Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2349 tentang Bab Berapa Usia Nabi ﷺ Ketika Wafat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa usia Rasulullah ﷺ ketika wafat adalah 63 tahun. Ini adalah pendapat yang paling kuat dan masyhur di kalangan ulama, berdasarkan riwayat dari Aisyah dan Sa'id bin al-Musayyib. Informasi ini penting untuk diketahui sebagai bagian dari kecintaan kita kepada Nabi ﷺ dan untuk memahami masa-masa kerasulan beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat Shahih Muslim, nomor 2349, dari jalur Aisyah radhiyallahu 'anha. Beliau berkata:

> أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ تُوُفِّيَ وَهُوَ ابْنُ ثَلاَثٍ وَسِتِّينَ سَنَةً

> "Bahwasanya Rasulullah ﷺ wafat dalam usia 63 tahun."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4466) dari jalur 'Urwah bin az-Zubair dari Aisyah. Ini menunjukkan kesepakatan para perawi utama (al-Bukhari dan Muslim) atas riwayat ini.

Kaitan dengan Ulama:

  • Ibnu Syihab az-Zuhri (w. 124 H), seorang tabi'in besar dan imam dalam ilmu hadits, meriwayatkan hadits ini dari 'Urwah. Beliau juga mengkonfirmasi bahwa Sa'id bin al-Musayyib (w. 94 H), seorang tabi'in terkemuka, juga meriwayatkan hal yang sama. Ini menunjukkan bahwa informasi ini telah menjadi pengetahuan yang kokoh di kalangan tabi'in.
  • Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa riwayat usia 63 tahun inilah yang paling shahih dan masyhur. Beliau juga menyebutkan adanya riwayat lain yang menyebutkan usia 60 atau 65 tahun, namun beliau menegaskan bahwa riwayat yang paling kuat adalah 63 tahun.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fath al-Bari (Syarh Shahih al-Bukhari) juga menguatkan pendapat ini. Beliau menjelaskan secara rinci perbedaan riwayat dan menyimpulkan bahwa usia 63 tahun adalah yang paling tepat berdasarkan banyak jalur periwayatan yang shahih.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan informasi yang sangat jelas dan shahih tentang usia Nabi Muhammad ﷺ saat wafat. Para ulama sepakat bahwa beliau lahir pada Tahun Gajah (sekitar 570 M) dan diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun. Beliau berdakwah di Mekkah selama 13 tahun, kemudian hijrah ke Madinah dan berdakwah di sana selama 10 tahun. Total masa kerasulan adalah 23 tahun, dan jika ditambahkan dengan usia 40 tahun saat diangkat menjadi nabi, maka genaplah usia beliau 63 tahun.

Mengapa informasi ini penting?

  1. Meneladani Usia Produktif: Usia 63 tahun adalah usia yang sangat produktif untuk berdakwah dan berjuang. Ini mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda kebaikan dan memanfaatkan setiap fase kehidupan untuk beribadah dan beramal shalih.
  2. Memahami Periodesasi Dakwah: Dengan mengetahui usia beliau, kita bisa membagi sirah (sejarah hidup) beliau menjadi fase-fase yang jelas: fase pra-kenabian (40 tahun), fase Mekkah (13 tahun), dan fase Madinah (10 tahun). Ini membantu kita memahami konteks turunnya ayat dan peristiwa penting.
  3. Menepis Keraguan: Informasi yang shahih ini menutup pintu bagi spekulasi atau riwayat-riwayat lemah yang menyebutkan usia berbeda. Sebagai Ahlus Sunnah, kita berpegang pada dalil yang paling kuat.

Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah juga menguatkan pendapat ini dengan menyebutkan bahwa ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, termasuk para ahli sejarah dan hadits.

Story Telling

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

> "Rasulullah ﷺ wafat di kamarku, pada giliranku, dan di antara dada dan leherku. Dan Allah mempertemukan antara air liurku dan air liurnya pada saat sakaratul maut." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa dekatnya Aisyah dengan Nabi ﷺ hingga akhir hayat beliau. Informasi usia 63 tahun yang beliau sampaikan bukanlah sekadar angka, melainkan bagian dari kesaksian seorang istri yang mulia dan paling mengetahui urusan rumah tangga Nabi. Ini mengajarkan kita untuk mengambil ilmu dari sumber yang terpercaya dan dekat dengan sumbernya.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah dengan Ilmu yang Shahih: Usia Nabi ﷺ saat wafat adalah 63 tahun. Ini adalah informasi yang kuat dan tidak perlu diragukan lagi.
  2. Ambil Pelajaran: Usia beliau yang tidak terlalu panjang namun penuh dengan perjuangan mengajarkan kita untuk fokus pada kualitas amal, bukan kuantitas usia.
  3. Cintai Nabi dengan Mengenal Beliau: Semakin kita mengenal detail kehidupan beliau, semakin bertambah kecintaan kita kepada beliau. Jadikanlah sirah Nabi sebagai bacaan dan pelajaran utama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.