Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan puncak kedermawanan Nabi Muhammad ﷺ, yang mencapai tingkat tertinggi di bulan Ramadan. Kedermawanan beliau di bulan itu diibaratkan seperti "angin yang berhembus" (ar-rih al-mursalah), yaitu angin yang cepat, luas, dan membawa manfaat besar. Ini juga menunjukkan keutamaan bulan Ramadan, keutamaan mempelajari dan menyimak Al-Qur'an, serta keutamaan bersedekah di waktu yang mulia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Keutamaan (Al-Fadhail), Bab "Nabi ﷺ adalah yang paling dermawan di antara manusia dalam kebaikan seperti angin yang berhembus", no. 2308, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Teks Hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):
حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ - يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ - عَنِ الزُّهْرِيِّ، ح وَحَدَّثَنِي أَبُو عِمْرَانَ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ زِيَادٍ - وَاللَّفْظُ لَهُ - أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ سَنَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.
Makna ringkas: Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan dalam kebaikan, dan beliau paling dermawan lagi di bulan Ramadan. Jibril menemuinya setiap tahun di bulan Ramadan hingga bulan itu berakhir, dan beliau membacakan (menyimakkan) Al-Qur'an kepadanya. Ketika Jibril menemuinya, kedermawanan beliau melebihi angin yang berhembus.
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang sifat kedermawanan dan keutamaan bulan Ramadan:
Allah Ta'ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Kaitan dengan ulama: Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri), salah satu ulama tabi'in yang sangat dihormati dan termasuk dalam daftar rujukan kita. Beliau adalah perawi utama dalam sanad hadits ini.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Kedermawanan Nabi ﷺ adalah yang paling sempurna.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ" (paling dermawan di antara manusia dalam kebaikan) adalah beliau ﷺ adalah manusia yang paling banyak memberikan kebaikan, baik berupa harta, ilmu, maupun pengorbanan jiwa. Kedermawanan beliau mencakup semua jenis kebaikan, bukan hanya sedekah harta.
2. Kedermawanan Nabi ﷺ meningkat di bulan Ramadan.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat menjelaskan hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menyebutkan hikmah mengapa kedermawanan beliau meningkat di bulan Ramadan, yaitu karena:
- Bulan Ramadan adalah bulan Al-Qur'an, dan Al-Qur'an mendorong kepada kedermawanan.
- Bulan Ramadan adalah bulan kasih sayang dan tolong-menolong.
- Nabi ﷺ ingin mengajarkan umatnya untuk memperbanyak kebaikan di bulan yang mulia ini.
3. Makna "angin yang berhembus" (ar-rih al-mursalah).
Para ulama menjelaskan bahwa angin yang "diutus" (mursalah) adalah angin yang membawa rahmat, tidak seperti angin yang membawa azab. Angin ini bergerak cepat, menyebar luas, dan membawa manfaat bagi banyak orang. Ini adalah perumpamaan yang sangat indah: kedermawanan Nabi ﷺ itu cepat, luas, dan bermanfaat bagi semua makhluk, sebagaimana angin rahmat yang menyentuh segala sesuatu.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadan itu:
- Cepat seperti angin yang berhembus tanpa hambatan.
- Menyeluruh seperti angin yang menjangkau segala penjuru.
- Memberi manfaat seperti angin yang menyuburkan tanaman dan menyegarkan udara.
4. Hikmah bertemunya Nabi ﷺ dengan Jibril dan menyimakkan Al-Qur'an.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah bentuk musyarathah (saling menyimak) Al-Qur'an antara Nabi ﷺ dan Jibril. Ini menunjukkan:
- Keutamaan mempelajari Al-Qur'an secara bersama-sama (talaqqi).
- Keutamaan menyimak bacaan Al-Qur'an dari orang lain.
- Bahwa Al-Qur'an adalah sebaik-baik materi untuk diulang dan disimak di bulan Ramadan.
5. Hubungan antara Al-Qur'an dan kedermawanan.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah sebaik-baik kebaikan, dan kedermawanan dengan harta adalah salah satu bentuk syukur atas nikmat Al-Qur'an. Ketika hati dipenuhi cahaya Al-Qur'an, maka tangan akan mudah terbuka untuk memberi.
6. Kedermawanan yang paling utama adalah di bulan Ramadan.
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ memiliki kebiasaan khusus di bulan Ramadan: beliau lebih banyak bersedekah, lebih banyak berbuat baik, lebih banyak membaca Al-Qur'an, dan lebih banyak beribadah dibanding bulan-bulan lainnya.
Story Telling
Ada kisah yang diriwayatkan tentang kedermawanan Nabi ﷺ yang sangat luar biasa. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau paling dermawan di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadan untuk mengajarkan Al-Qur'an. Sungguh, Rasulullah ﷺ ketika itu lebih cepat dalam memberikan kebaikan daripada angin yang berhembus." (HR. Bukhari no. 1902, dan Muslim no. 2308)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ meminta sesuatu. Beliau memberinya kambing yang memenuhi lembah di antara dua gunung. Laki-laki itu pulang kepada kaumnya dan berkata, "Wahai kaumku, masuklah kalian ke dalam Islam! Sungguh, Muhammad memberikan pemberian seorang yang tidak takut miskin." (HR. Muslim no. 2312)
Kisah ini menunjukkan bahwa kedermawanan Nabi ﷺ bukanlah kedermawanan biasa, melainkan kedermawanan yang lahir dari keyakinan bahwa Allah yang memberi rezeki dan Allah yang menjamin. Beliau tidak takut miskin karena memberi di jalan Allah.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak sedekah dan kebaikan di bulan Ramadan, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang jelas.
- Perbanyak membaca dan menyimak Al-Qur'an di bulan Ramadan, sebagaimana Nabi ﷺ menyimaknya kepada Jibril.
- Gabungkan antara ibadah dan kedermawanan — jangan jadikan ibadah hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberi manfaat kepada orang lain.
- Jadilah pribadi yang cepat dalam kebaikan, seperti angin yang berhembus — tidak menunda-nunda kebaikan.
- Yakinlah bahwa sedekah tidak mengurangi harta, justru Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.