Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ wafat pada usia 63 tahun, demikian pula Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khattab radhiyallahu 'anhuma. Ini adalah usia yang paling masyhur dan disepakati oleh mayoritas ulama. Pelajaran penting: usia Nabi yang relatif tidak terlalu panjang mengajarkan kita untuk mengisi waktu dengan amal shalih dan tidak menunda-nunda kebaikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks Arab hadits yang disampaikan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:
> قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَهُوَ ابْنُ ثَلاَثٍ وَسِتِّينَ وَأَبُو بَكْرٍ وَهُوَ ابْنُ ثَلاَثٍ وَسِتِّينَ وَعُمَرُ وَهُوَ ابْنُ ثَلاَثٍ وَسِتِّينَ
“Rasulullah ﷺ wafat dalam usia enam puluh tiga tahun, begitu pula Abu Bakar dan Umar wafat dalam usia enam puluh tiga tahun.” (HR. Muslim, Kitab Fadhail, Bab Usia Nabi pada Saat Wafat, no. 2348)
Penjelasan Ulama:
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menegaskan bahwa riwayat ini adalah yang paling kuat dan masyhur. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian riwayat lain menyebutkan usia 60 atau 65 tahun, tetapi pendapat 63 tahun adalah yang paling sahih.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menjelaskan bahwa perbedaan angka usia terjadi karena perbedaan dalam menghitung tahun (ada yang menggunakan tahun hijriah atau masehi), atau perbedaan awal kelahiran, namun kesimpulan akhir menyatakan bahwa usia beliau adalah 63 tahun.
- Al-Hafizh Ibnu Katsir (dalam al-Bidayah wa an-Nihayah) merinci bahwa Nabi ﷺ lahir pada Tahun Gajah, diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun, tinggal di Mekah selama 13 tahun, lalu hijrah dan tinggal di Madinah selama 10 tahun, sehingga total 63 tahun.
Ayat Al-Qur’an yang terkait:
Tidak ada ayat khusus yang menyebut angka tersebut, namun firman Allah tentang kematian setiap jiwa (QS. Ali Imran [3]: 185) dan tentang masa hidup yang singkat menjadi pengingat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan umur Nabi yang telah ditakdirkan oleh Allah. Ulama salaf, seperti Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah, sering menyebutkan bahwa Nabi wafat pada usia 63 tahun sebagai bukti bahwa usia beliau tidak terlalu panjang, namun dalam waktu itu beliau telah menyampaikan risalah secara sempurna.
Ada riwayat lain yang menyebutkan 60 tahun atau 65 tahun. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Anas bahwa Nabi wafat usia 63 tahun, dan Ibnu Hajar menguatkan bahwa yang 63 tahun adalah pendapat mayoritas sahabat dan tabi'in. Imam Ahmad bin Hanbal juga memilih usia 63 tahun.
Hikmah dari kesamaan usia Abu Bakar dan Umar dengan Nabi menunjukkan bahwa Allah memberikan umur yang berkah bagi para khalifah yang utama. Ini juga menjadi pelajaran bahwa usia ideal untuk berdakwah dan memimpin tidak harus panjang, tetapi yang penting adalah kualitas amal.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, bahwa ketika Nabi ﷺ sakit menjelang wafat, beliau bersabda: “Tidak ada seorang nabi pun yang diuji seperti aku diuji.” Namun beliau tetap sabar dan terus membimbing umat hingga akhir hayat. Ketika beliau wafat, Umar bin Khattab sempat tidak percaya dan bersumpah bahwa Nabi tidak mati. Lalu Abu Bakar datang dan membacakan ayat: “Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang?” (QS. Ali Imran [3]: 144). Maka Umar pun sadar. (HR. Bukhari, no. 3667). Kisah ini mengajarkan kita untuk menerima takdir Allah dengan sabar dan tidak berlebihan dalam mencintai sehingga lupa bahwa setiap jiwa pasti mati.
Kesimpulan Praktis
- Usia Nabi ﷺ 63 tahun adalah yang paling kuat dan menjadi pegangan kita.
- Jangan menunda taubat dan amal shalih, karena usia tidak ada yang tahu.
- Teladani kesabaran Nabi dalam berdakwah meski usia tidak panjang.
- Hormati dan cintai para sahabat, khususnya Abu Bakar dan Umar yang memiliki keutamaan besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.