Penjelasan Hadits Muslim No. 2415 tentang Keutamaan Zubair sebagai pembantu Rasulullah dalam perang

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar sahabat Az-Zubair bin Al-'Awwam radhiyallahu 'anhu. Beliau disebut sebagai hawari (penolong setia) Rasulullah ﷺ, sebagaimana para hawari (pengikut setia) yang mendampingi Nabi Isa 'alaihis salam. Hadits ini juga mengajarkan tentang pentingnya sikap cepat dan sigap dalam merespon seruan kebaikan dan jihad, serta kedudukan tinggi para sahabat di sisi Allah dan Rasul-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab Keutamaan Thalhah dan Zubair, nomor 2415. Teks haditsnya adalah sebagai berikut:

Teks Arab:

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ نَدَبَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ النَّاسَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ ثُمَّ نَدَبَهُمْ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ ثُمَّ نَدَبَهُمْ فَانْتَدَبَ الزُّبَيْرُ فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ " لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيٌّ وَحَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ "

Terjemahan: Jabir bin Abdullah melaporkan: Saya mendengar Rasulullah ﷺ mendorong orang-orang pada Hari Perang Parit untuk berperang. Zubair berkata: Saya siap (untuk berpartisipasi). Kemudian beliau kembali mendorong dan Zubair kembali berkata: Saya siap untuk berpartisipasi. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya, untuk setiap Nabi ada pembantu (hawari) dan pembantuku adalah Zubair."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Meskipun tidak ada ayat yang secara spesifik membahas peristiwa ini, terdapat ayat yang menggambarkan sosok hawariyyun (penolong-penolong) Nabi Isa 'alaihis salam, yang menjadi analogi pujian Nabi ﷺ kepada Az-Zubair.

QS. Ali 'Imran [3]: 52

فَلَمَّآ أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِىٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ ٱللَّهِ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَٱشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Terjemahan: "Maka ketika Isa merasakan keingkaran dari mereka (Bani Israil), dia berkata: 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?' Para hawariyyun (sahabat-sahabat setianya) menjawab: 'Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim.'"

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hawari adalah penolong, orang yang mengkhususkan diri untuk membantu dan membela nabinya. Beliau menukil perkataan Al-Khattabi bahwa hawari adalah orang pilihan yang jujur dan setia.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

  1. Makna Hawari: Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, al-hawari adalah penolong. Dinamakan demikian karena mereka memutihkan pakaian (menggosoknya hingga bersih) atau karena mereka adalah orang-orang pilihan yang jujur dan setia. Ini adalah pujian tertinggi dari Nabi ﷺ kepada Az-Zubair, yang menyamakan kedudukannya dengan para penolong setia Nabi Isa 'alaihis salam.
  2. Keutamaan Az-Zubair bin Al-'Awwam: Hadits ini secara khusus menunjukkan keutamaan Az-Zubair radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga (al-'asyarah al-mubasyarun bi al-jannah), dan juga termasuk salah satu dari enam orang anggota musyawarah (dewan syura) yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu untuk memilih khalifah setelahnya. Sifat keberaniannya yang luar biasa ditunjukkan dengan tiga kali berturut-turut menyatakan kesiapannya saat Nabi ﷺ meminta sukarelawan.
  3. Sikap Sigap dalam Kebaikan: Peristiwa ini terjadi pada Perang Khandaq (Ahzab), saat Madinah dikepung oleh pasukan sekutu. Nabi ﷺ meminta seseorang untuk melakukan tugas berbahaya, mungkin untuk memata-matai atau mencari informasi. Az-Zubair tidak ragu dan langsung menyatakan kesiapannya. Ini adalah teladan tentang al-mubadarah (bersegera) dalam merespon panggilan kebaikan dan membela agama, tanpa menunda-nunda atau mencari alasan.
  4. Pujian yang Tepat dari Nabi: Nabi ﷺ tidak hanya diam, tetapi langsung memberikan apresiasi dan pujian yang agung di hadapan para sahabat lainnya. Ini menunjukkan bahwa memberikan penghargaan kepada orang yang berjasa adalah bagian dari syariat dan merupakan motivasi yang sangat besar bagi yang lain.

Story Telling

Kisah ini terjadi di saat-saat genting Perang Khandaq. Umat Islam saat itu digali parit di sekeliling Madinah atas usulan Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu. Pasukan sekutu (Ahzab) dari Quraisy dan kabilah-kabilah lain telah tiba dan mengepung Madinah. Kondisi sangat sulit, penuh rasa takut dan lapar.

Di tengah ketegangan itu, Nabi ﷺ membutuhkan seorang sukarelawan untuk tugas yang sangat berbahaya, yaitu mencari informasi tentang pergerakan musuh. Beliau bersabda, "Siapakah yang mau pergi untuk mencari tahu keadaan kaum (musuh)?" Maka Az-Zubair radhiyallahu 'anhu langsung berdiri dan berkata, "Saya." Nabi ﷺ mengulangi pertanyaannya, dan Az-Zubair kembali menjawab, "Saya." Begitu pula untuk ketiga kalinya. Melihat kesigapan dan keberanian yang luar biasa ini, Nabi ﷺ lalu bersabda, "Sesungguhnya bagi setiap Nabi ada hawari (penolong setia), dan hawari-ku adalah Az-Zubair."

Kisah ini menunjukkan bahwa keberanian sejati bukanlah tanpa rasa takut, tetapi kemampuan untuk tetap melangkah maju meskipun hati berdebar, karena keyakinan akan janji Allah dan kecintaan kepada Rasul-Nya. Az-Zubair adalah contoh nyata dari kesetiaan dan keberanian yang tidak pernah pudar.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakini Keutamaan Sahabat: Kita wajib meyakini keutamaan para sahabat Nabi ﷺ, khususnya Az-Zubair bin Al-'Awwam, dan tidak mencela mereka sedikit pun. Ini adalah bagian dari iman dan akhlak Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
  2. Teladani Kesigapan: Jadilah pribadi yang sigap dan cepat dalam merespon seruan kebaikan, baik itu dalam menuntut ilmu, membantu sesama, atau membela kebenaran. Jangan menunda-nunda kebaikan.
  3. Hargai Pengorbanan: Belajarlah untuk menghargai dan memuji orang-orang yang berjasa dan berkorban untuk agama dan umat, sebagaimana Nabi ﷺ memuji Az-Zubair.
  4. Jadilah Penolong Agama: Berusahalah untuk menjadi hawari di zaman ini, yaitu orang-orang yang setia menolong agama Allah dengan harta, ilmu, dan tenaga sesuai kemampuan masing-masing.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?