Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2318 tentang Kasih sayang kepada anak adalah tanda rahmat Allah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa kasih sayang (rahmah) adalah akhlak agung yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, bahkan kepada anak-anak. Beliau menegaskan bahwa siapa yang tidak menyayangi makhluk lain, terutama anak-anak, maka ia tidak akan mendapatkan kasih sayang dari Allah dan manusia. Ini adalah peringatan lembut agar kita tidak menganggap remeh ungkapan kasih sayang, sekecil apa pun bentuknya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Keutamaan (Al-Fadhail), Bab Kasih Sayang Rasulullah ﷺ kepada Anak-anak dan Keluarga serta Kerendahan Hati dan Keutamaan Hal Tersebut, no. 2318, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat):

<p>وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ، قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ الأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ، أَبْصَرَ النَّبِيَّ ﷺ يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنَّهُ مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمْ "</p>

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa al-Aqra' bin Habis melihat Nabi ﷺ mencium Hasan (cucu beliau). Ia berkata, "Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang sifat kasih sayang Nabi ﷺ:

<p>لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ</p>

(QS. At-Taubah [9]: 128)

Makna: "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan beliau sangat penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin."

Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang adalah bagian dari kepribadian Nabi ﷺ yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Kasih Sayang adalah Sifat Nabi ﷺ yang Agung

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mencium anak karena kasih sayang, dan ini adalah perbuatan yang dianjurkan. Beliau juga menegaskan bahwa mencium anak bukanlah perbuatan yang merendahkan martabat, melainkan wujud kelembutan hati.

2. Peringatan Keras bagi yang Tidak Menyayangi

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "man la yarham la yurham" (barangsiapa tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi) adalah kabar berita sekaligus ancaman. Maksudnya, orang yang tidak memiliki sifat kasih sayang akan kehilangan kasih sayang dari Allah dan dari makhluk-Nya. Ini bukan berarti Allah membalas dengan kebencian yang sama, tetapi ini adalah hukum sebab-akibat yang Allah tetapkan.

3. Kesalahan Pemahaman al-Aqra' bin Habis

Al-Aqra' bin Habis radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang mulia, namun ia memiliki pemahaman bahwa menunjukkan kasih sayang secara fisik seperti mencium anak adalah perbuatan yang kurang pantas bagi laki-laki yang tegas. Maka Nabi ﷺ mengoreksi pemahaman ini dengan lembut. Ini menunjukkan bahwa kasih sayang bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan akhlak.

4. Kasih Sayang yang Umum

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kasih sayang yang dimaksud dalam hadits ini bersifat umum, mencakup kasih sayang kepada anak, keluarga, orang lain, bahkan kepada hewan. Siapa yang tidak memiliki sifat ini, maka ia akan kehilangan rahmat Allah.

5. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukum Mencium Anak

Para ulama sepakat bahwa mencium anak karena kasih sayang adalah perbuatan yang dianjurkan dan termasuk sunnah. Tidak ada perbedaan pendapat yang kuat dalam hal ini. Namun, ada perbedaan pendapat tentang mencium selain anak kecil seperti mencium tangan orang tua atau ulama, yang sebagian ulama membolehkannya jika tidak berlebihan, dan sebagian lain memakruhkannya jika dikhawatirkan menjadi ghuluw (berlebihan). Namun untuk kasih sayang kepada anak, ini adalah perkara yang jelas disunnahkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ mencium cucunya, Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma. Saat itu, al-Aqra' bin Habis radhiyallahu 'anhu yang baru masuk Islam dan berasal dari kalangan Badui yang keras, melihat pemandangan ini dengan heran. Ia berkata, "Aku punya sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium satu pun dari mereka."

Maka Nabi ﷺ menoleh kepadanya dengan pandangan yang penuh kasih dan bersabda, "Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi."

Para ulama menyebutkan bahwa setelah kejadian ini, al-Aqra' bin Habis menjadi lebih lembut kepada anak-anaknya. Ia belajar bahwa ketegasan tanpa kasih sayang bukanlah sifat yang dicintai Allah. Kisah ini mengajarkan bahwa hidayah bisa datang melalui teguran yang lembut dan penuh hikmah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah mengungkapkan kasih sayang kepada anak, istri, keluarga, dan sesama muslim, baik melalui ucapan, sentuhan, maupun perbuatan.
  2. Jangan meniru budaya yang menganggap kasih sayang sebagai kelemahan — justru kasih sayang adalah kekuatan akhlak seorang mukmin.
  3. Kasih sayang kepada anak adalah ibadah jika diniatkan karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  4. Hindari sikap keras dan kaku dalam mendidik anak; teladani kelembutan Nabi ﷺ.
  5. Perbanyak doa agar Allah menganugerahkan sifat rahmah dalam hati kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.