Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa dekatnya Abdullah bin Mas'ud dan ibunya dengan Nabi ﷺ, sampai-sampai Abu Musa al-Asy'ari mengira mereka bagian dari keluarga Nabi ﷺ. Kedekatan itu bukan karena nasab, tetapi karena seringnya mereka masuk ke rumah Nabi ﷺ, menemani, dan melayani beliau. Ini pelajaran tentang keutamaan ilmu, adab, dan kesetiaan dalam menuntut ilmu serta berkhidmat kepada Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab Keutamaan Abdullah bin Mas'ud dan Ibunya (no. 2460), dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، - وَاللَّفْظُ لِابْنِ رَافِعٍ - قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ ابْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ قَدِمْتُ أَنَا وَأَخِي، مِنَ الْيَمَنِ فَكُنَّا حِينًا وَمَا نُرَى ابْنَ مَسْعُودٍ وَأُمَّهُ إِلَّا مِنْ أَهْلِ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ مِنْ كَثْرَةِ دُخُولِهِمْ وَلُزُومِهِمْ لَهُ
Terjemahan: "Aku dan saudaraku datang dari Yaman. Selama beberapa waktu, kami tidak menganggap Ibnu Mas'ud dan ibunya melainkan termasuk keluarga Rasulullah ﷺ, karena banyaknya mereka masuk (ke rumah beliau) dan selalu menyertai beliau."
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan orang berilmu dan dekat dengan Nabi ﷺ:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
QS. Thaha [20]: 114
"Dan katakanlah: 'Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.'"
Juga firman Allah:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
QS. Al-Mujadilah [58]: 11
"Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggambarkan kedekatan luar biasa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dan ibunya dengan Nabi ﷺ. Abu Musa al-Asy'ari, yang baru datang dari Yaman bersama saudaranya, menyangka mereka keluarga Nabi ﷺ karena seringnya mereka masuk ke rumah beliau dan selalu menyertai beliau.
Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ibnu Mas'ud dan ibunya, serta keutamaan berkhidmat kepada Nabi ﷺ dan seringnya berkumpul dengan beliau. Kedekatan ini bukan karena hubungan nasab, tetapi karena kesungguhan dalam menuntut ilmu dan melayani Nabi ﷺ.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (meskipun beliau mensyarah Shahih Bukhari, namun prinsipnya berlaku) menyebutkan bahwa Ibnu Mas'ud adalah salah satu sahabat yang paling sering menyertai Nabi ﷺ, bahkan beliau pernah berkata tentang Ibnu Mas'ud: "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur'an sebagaimana diturunkan, hendaklah ia membacanya dari Ibnu Mas'ud." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya, dishahihkan oleh al-Albani).
Ibn Katsir dalam tafsirnya sering menyebut Ibnu Mas'ud sebagai salah satu ulama sahabat yang paling dalam ilmunya. Ibnu Taymiyyah dan Ibn Qayyim al-Jawziyyah juga memuji Ibnu Mas'ud sebagai imam dalam ilmu, fiqih, dan tafsir.
Adapun ibunya, Ummu Abdillah, disebutkan dalam hadits ini sebagai orang yang juga sering menyertai Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa keutamaan ilmu dan kedekatan dengan Nabi ﷺ tidak terbatas pada laki-laki saja, tetapi juga perempuan, sebagaimana banyak sahabat perempuan yang mulia seperti Aisyah, Ummu Salamah, dan lainnya.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitabnya menjelaskan bahwa kedekatan dengan Nabi ﷺ adalah kedekatan iman dan ilmu, bukan sekadar kedekatan fisik. Barangsiapa banyak menuntut ilmu dari Nabi ﷺ dan mengamalkannya, maka ia termasuk orang yang dekat dengan beliau.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya tentang hadits-hadits keutamaan sahabat menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ibnu Mas'ud dan ibunya, serta menjadi dalil bahwa berkhidmat kepada ulama dan sering menyertai mereka adalah jalan menuju keutamaan.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam. Ia pernah menggembala kambing milik Uqbah bin Abi Mu'aith. Ketika Nabi ﷺ dan Abu Bakar melewatinya, Nabi ﷺ meminta susu, dan Ibnu Mas'ud menjawab bahwa kambing-kambing itu amanah. Nabi ﷺ lalu mengajarinya cara memerah susu, dan sejak itu Ibnu Mas'ud masuk Islam.
Sejak saat itu, Ibnu Mas'ud selalu menyertai Nabi ﷺ. Ia menjadi salah satu ahli Al-Qur'an yang paling utama, dan Nabi ﷺ pernah bersabda: "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur'an sebagaimana diturunkan, hendaklah ia membacanya dari Ibnu Mas'ud." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dishahihkan al-Albani).
Ibunya juga termasuk orang yang sering menyertai Nabi ﷺ. Kedekatan mereka berdua dengan Nabi ﷺ membuat Abu Musa al-Asy'ari menyangka mereka keluarga Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan Nabi ﷺ adalah kedekatan iman dan ilmu, bukan kedekatan nasab.
Kesimpulan Praktis
- Kedekatan dengan Nabi ﷺ dan para ulama adalah kedekatan iman dan ilmu, bukan kedekatan nasab atau fisik semata.
- Seringnya menyertai ulama dan berkhidmat kepada mereka adalah jalan menuju keutamaan.
- Ibnu Mas'ud dan ibunya adalah contoh salafus shalih yang mulia, yang ilmunya diakui oleh Nabi ﷺ.
- Hendaknya kita bersemangat menuntut ilmu dan mendekat kepada para ulama Ahlus Sunnah.
- Keutamaan ilmu dan kedekatan dengan Nabi ﷺ terbuka bagi laki-laki dan perempuan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.