Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa rambut Rasulullah ﷺ memiliki sifat pertengahan antara keriting dan lurus (sedikit bergelombang), serta panjangnya mencapai antara daun telinga dan bahu. Ini menunjukkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam penampilan beliau, sebagaimana seluruh aspek kehidupan beliau yang penuh dengan keindahan dan kesempurnaan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim
Teks Arab lengkap dengan harakat:
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، قَالَ قُلْتُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ كَيْفَ كَانَ شَعَرُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ كَانَ شَعَرًا رَجِلًا لَيْسَ بِالْجَعْدِ وَلَا السَّبِطِ بَيْنَ أُذُنَيْهِ وَعَاتِقِهِ.
(Shahih Muslim, Kitab al-Fadhail, Bab Shifatu Sya'ri an-Nabi ﷺ, no. 2338)
Makna hadits:
Qatadah berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik: "Bagaimana rambut Rasulullah ﷺ?" Maka ia menjawab: "Rambut beliau adalah rambut yang rajil (sedikit bergelombang), tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus, dan panjangnya antara kedua telinga dan pundak beliau."
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15/90) menjelaskan bahwa kata الرَّجِل (rajil) berarti rambut yang tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus, yaitu pertengahan di antara keduanya. Ini adalah sifat rambut yang paling indah dan paling sempurna.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (6/560) juga menegaskan bahwa rambut Rasulullah ﷺ adalah rambut yang rajil, yaitu rambut yang bergelombang alami, tidak keriting seperti rambut orang Habasyah dan tidak lurus seperti rambut orang Turki.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (seorang tabi'in besar dan ahli tafsir) dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang merupakan pelayan Rasulullah ﷺ selama 10 tahun. Anas adalah orang yang paling mengetahui detail pribadi beliau.
Sifat rambut yang disebutkan:
- رَجِلاً (rajil) – Para ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah rambut yang sedikit bergelombang, tidak keriting dan tidak lurus. Ini adalah sifat rambut yang paling indah dan paling sempurna.
- لَيْسَ بِالْجَعْدِ – Tidak terlalu keriting (seperti rambut orang Habasyah).
- وَلاَ السَّبِطِ – Tidak terlalu lurus (seperti rambut orang Turki).
- بَيْنَ أُذُنَيْهِ وَعَاتِقِهِ – Panjang rambut beliau mencapai antara daun telinga dan pundak (bahu).
Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 5906) dari Anas bin Malik bahwa rambut Rasulullah ﷺ sampai ke pundak beliau. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa rambut beliau kadang mencapai cuping telinga, dan kadang mencapai pundak.
Hikmah dari sifat ini:
- Kesederhanaan – Rambut beliau tidak dibuat-buat dengan gaya yang berlebihan, melainkan alami dan rapi.
- Keseimbangan – Segala sesuatu dalam diri beliau adalah pertengahan dan seimbang, termasuk penampilan.
- Kebersihan dan kerapian – Meskipun sederhana, rambut beliau selalu bersih dan rapi.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad (1/130) menjelaskan bahwa rambut Rasulullah ﷺ adalah rambut yang paling indah, paling lebat, dan paling hitam. Beliau tidak pernah menyisir rambut dengan sisir yang kasar, dan rambut beliau selalu terlihat rapi.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
> "Rambut Rasulullah ﷺ adalah rambut yang bergelombang, tidak keriting dan tidak lurus, panjangnya antara telinga dan pundak beliau." (HR. Bukhari no. 5906)
Dalam riwayat lain, Anas berkata:
> "Aku tidak pernah menyentuh sutra yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah ﷺ, dan aku tidak pernah mencium wewangian yang lebih harum dari aroma tubuh beliau." (HR. Bukhari no. 3561)
Kisah ini menunjukkan betapa sempurnanya penciptaan Rasulullah ﷺ, baik dari segi fisik maupun akhlak. Beliau adalah manusia yang paling sempurna dalam segala hal, termasuk dalam penampilan yang sederhana namun indah.
Kesimpulan Praktis
- Meneladani kesederhanaan – Kita dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam urusan penampilan, termasuk rambut.
- Menjaga kebersihan dan kerapian – Rambut hendaknya dirawat dengan baik, bersih, dan rapi.
- Bersikap pertengahan – Dalam segala hal, kita dianjurkan untuk mengambil jalan pertengahan (tawassuth), tidak berlebihan dan tidak meremehkan.
- Mencintai Rasulullah ﷺ – Dengan mengetahui sifat-sifat fisik beliau, kita semakin mencintai dan merindukan beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.