Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2367 tentang Tangisan bayi karena cucukan setan saat lahir

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa tangisan bayi yang baru lahir adalah akibat dari sentuhan atau cucukan setan. Ini adalah bagian dari fitrah dan takdir Allah, bukan aib bagi bayi atau orang tuanya. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa setan selalu berusaha mengganggu anak cucu Adam sejak awal kelahirannya, dan menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari gangguan setan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "صِيَاحُ الْمَوْلُودِ حِينَ يَقَعُ نَزْغَةٌ مِنَ الشَّيْطَانِ"

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tangisan anak (yang baru lahir) ketika ia jatuh (dilahirkan) adalah cucukan dari setan."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3431) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dengan lafaz yang semakna.

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. An-Nisa' [4]: 117

إِن يَدْعُونَ مِن دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِن يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَّرِيدًا

"Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala-berhala, dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka."

Ayat ini menunjukkan bahwa setan adalah makhluk yang durhaka dan selalu berusaha menyesatkan manusia. Namun untuk konteks hadits ini, yang lebih relevan adalah pemahaman bahwa setan selalu mengganggu manusia, bahkan sejak bayi dilahirkan.

Penjelasan ulama tentang hadits ini:

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (15/117) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa setiap bayi yang lahir pasti ditusuk oleh setan, kecuali Isa bin Maryam 'alaihissalam dan ibunya Maryam. Beliau menukil riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan kecuali ia ditusuk oleh setan, lalu ia berteriak karena tusukan itu, kecuali Maryam dan putranya." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/381) menjelaskan bahwa "nazghah" (نَزْغَةٌ) berarti tusukan atau sentuhan yang menusuk. Ini adalah bentuk gangguan setan yang nyata, dan tangisan bayi adalah reaksi alami terhadap gangguan tersebut.

Penjelasan Rinci

Makna "Nazghah" (نَزْغَةٌ):

Kata nazghah berasal dari kata nazgh (نَزْغُ) yang berarti tusukan, dorongan, atau sentuhan yang menusuk. Dalam Al-Qur'an, kata ini digunakan dalam konteks gangguan setan, seperti dalam QS. Al-A'raf [7]: 200:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Tuhfah al-Maudud bi Ahkam al-Maulud menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan beberapa hal:

  1. Setan benar-benar menyentuh dan mengganggu bayi — Ini adalah hakikat yang nyata, bukan sekadar kiasan. Para ulama Ahlus Sunnah meyakini bahwa setan memiliki kemampuan untuk menyentuh dan mempengaruhi manusia, sebagaimana disebutkan dalam banyak dalil.
  2. Tangisan bayi adalah reaksi alami — Bayi menangis karena merasakan tusukan tersebut. Ini adalah bagian dari takdir Allah yang berlaku pada semua anak Adam kecuali Maryam dan putranya Isa 'alaihissalam.
  3. Hikmah dianjurkan membaca adzan di telinga bayi — Sebagian ulama menganjurkan adzan di telinga bayi yang baru lahir sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan, berdasarkan hadits riwayat Abu Rafi' bahwa Nabi ﷺ mengumandangkan adzan di telinga Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkannya (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil bahwa setan memiliki peran dalam kehidupan manusia sejak awal. Ini bukan berarti bayi tersebut berdosa atau terkena kesurupan, tetapi ini adalah bentuk permusuhan setan yang dijelaskan dalam Al-Qur'an:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

"Dia (Iblis) berkata: 'Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.'" (QS. Shad [38]: 82)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini tidak boleh dipahami secara berlebihan. Tangisan bayi adalah hal yang wajar dan alami, dan setan hanya menjadi sebab. Bayi menangis karena berbagai sebab juga, seperti lapar, haus, atau tidak nyaman. Namun hadits ini menegaskan bahwa ada gangguan setan yang menyertai kelahiran setiap manusia.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama:

Sebagian ulama seperti Imam al-Qurthubi (yang termasuk dalam daftar rujukan kita melalui kitab al-Mufhim yang disyarah oleh ulama lain) menjelaskan bahwa tusukan setan ini adalah hakikat yang nyata. Namun ada juga sebagian ulama yang menafsirkannya secara kiasan, bahwa yang dimaksud adalah bisikan setan yang menyebabkan bayi menangis.

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur ulama, termasuk Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar, bahwa tusukan setan ini adalah hakikat yang nyata, karena Nabi ﷺ menyebutkannya secara tegas dan tidak ada indikasi bahwa beliau berbicara secara kiasan.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ إِلَّا نَخَسَهُ الشَّيْطَانُ فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ نَخْسَةِ الشَّيْطَانِ إِلَّا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ

"Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan kecuali setan menusuknya, lalu ia berteriak karena tusukan setan itu, kecuali Maryam dan putranya (Isa)." (HR. al-Bukhari no. 3431 dan Muslim no. 2366)

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan Isa dan ibunya?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya keduanya berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, sebagaimana firman Allah:

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

'Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak cucunya kepada (Allah) dari setan yang terkutuk.' (QS. Ali 'Imran [3]: 36)

Hikmah dari kisah ini:

  1. Allah melindungi Maryam dan putranya Isa dari gangguan setan karena doa ibunda Maryam yang tulus.
  2. Ini menunjukkan kekuatan doa dan perlindungan Allah bagi hamba-Nya yang ikhlas.
  3. Setan adalah musuh yang nyata, dan kita harus selalu berlindung kepada Allah darinya.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa tangisan bayi adalah hal yang wajar — Ini bukan aib atau tanda keburukan, melainkan bagian dari takdir Allah dan gangguan setan yang telah dijelaskan oleh Nabi ﷺ.
  2. Biasakan membaca doa perlindungan untuk anak — Seperti doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an: "Wa inni u'idzuha bika wa dzurriyyataha minasy syaithanir rajim" (QS. Ali 'Imran [3]: 36), dan doa-doa perlindungan lainnya yang diajarkan Nabi ﷺ untuk anak-anak.
  3. Anjurkan adzan di telinga bayi yang baru lahir — Sebagai bentuk perlindungan dan pengenalan awal tentang Allah dan agama Islam.
  4. Jangan khawatir berlebihan — Setan memang mengganggu, tetapi Allah telah memberikan perlindungan dan petunjuk bagi hamba-Nya yang beriman dan berlindung kepada-Nya.
  5. Perbanyak dzikir dan isti'adzah — Karena setan akan terus mengganggu selama manusia hidup, dan senjata kita adalah dzikir dan berlindung kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi