Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar empat sahabat Nabi ﷺ yang menjadi rujukan utama dalam mengambil dan mempelajari Al-Qur'an, yaitu: Abdullah bin Mas'ud, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'b, dan Salim maula Abu Hudzaifah. Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk mengambil Al-Qur'an dari mereka karena mereka adalah orang-orang yang paling paham dan hafal Al-Qur'an di zamannya. Ini juga menjadi dalil bahwa mempelajari Al-Qur'an dari guru yang tepat dan kompeten adalah perkara yang sangat dianjurkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat Shahih Muslim, Kitab Fadhail ash-Shahabah, Bab Fadhail Abdullah bin Mas'ud wa Ummihi, no. 2464. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3806) dari jalur lain.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya." (QS. Al-Hijr [15]: 9)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ menjaga Al-Qur'an, salah satunya melalui para sahabat yang menghafal dan menyebarkannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan keempat sahabat tersebut dan bahwa mereka adalah orang-orang yang paling mahir dalam Al-Qur'an di masa Nabi ﷺ.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih al-Bukhari) menyebutkan bahwa perintah "خُذُوا" (ambillah) di sini bermakna anjuran untuk belajar Al-Qur'an dari mereka, karena mereka adalah yang paling dipercaya bacaannya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu
Rasulullah ﷺ memulai penyebutan dengan Ibnu Ummi 'Abd (Abdullah bin Mas'ud) sebagai orang pertama yang disebutkan. Ini menunjukkan tingginya kedudukan beliau dalam hal bacaan dan pemahaman Al-Qur'an. Abdullah bin Mas'ud adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam dan termasuk ahlus shuffah yang tekun belajar kepada Nabi ﷺ.
2. Keutamaan Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'b, dan Salim
Ketiga sahabat ini juga memiliki keahlian luar biasa dalam Al-Qur'an. Mu'adz bin Jabal dikenal sebagai sahabat yang paling paham tentang halal dan haram. Ubay bin Ka'b adalah penghafal Al-Qur'an terbaik dan menjadi imam para qurra' di Madinah. Salim maula Abu Hudzaifah adalah seorang budak yang dimerdekakan, namun karena ilmunya, beliau diangkat menjadi imam bagi kaum Muhajirin di Quba'.
3. Pelajaran tentang adab mencari ilmu
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fadhlu 'Ilm as-Salaf 'ala al-Khalaf menjelaskan bahwa mengambil ilmu dari ahlinya adalah prinsip penting. Hadits ini mengajarkan bahwa kita harus belajar Al-Qur'an dari guru yang sanadnya bersambung kepada Nabi ﷺ dan memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni.
4. Perhatian terhadap sanad dan periwayatan
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam berbagai kitabnya menekankan pentingnya sanad dalam mengambil ilmu agama, termasuk Al-Qur'an. Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat sendiri saling merujuk kepada yang lebih ahli dalam Al-Qur'an.
5. Kisah kecintaan Abdullah bin 'Amr
Dalam hadits ini, Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash menyatakan cintanya kepada Abdullah bin Mas'ud karena mendengar langsung pujian Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa mencintai orang-orang shalih karena Allah adalah bagian dari keimanan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu membaca Al-Qur'an, Rasulullah ﷺ pernah menangis mendengar bacaannya. Dalam riwayat lain, beliau ﷺ bersabda tentang Abdullah bin Mas'ud: "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur'an sebagaimana diturunkan, maka bacalah sebagaimana bacaan Ibnu Ummi 'Abd." (HR. Ahmad, dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani).
Kisah ini menunjukkan betapa istimewanya bacaan Abdullah bin Mas'ud. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dalam hal bacaan Al-Qur'an, hingga Nabi ﷺ sendiri memerintahkan umatnya untuk mengambil Al-Qur'an darinya.
Kesimpulan Praktis
- Belajar Al-Qur'an dari guru yang tepat – Pilih guru yang sanadnya jelas, hafalannya kuat, dan pemahamannya sesuai sunnah.
- Menghormati ulama dan ahli Al-Qur'an – Sebagaimana para sahabat saling menghormati dan merujuk kepada yang lebih ahli.
- Mencintai para sahabat – Mencintai sahabat Nabi ﷺ adalah bagian dari iman, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini.
- Bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur'an – Karena Al-Qur'an adalah pedoman hidup yang dijaga oleh Allah ﷻ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.