Penjelasan Hadits Muslim No. 2396 tentang Keutamaan Umar dan rasa hormat para wanita kepadanya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, yaitu setan takut dan menghindar darinya. Hadits ini juga mengajarkan adab istri/wanita untuk menutup diri (berhijab) dari laki-laki yang bukan mahram, serta menggambarkan ketegasan Umar dalam perkara agama yang membuat para istri Nabi ﷺ segera berhijab saat mendengar suaranya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab Keutamaan Umar (no. 2396). Imam al-Bukhari juga meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari (no. 3683) dari sahabat Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu.

Terdapat ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab hijab dan rasa malu, yaitu firman Allah Ta'ala:

QS. Al-Ahzab [33]: 53

يٰٓأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ إِلَّآ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلٰى طَعَامٍ غَيْرَ نٰظِرِيْنَ إِنٰىهُ وَلٰكِنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا وَلَا مُسْتَأْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ ۗ إِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِيْ مِنْكُمْ وَاللّٰهُ لَا يَسْتَحْيِيْ مِنَ الْحَقِّ ۗ وَإِذَا سَأَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْـئَلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَآءِ حِجَابٍ ۗ ذٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak, tetapi jika kamu diundang maka masuklah, dan apabila kamu selesai makan maka keluarlah tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu mengganggu Nabi sehingga dia malu kepadamu, tetapi Allah tidak malu (menyampaikan) kebenaran. Dan apabila kamu meminta sesuatu (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini merupakan dasar disyariatkannya hijab bagi istri-istri Nabi ﷺ dan seluruh wanita mukminat. Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa pernikahan Nabi ﷺ dengan Zainab binti Jahsy, di mana para sahabat berlama-lama duduk setelah makan, sehingga Allah memerintahkan adab yang baik ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Keutamaan Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ: "Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu denganmu di suatu jalan kecuali ia menempuh jalan yang lain" merupakan keutamaan khusus bagi Umar. Ini menunjukkan bahwa setan sangat takut kepada Umar karena keimanan dan ketegasannya dalam membela kebenaran.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa ketakutan setan terhadap Umar ini adalah karena kekuatan iman dan keikhlasannya. Setan tidak mampu mendekati hati yang penuh dengan cahaya keimanan dan rasa takut kepada Allah.

2. Adab Para Istri Nabi ﷺ dalam Berhijab

Para istri Nabi ﷺ yang mulia - mereka adalah Ummahatul Mukminin - ketika mendengar suara Umar yang tegas, mereka segera berhijab dan menutup diri. Ini menunjukkan bahwa hijab telah menjadi kebiasaan dan akhlak mereka. Imam al-Qurthubi (dalam tafsirnya yang sejalan dengan pemahaman ulama Ahlus Sunnah) menjelaskan bahwa para istri Nabi ﷺ adalah teladan dalam hal hijab dan menjaga kehormatan.

3. Ketegasan Umar dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Umar menegur para istri Nabi dengan ucapan: "Wahai musuh-musuh diri kalian sendiri, apakah kalian takut kepadaku dan tidak takut kepada Rasulullah ﷺ?" Ini menunjukkan keberanian Umar dalam menegakkan kebenaran, meskipun yang ditegur adalah istri-istri Nabi. Namun perlu diperhatikan bahwa teguran Umar ini dilakukan dengan penuh adab dan di hadapan Rasulullah ﷺ yang tersenyum, menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ meridhai sikap Umar ini.

4. Jawaban Para Istri Nabi yang Jujur

Mereka menjawab dengan jujur: "Engkau lebih keras dan tegas dibandingkan Rasulullah ﷺ." Ini bukan celaan kepada Nabi ﷺ, tetapi justru pujian bahwa Nabi ﷺ memiliki kelembutan dan kasih sayang yang luar biasa. Sifat keras dan tegas Umar adalah karunia Allah untuk menakut-nakuti setan dan orang-orang munafik.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya seorang laki-laki menegur wanita yang bukan mahramnya jika dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar, selama tidak berdua-duaan dan tetap menjaga adab-adab syar'i.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Umar bin Khaththab masuk Islam, kaum muslimin yang sebelumnya bersembunyi-sembunyi menjadi berani. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami tidak mampu shalat di Ka'bah hingga Umar masuk Islam. Ketika Umar masuk Islam, ia memerangi kaum Quraisy hingga mereka membiarkan kami shalat di dekat Ka'bah."

Ibnu Mas'ud juga berkata: "Sesungguhnya keislaman Umar adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah rahmat. Kami tidak mampu shalat di Ka'bah hingga Umar masuk Islam."

Ini menunjukkan bahwa ketegasan Umar dalam kebenaran membawa keberkahan besar bagi kaum muslimin. Setan yang takut kepada Umar adalah bukti nyata bahwa Allah memberikan karunia khusus kepadanya.

Kesimpulan Praktis

Beberapa pelajaran yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Meyakini keutamaan para sahabat - khususnya Umar bin Khaththab - dan tidak mencela mereka, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini.
  2. Menjaga adab hijab - bagi wanita muslimah untuk menutup aurat dan tidak bercampur bebas dengan laki-laki yang bukan mahram, sebagaimana dicontohkan para istri Nabi ﷺ.
  3. Meneladani ketegasan Umar dalam amar ma'ruf nahi munkar, namun tetap dengan adab dan hikmah, tidak kasar tanpa ilmu.
  4. Menjauhi sifat munafik - karena setan takut kepada orang-orang yang ikhlas dan jujur dalam keimanan.
  5. Menghormati kelembutan Nabi ﷺ - bahwa dakwah yang paling utama adalah dengan kelembutan, namun ketegasan diperlukan pada tempatnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?