Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2353 tentang Usia Nabi saat wafat enam puluh lima tahun

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang usia dan masa dakwah Nabi ﷺ. Dari jawaban Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, kita mengetahui bahwa Nabi ﷺ diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, kemudian tinggal di Mekkah selama 15 tahun (dengan perincian 13 tahun setelah kenabian dan 2 tahun sebelumnya, atau 15 tahun masa dakwah di Mekkah), lalu setelah hijrah ke Madinah beliau hidup selama 10 tahun hingga wafat. Jadi, total usia beliau ketika wafat adalah 65 tahun menurut pendapat yang kuat dalam hadits ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan (Fadhail), Bab "Berapa Lama Nabi ﷺ Tinggal di Mekkah dan Madinah", nomor 2353, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Dalil lain yang mendukung tentang usia dan masa dakwah Nabi ﷺ adalah firman Allah Ta'ala:

QS. Yunus [10]: 16

قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Katakanlah (Muhammad), 'Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan tidak (pula) memberitahukannya kepadamu. Sungguh, aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelum turunnya (Al-Qur'an). Apakah kamu tidak mengerti?'"

Para ulama menafsirkan bahwa masa beliau tinggal di tengah-tengah kaumnya sebelum kenabian adalah 40 tahun. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya ketika menafsirkan ayat ini, bahwa masa sebelum kenabian beliau adalah 40 tahun.

Penjelasan Rinci

Dalam hadits ini, ada beberapa poin penting yang perlu dijelaskan:

1. Usia Nabi ﷺ ketika wafat

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma ditanya oleh 'Ammar maula Bani Hasyim tentang usia Nabi ﷺ ketika wafat. Beliau menjawab dengan cara yang menarik: "Apakah kamu bisa berhitung?" Kemudian beliau merinci: "Peganglah (ingatlah) empat puluh (tahun sebagai usia beliau diangkat menjadi Nabi), lalu lima belas tahun di Mekkah, dan sepuluh tahun di Madinah."

Jika dijumlahkan: 40 + 15 + 10 = 65 tahun. Inilah usia Nabi ﷺ ketika wafat menurut pendapat yang masyhur dari Ibnu Abbas.

2. Masa tinggal di Mekkah

Ibnu Abbas menyebutkan "lima belas tahun di Mekkah, dalam keadaan aman dan takut." Ini mencakup masa sebelum kenabian dan sesudahnya. Perinciannya:

  • 40 tahun sebelum kenabian (usia beliau ketika diangkat menjadi Rasul)
  • 13 tahun setelah kenabian di Mekkah
  • Total masa beliau di Mekkah sejak lahir sampai hijrah adalah 53 tahun, namun yang dimaksud Ibnu Abbas dengan "lima belas tahun" adalah masa dakwah setelah kenabian (13 tahun) ditambah 2 tahun sebelum kenabian ketika beliau mulai menerima mimpi yang benar, atau bisa juga yang dimaksud adalah masa dakwah secara keseluruhan di Mekkah.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud "lima belas tahun" adalah masa beliau tinggal di Mekkah setelah diangkat menjadi Nabi, yaitu 13 tahun ditambah masa sebelum diutus secara resmi. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa masa dakwah di Mekkah adalah 13 tahun, dan Ibnu Abbas menyebut 15 tahun karena menggabungkan masa sebelum dan sesudah kenabian.

3. Masa tinggal di Madinah

Ibnu Abbas menyebutkan "sepuluh tahun setelah hijrah ke Madinah." Ini adalah masa yang disepakati oleh para ulama. Nabi ﷺ hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, dan wafat pada tahun 632 M, yaitu genap 10 tahun.

4. Hikmah dari jawaban Ibnu Abbas

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menjawab dengan metode ta'dad (menghitung) agar penanya bisa memahami dengan mudah. Ini menunjukkan adab dan kecerdasan para sahabat dalam menyampaikan ilmu. Mereka tidak hanya memberikan angka, tetapi juga menjelaskan dengan cara yang mudah dicerna.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa terdapat perbedaan pendapat tentang usia Nabi ﷺ ketika wafat, namun pendapat yang paling kuat adalah 63 tahun menurut hadits-hadits lain, dan 65 tahun menurut hadits Ibnu Abbas ini. Perbedaan ini bisa dikompromikan: yang 63 tahun adalah hitungan yang tidak memasukkan 2 tahun masa sebelum kenabian secara resmi, sedangkan yang 65 tahun memasukkan masa beliau tinggal di Mekkah sejak lahir hingga diutus (40 tahun) ditambah 13 tahun dakwah di Mekkah dan 10 tahun di Madinah, total 63 tahun. Adapun yang 65 tahun, Ibnu Abbas menghitung masa beliau di Mekkah sebagai 15 tahun (13 tahun kenabian + 2 tahun sebelum kenabian saat beliau mulai menerima wahyu dalam bentuk mimpi yang benar).

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ wafat, para sahabat sangat berduka. Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sempat berkata, "Barangsiapa yang mengatakan Muhammad telah mati, maka aku akan penggal lehernya!" Namun kemudian Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu berdiri dan berkata, "Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah mati. Dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan mati." Kemudian beliau membacakan firman Allah:

QS. Ali 'Imran [3]: 144

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ

"Muhammad itu hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)?"

Maka Umar berkata, "Demi Allah, ketika aku mendengar Abu Bakar membacakan ayat ini, aku hampir jatuh tersungkur karena menyadari bahwa Nabi ﷺ benar-benar telah wafat." (HR. Bukhari)

Kisah ini mengajarkan kita bahwa usia dan masa hidup Nabi ﷺ adalah bagian dari takdir Allah yang telah ditetapkan. Tugas kita bukanlah berlarut-larut dalam kesedihan, tetapi mengambil pelajaran dari perjuangan beliau selama 23 tahun berdakwah—13 tahun di Mekkah dengan penuh cobaan dan 10 tahun di Madinah dengan membangun masyarakat Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Menghargai perjuangan Nabi ﷺ - Beliau berdakwah selama 23 tahun dengan penuh kesabaran, baik dalam keadaan aman maupun takut. Kita harus meneladani kesabaran ini dalam berdakwah dan beramal.
  2. Memahami sirah (sejarah) Nabi ﷺ - Mengetahui usia dan masa dakwah beliau membantu kita memahami konteks turunnya wahyu dan peristiwa-peristiwa penting dalam Islam.
  3. Tidak berlebihan dalam mencintai Nabi ﷺ - Kita mencintai beliau sebagaimana yang diperintahkan, tanpa berlebihan hingga menempatkan beliau di posisi yang tidak semestinya, karena beliau adalah hamba dan Rasul Allah.
  4. Mengambil hikmah dari setiap peristiwa - Sebagaimana Ibnu Abbas menjelaskan dengan metode yang mudah, kita pun hendaknya menyampaikan ilmu dengan cara yang mudah dipahami orang lain.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.