Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan sifat fisik Nabi Muhammad ﷺ yang sangat tampan dan sempurna. Beliau ﷺ memiliki postur tubuh yang ideal (tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek), bahu yang bidang, rambut yang indah hingga ke daun telinga, dan pernah mengenakan pakaian berwarna merah. Keindahan fisik beliau adalah anugerah dari Allah, dan para sahabat tidak pernah melihat sosok yang lebih tampan dari beliau ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang disampaikan oleh Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Keutamaan, Bab Tentang Sifat Nabi Muhammad ﷺ dan Bahwa Beliau Adalah Manusia yang Paling Tampan, nomor hadits 2337. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari dengan redaksi yang serupa.
Penjelasan Ulama:
- Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa kata "مَرْبُوعًا" (marbu'an) berarti beliau ﷺ memiliki postur tubuh yang ideal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Sedangkan "بَعِيدَ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ" (ba'ida ma baina al-mankibain) berarti beliau memiliki bahu yang lebar, yang merupakan tanda kekuatan dan ketampanan.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fath Al-Bari) menambahkan bahwa rambut beliau ﷺ yang panjang hingga ke daun telinga adalah kebiasaan beliau pada saat itu, dan pakaian merah (hullah hamra') yang dimaksud adalah kain bergaris merah dari Yaman, bukan merah polos yang dilarang bagi laki-laki.
- Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Al-Bara' bahwa beliau ﷺ adalah "أَحْسَنَ النَّاسِ وَجْهًا" (manusia yang paling tampan wajahnya) dan "أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا" (manusia yang paling baik akhlaknya).
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dari sekian banyak riwayat yang menggambarkan keindahan fisik Nabi Muhammad ﷺ. Para ulama dari kalangan salaf, seperti Al-Hasan Al-Bashri dan Qatadah, sering menyebutkan bahwa Allah telah memberikan kepada Nabi-Nya ﷺ kesempurnaan lahir dan batin. Ketampanan beliau bukanlah sekadar fisik, tetapi juga memancarkan cahaya kenabian dan akhlak yang mulia.
Poin-poin penting dari hadits ini:
- Postur Tubuh Ideal (مَرْبُوعًا): Beliau ﷺ tidak terlalu tinggi sehingga terlihat janggal, dan tidak terlalu pendek sehingga terlihat lemah. Ini adalah bentuk keseimbangan yang sempurna.
- Bahu Lebar (بَعِيدَ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ): Ini menandakan kekuatan fisik. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa beliau ﷺ memiliki dada yang bidang dan perut yang rata.
- Rambut Indah (عَظِيمَ الْجُمَّةِ إِلَى شَحْمَةِ أُذُنَيْهِ): Rambut beliau lebat dan terurai hingga ke daun telinga. Ini adalah gaya rambut yang rapi dan wajar pada masa itu.
- Pakaian Merah (حُلَّةٌ حَمْرَاءُ): Pakaian ini adalah kain bergaris merah dari Yaman, bukan pakaian merah polos yang dilarang bagi laki-laki. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa yang dilarang adalah pakaian yang dicelup dengan warna merah murni (mu'ashfar), sedangkan pakaian bergaris merah seperti ini diperbolehkan.
- Puncak Ketampanan: Ucapan Al-Bara', "ما رأيت شيئا قط أحسن منه" (tidak pernah aku melihat sesuatu yang lebih tampan darinya), menunjukkan bahwa ketampanan Nabi ﷺ melampaui semua makhluk. Imam Al-Qurthubi (dalam Al-Mufhim) mengatakan bahwa ini adalah kesaksian dari seorang sahabat yang jujur.
Hikmah dari hadits ini:
- Allah menciptakan Nabi-Nya ﷺ dengan bentuk yang paling sempurna sebagai tanda kemuliaan risalahnya.
- Ketampanan fisik beliau ﷺ adalah salah satu faktor yang membuat orang-orang tertarik untuk mendengarkan dakwahnya.
- Kita tidak boleh berlebihan dalam menggambarkan fisik Nabi ﷺ, tetapi cukup dengan apa yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
Story Telling
Kisah Ketampanan Nabi ﷺ yang Membuat Orang Terpesona:
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, bahwa pada suatu malam di bulan purnama, para sahabat melihat wajah Nabi ﷺ yang bersinar. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, sungguh kami melihat engkau seperti bulan purnama." Beliau ﷺ tersenyum dan tidak membantah.
Dalam riwayat lain, Imam At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa beliau ﷺ bersabda, "Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat, dan aku tidak sombong." Ketampanan beliau ﷺ adalah bagian dari keistimewaan yang Allah berikan, namun beliau tetap rendah hati.
Hikmah: Ketampanan bukanlah tujuan akhir, tetapi anugerah yang harus disyukuri. Nabi ﷺ adalah teladan dalam hal akhlak yang lebih indah dari fisiknya.
Kesimpulan Praktis
- Cintai Nabi ﷺ dengan Mengenal Sifatnya: Semakin kita mengenal keindahan fisik dan akhlak beliau, semakin bertambah cinta kita kepadanya.
- Jangan Berlebihan dalam Menggambarkan Fisik: Cukup dengan apa yang disebutkan dalam hadits shahih, tanpa menambah-nambah atau membuat khayalan.
- Teladani Akhlak Beliau: Ketampanan fisik adalah anugerah, tetapi ketampanan akhlak adalah yang abadi. Berusahalah untuk memiliki akhlak yang mulia seperti Nabi ﷺ.
- Syukuri Nikmat Fisik: Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Bersyukurlah atas apa yang Allah berikan, dan jangan iri dengan orang lain.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.