Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu mukjizat ilmiah dan historis dari Nabi ﷺ yang memberitahukan profesi Nabi Zakariyya عليه السلام sebagai seorang tukang kayu (najjār). Ini bukan sekadar informasi profesi, tetapi mengandung pelajaran besar tentang keutamaan bekerja dengan tangan sendiri, kehalusan hati seorang nabi, serta bukti kebenaran kenabian Muhammad ﷺ yang tidak bisa membaca maupun menulis, namun menyampaikan kabar yang tidak mungkin diketahui kecuali dari wahyu Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang dimaksud:
Telah menceritakan kepada kami Haddāb bin Khālid, telah menceritakan kepada kami Hammād bin Salamah, dari Tsābit, dari Abū Rāfi', dari Abū Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"كَانَ زَكَرِيَّاءُ نَجَّارًا"
"Zakariyya adalah seorang tukang kayu."
(HR. Muslim, Kitab Keutamaan, Bab Keutamaan Zakariyya عليه السلام, no. 2379)
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman tentang Nabi Zakariyya عليه السلام:
ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا
"Yang disebutkan (dalam ayat ini) adalah rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakariyya."
(QS. Maryam [19]: 2)
Kaitan dengan ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menyebutkan profesi seseorang, dan bahwa Nabi Zakariyya عليه السلام bekerja sebagai tukang kayu untuk mencari nafkah halal. Ini juga menunjukkan keutamaan bekerja dengan tangan sendiri, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain tentang keutamaan hasil usaha tangan sendiri.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Bekerja dengan Tangan Sendiri
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa para nabi عليهم السلام adalah manusia biasa yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Nabi Zakariyya عليه السلام bekerja sebagai tukang kayu, Nabi Dawud عليه السلام bekerja sebagai pandai besi, dan Nabi Muhammad ﷺ pernah menggembala kambing. Ini menunjukkan bahwa bekerja dengan tangan sendiri adalah perbuatan mulia, bukan sesuatu yang merendahkan derajat seseorang.
2. Bukti Kebenaran Kenabian Muhammad ﷺ
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini adalah bukti kenabian. Rasulullah ﷺ adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis), tidak pernah bergaul dengan para ahli sejarah, dan tidak pernah mempelajari kitab-kitab terdahulu. Namun beliau memberitakan profesi Nabi Zakariyya عليه السلام yang tidak mungkin beliau ketahui kecuali dari wahyu Allah. Ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar menerima wahyu dari Allah.
3. Nabi Zakariyya adalah Manusia Biasa yang Bekerja
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Nabi Zakariyya عليه السلام adalah seorang nabi yang mulia, namun beliau tetap bekerja sebagai tukang kayu. Ini menunjukkan bahwa menjadi nabi tidak menghalangi seseorang untuk bekerja mencari nafkah. Para nabi adalah teladan dalam hal kemandirian dan tidak menjadi beban bagi orang lain.
4. Pelajaran tentang Tawadhu' (Rendah Hati)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa menyebutkan profesi Nabi Zakariyya عليه السلام sebagai tukang kayu mengandung pelajaran tentang kerendahan hati. Seorang yang mulia tidak perlu malu dengan pekerjaannya selama itu halal. Yang penting adalah keikhlasan dan usaha untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.
5. Bantahan terhadap Mereka yang Merendahkan Pekerjaan Tertentu
Hadits ini juga menjadi bantahan bagi sebagian orang yang merendahkan pekerjaan tertentu. Jika seorang nabi saja bekerja sebagai tukang kayu, maka tidak ada pekerjaan halal yang hina selama dilakukan dengan cara yang benar dan tidak melanggar syariat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa para nabi عليهم السلام memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Nabi Adam عليه السلام adalah seorang petani, Nabi Nuh عليه السلام adalah seorang tukang kayu juga, Nabi Dawud عليه السلام adalah pandai besi, dan Nabi Zakariyya عليه السلام adalah tukang kayu.
Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ"
"Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun kecuali ia pernah menggembala kambing."
Para sahabat bertanya: "Apakah engkau juga, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Ya, aku pernah menggembala kambing milik penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath."
(HR. Al-Bukhari, no. 2262)
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa para nabi عليهم السلام tidak pernah merasa gengsi untuk bekerja. Mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan Allah menjadikan mereka teladan dalam hal kemandirian dan tidak bergantung kepada orang lain.
Kesimpulan Praktis
- Bekerja dengan tangan sendiri adalah perbuatan mulia — selama pekerjaan itu halal, tidak ada yang hina di dalamnya.
- Jangan merendahkan orang lain karena profesinya — karena Nabi Zakariyya عليه السلام saja adalah tukang kayu.
- Hadits ini memperkuat keimanan kita kepada kenabian Muhammad ﷺ — karena beliau menyampaikan kabar yang tidak mungkin diketahui kecuali dari wahyu.
- Jadilah pribadi yang mandiri — jangan menjadi beban bagi orang lain selama masih mampu bekerja.
- Tanamkan sifat tawadhu' — jangan sombong dengan profesi atau kedudukan kita, karena kemuliaan di sisi Allah adalah karena ketakwaan, bukan karena pekerjaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.