Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah radhiyallahu 'anhum. Dari jawaban Aisyah radhiyallahu 'anha yang menyebutkan urutan mereka sebagai khalifah seandainya Rasulullah ﷺ menunjuk pengganti, para ulama mengambil pelajaran tentang keutamaan mereka sesuai urutannya. Ini juga menjadi salah satu dalil bahwa Abu Bakar adalah manusia terbaik setelah para nabi, kemudian Umar, kemudian Abu Ubaidah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Para Sahabat, Bab Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq, no. 2385, dari jalur Ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman tentang Abu Bakar radhiyallahu 'anhu:
إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا
"Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya: 'Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.' Maka Allah menurunkan ketenangan kepada-Nya dan menguatkannya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya..." (QS. At-Taubah [9]: 40)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini turun tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, karena beliau adalah sahabat Nabi ﷺ di gua Tsur. Ayat ini menjadi dalil keutamaan Abu Bakar yang sangat agung.
Hadits terkait lainnya:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ
"Seandainya aku boleh mengambil seorang kekasih (khalil) dari umatku, niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasih." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa faedah penting:
1. Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar yang paling utama di antara umat ini. Aisyah radhiyallahu 'anha yang merupakan istri Nabi ﷺ dan paling mengetahui keadaan rumah tangga beliau, menyebutkan Abu Bakar sebagai orang yang akan dipilih Nabi ﷺ sebagai penggantinya. Ini menunjukkan bahwa kedudukan Abu Bakar di sisi Nabi ﷺ sangat tinggi.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Fatawa menegaskan bahwa Ahlus Sunnah sepakat Abu Bakar adalah manusia terbaik setelah para nabi dan rasul. Beliau berkata: "Sesungguhnya Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang paling utama di antara umat ini secara mutlak."
2. Keutamaan Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu
Setelah Abu Bakar, Aisyah menyebutkan Umar bin Khattab. Ini menunjukkan bahwa Umar adalah orang paling utama setelah Abu Bakar. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa urutan keutamaan para sahabat sesuai dengan urutan khilafah mereka: Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali radhiyallahu 'anhum. Ini adalah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
3. Keutamaan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah radhiyallahu 'anhu
Aisyah menyebutkan Abu Ubaidah setelah Umar. Beliau adalah Amin (kepercayaan) umat ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينٌ وَأَمِينُ هَذِهِ الْأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
"Setiap umat memiliki orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa penyebutan Abu Ubaidah dalam hadits ini menunjukkan keutamaannya yang sangat tinggi, namun tetap di bawah Abu Bakar dan Umar.
4. Berhentinya Aisyah pada Abu Ubaidah
Aisyah radhiyallahu 'anha berhenti pada Abu Ubaidah dan tidak menyebutkan nama setelahnya. Para ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan wara' (kehati-hatian) Aisyah, karena beliau tidak ingin menetapkan urutan setelah itu tanpa dasar yang jelas dari Nabi ﷺ. Ini juga menunjukkan bahwa beliau hanya menyebutkan orang-orang yang jelas keutamaannya menurut apa yang beliau ketahui.
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Abu Bakar radhiyallahu 'anhu sakit menjelang wafatnya, beliau memanggil para sahabat dan bermusyawarah tentang penggantinya. Beliau kemudian menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifah setelahnya. Ketika Umar ditanya tentang hal ini, beliau berkata: "Abu Bakar tidaklah keliru dalam memilihku." Ini menunjukkan bahwa para sahabat saling mengakui keutamaan satu sama lain sesuai dengan urutan yang disebutkan dalam hadits Aisyah ini.
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah dalam Siyar A'lam An-Nubala menceritakan bahwa ketika Umar bin Khattab terluka akibat tikaman Abu Lu'lu'ah, beliau membentuk tim musyawarah yang terdiri dari enam sahabat terbaik untuk memilih khalifah penggantinya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan urusan kepemimpinan umat dan memilih orang-orang terbaik di antara mereka.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini keutamaan para sahabat sesuai urutannya: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali radhiyallahu 'anhum, dan mengakui keutamaan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.
- Meneladani sikap Aisyah radhiyallahu 'anha: Tidak berbicara tanpa ilmu dan berhenti ketika tidak memiliki dasar yang jelas.
- Menghormati para sahabat Nabi ﷺ: Tidak mencela mereka, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini.
- Meneladani kejujuran dan keteguhan Abu Bakar: Beliau adalah orang yang paling jujur dan paling teguh imannya setelah para nabi.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.