Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2467 tentang Keutamaan Sa'd bin Mu'adz hingga Arsy bergetar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan kemuliaan besar Sa'd bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu di sisi Allah. Ketika jenazahnya diangkat, 'Arsy Allah yang Maha Pemurah bergetar sebagai tanda kegembiraan dan penghormatan atas kedatangannya. Ini adalah keutamaan khusus yang Allah berikan kepada para hamba-Nya yang mulia, dan menjadi dorongan bagi kita untuk meneladani keimanan dan keteguhan Sa'd dalam membela agama Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):

<p>حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرُّزِّيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ الْخَفَّافُ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ﷺ قَالَ وَجِنَازَتُهُ مَوْضُوعَةٌ - يَعْنِي سَعْدًا - " اهْتَزَّ لَهَا عَرْشُ الرَّحْمَنِ " .</p>

Terjemahan: Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Allah ﷺ bersabda ketika jenazah Sa'd diletakkan (di hadapan mereka): "Bergetarlah 'Arsy Allah Yang Maha Pemurah karena (kematian)nya."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3802) dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Ahzab [33]: 56

<p>إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Ayat ini menunjukkan kedudukan tinggi para nabi dan kekasih Allah di sisi-Nya, dan bahwa Allah memberikan kehormatan khusus kepada hamba-hamba pilihan-Nya.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan makna hadits ini dengan beberapa penjelasan penting:

1. Makna "Bergetarnya 'Arsy"

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim (15/157) menjelaskan bahwa makna "bergetarnya 'Arsy" di sini adalah kegembiraan dan kebahagiaan atas kedatangan ruh Sa'd bin Mu'adz. Ini adalah kinayah (majaz) yang menunjukkan kemuliaan dan kedudukan tinggi Sa'd di sisi Allah. Bukan berarti 'Arsy itu bergetar secara fisik seperti getaran benda mati, tetapi ini adalah bentuk penghormatan dan kegembiraan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa 'Arsy adalah makhluk Allah yang paling agung, dan Allah menghidupkan serta memberikan pemahaman kepadanya. Bergetarnya 'Arsy karena kegembiraan atas kedatangan ruh yang saleh adalah sesuatu yang mungkin terjadi, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

2. Kedudukan Sa'd bin Mu'adz

Sa'd bin Mu'adz al-Ash-hali radhiyallahu 'anhu adalah pemimpin suku Aus, salah seorang sahabat yang mulia. Beliau masuk Islam melalui dakwah Mus'ab bin 'Umair, dan keislamannya membawa berkah besar bagi Bani Abdul Asyhal. Beliau adalah orang yang tegas dalam membela agama Allah, terbukti ketika beliau menjadi hakim atas Bani Quraizhah dan memutuskan hukuman sesuai syariat Allah.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 3803) bahwa ketika Sa'd wafat, Rasulullah ﷺ bersabda: "Bergetarlah 'Arsy Allah Yang Maha Pemurah karena kematian Sa'd bin Mu'adz." Dan dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Inilah orang yang bergetar karena kematiannya 'Arsy Allah Yang Maha Pemurah, terbukalah pintu-pintu langit karena kedatangannya, dan bergembiralah para malaikat karena ruhnya."

3. Pelajaran dari Hadits Ini

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar para syuhada dan orang-orang yang mati dalam keadaan membela agama Allah. Sa'd bin Mu'adz wafat karena luka yang dideritanya dalam Perang Khandaq, dan beliau termasuk salah satu syuhada yang mulia.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga menunjukkan bahwa Allah memberikan kehormatan khusus kepada hamba-hamba-Nya yang saleh, dan ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Sa'd bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu wafat, Rasulullah ﷺ dan para sahabat sangat bersedih. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ bersedih atas wafatnya seseorang seperti kesedihan beliau atas wafatnya Sa'd bin Mu'adz."

Ketika jenazah Sa'd dibawa, Rasulullah ﷺ bersabda: "Bergetarlah 'Arsy Allah Yang Maha Pemurah karena kematian Sa'd." Para sahabat pun tercengang mendengar kabar mulia ini. Betapa bahagianya Sa'd, seorang hamba yang sederhana namun sangat dicintai Allah karena keimanan dan perjuangannya.

Sa'd bin Mu'adz adalah orang yang ketika memeluk Islam, beliau berkata kepada kaumnya: "Kalian tidak akan melihatku berbicara dengan kalian sampai kalian semua masuk Islam." Dan dengan izin Allah, seluruh Bani Abdul Asyhal masuk Islam karena ketegasan dan keikhlasannya.

Beliau juga dikenal dengan doanya yang mustajab. Ketika Perang Khandaq, beliau berdoa: "Ya Allah, jika Engkau masih menyisakan peperangan dengan kaum Quraisy, maka panjangkanlah umurku. Dan jika Engkau telah mengakhiri peperangan antara kami dan mereka, maka pertemukanlah aku dengan mereka (para syuhada)." Allah mengabulkan doanya, dan beliau wafat karena luka yang dideritanya setelah Perang Khandaq.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Allah memberikan kehormatan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh, sebagaimana Dia memberikan kehormatan kepada Sa'd bin Mu'adz dengan bergetarnya 'Arsy-Nya.
  2. Teladani keteguhan Sa'd dalam membela agama Allah, baik dengan harta, jiwa, maupun perkataan. Keislaman yang benar akan membawa keberkahan bagi diri sendiri dan orang lain.
  3. Jadikan keutamaan para sahabat sebagai motivasi untuk meningkatkan keimanan, bukan sekadar cerita sejarah, tetapi pelajaran hidup yang menggerakkan hati untuk lebih dekat kepada Allah.
  4. Perbanyak doa agar Allah memberikan husnul khatimah, sebagaimana Sa'd bin Mu'adz wafat dalam keadaan syahid dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.