayat ini karena Allah (memberikan jaminan) sebagai Pelindung keduanya.