Penjelasan Hadits Muslim No. 2355 tentang Nama-nama Nabi Muhammad ﷺ

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ memiliki beberapa nama dan sifat yang mulia, di antaranya Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffi (yang datang terakhir), Al-Hasyir (yang mengumpulkan), Nabi at-Taubah (pembawa jalan tobat), dan Nabi ar-Rahmah (pembawa rahmat). Nama-nama ini bukan sekadar gelar, tetapi menunjukkan kedudukan, tugas, dan misi beliau ﷺ sebagai penutup para nabi dan rahmat bagi seluruh alam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Fadhail, Bab “Fî Asmâ’ an-Nabî ﷺ”, nomor 2355, dari sahabat Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu.

Teks hadits:

وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُسَمِّي لَنَا نَفْسَهُ أَسْمَاءً فَقَالَ: «أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَحْمَدُ وَالْمُقَفِّي وَالْحَاشِرُ وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ».

Terjemahan:

“Abu Musa al-Asy‘ari berkata: Rasulullah ﷺ menyebutkan kepada kami nama-nama untuk dirinya sendiri, lalu beliau bersabda: ‘Aku adalah Muhammad, Ahmad, al-Muqaffi, al-Hasyir, Nabi at-Taubah, dan Nabi ar-Rahmah.’”

Dalil Al-Qur’an yang berkaitan:

  1. QS. Al-Ahzab [33]: 40

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Terjemahan:

“Muhammad itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

  1. QS. Al-Anbiya’ [21]: 107

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Terjemahan:

“Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

  1. QS. At-Taubah [9]: 128

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Terjemahan:

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kebaikan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

Hadits lain yang mendukung makna ini adalah hadits dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Jubair bin Muth‘im radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ لِي أَسْمَاءً: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِيَ الْكُفْرَ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِي، وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ

Terjemahan:

“Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama: aku Muhammad, aku Ahmad, aku al-Mahi (yang menghapus) yang dengan sebab aku Allah menghapus kekufuran, aku al-Hasyir yang manusia akan dikumpulkan di atas kakiku, dan aku al-‘Aqib yang tidak ada nabi setelahnya.”

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa nama yang masing-masing mengandung makna dan keutamaan tersendiri. Para ulama dari daftar yang disebutkan menjelaskan makna nama-nama tersebut sebagai berikut:

  1. Muhammad

Nama ini berasal dari kata hamd (pujian). Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa beliau disebut Muhammad karena beliau banyak dipuji, baik di dunia maupun di akhirat. Allah memujinya, para malaikat memujinya, dan umatnya memujinya. Nama ini juga disebutkan dalam Al-Qur’an, misalnya QS. Muhammad [47]: 2.

  1. Ahmad

Nama ini juga berasal dari hamd, tetapi dengan pola tafdhîl (lebih banyak/lebih kuat), yang menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang paling banyak memuji Allah dan paling banyak dipuji. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Ahmad adalah nama beliau yang disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ash-Shaff [61]: 6, yang mengutip perkataan Nabi Isa ‘alaihissalam tentang kedatangan seorang rasul setelahnya yang bernama Ahmad.

  1. Al-Muqaffi

Maknanya adalah “yang mengikuti” atau “yang datang terakhir.” Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa beliau disebut al-Muqaffi karena beliau mengikuti jejak para nabi sebelumnya dan menjadi penutup para nabi. Beliau datang setelah semua nabi, dan tidak ada nabi setelah beliau. Ini sejalan dengan QS. Al-Ahzab [33]: 40 yang menyebut beliau sebagai khâtam an-nabiyyîn (penutup para nabi).

  1. Al-Hasyir

Maknanya adalah “yang mengumpulkan.” Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa beliau disebut al-Hasyir karena beliau adalah nabi yang pertama kali dibangkitkan dan manusia dikumpulkan di hadapannya pada hari kiamat. Beliau juga mengumpulkan manusia dalam satu umat dan satu syariat. Dalam hadits Jubair bin Muth‘im disebutkan: “Aku al-Hasyir yang manusia akan dikumpulkan di atas kakiku.”

  1. Nabi at-Taubah

Maknanya adalah nabi yang membawa jalan tobat. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma‘ad menjelaskan bahwa Allah membuka pintu tobat bagi umat manusia melalui beliau. Sebelum beliau, tobat bagi umat-umat terdahulu seringkali harus melalui hukuman atau cara tertentu, tetapi melalui beliau, tobat menjadi mudah dan diterima. Beliau juga mengajarkan istighfar dan taubat sebagai jalan kembali kepada Allah.

  1. Nabi ar-Rahmah

Maknanya adalah nabi yang membawa rahmat. Ini sesuai dengan QS. Al-Anbiya’ [21]: 107. Imam Ibn Katsir menjelaskan bahwa Allah mengutus beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam, baik bagi orang beriman maupun bagi seluruh makhluk. Rahmat ini mencakup ajaran-ajarannya yang penuh kasih sayang, syariatnya yang mudah, dan kehadirannya yang membawa berkah.

Para ulama seperti Imam an-Nawawi, Ibn Hajar, Ibn Katsir, dan Ibn Qayyim sepakat bahwa nama-nama ini bukan sekadar gelar, tetapi menunjukkan sifat dan tugas beliau. Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara mereka dalam memahami makna nama-nama ini. Yang paling kuat adalah bahwa semua nama ini sah dan memiliki makna masing-masing, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu duduk bersama para sahabat lainnya. Rasulullah ﷺ datang dan menyebutkan nama-nama beliau kepada mereka. Beliau bersabda dengan penuh kasih sayang, “Aku adalah Muhammad, Ahmad, al-Muqaffi, al-Hasyir, Nabi at-Taubah, dan Nabi ar-Rahmah.” Para sahabat mendengarkan dengan penuh perhatian dan merenungkan makna setiap nama. Mereka menyadari bahwa setiap nama mengandung pelajaran tentang kedudukan beliau yang mulia dan tugas yang agung. Abu Musa al-Asy‘ari kemudian menyampaikan hadits ini kepada generasi berikutnya agar mereka juga mengenal Nabi mereka dengan baik.

Hikmah dari kisah ini adalah pentingnya mengenal Nabi ﷺ melalui nama-nama dan sifat-sifat beliau, sehingga kita dapat mencintai beliau dengan lebih dalam dan mengikuti sunnahnya dengan lebih baik.

Kesimpulan Praktis

  1. Hendaknya kita mengenal Nabi ﷺ melalui nama-nama dan sifat-sifat beliau yang mulia, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.
  2. Setiap nama beliau mengandung makna yang menunjukkan kedudukan dan tugas beliau sebagai penutup para nabi dan rahmat bagi seluruh alam.
  3. Kita harus meneladani sifat-sifat beliau, seperti kasih sayang, rahmat, dan ajakan kepada tobat.
  4. Hendaknya kita memperbanyak membaca shalawat dan mempelajari sirah beliau untuk meningkatkan kecintaan kepada beliau.
  5. Kita harus meyakini bahwa beliau adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi setelah beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?