Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu pernah memperagakan cara wudhu Nabi ﷺ di depan para sahabat, yaitu dengan membasuh setiap anggota wudhu tiga kali tiga kali. Ini menjadi dalil bahwa wudhu yang sempurna dan utama adalah dengan tiga kali basuhan pada setiap anggota wudhu, dan bahwa mengajarkan sunnah kepada orang lain adalah amalan yang mulia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Thaharah, Bab Keutamaan Wudhu dan Shalat Setelahnya (no. 230), dari jalur Abu Anas (mantan budak 'Utsman) dari 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ - وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ وَأَبِي بَكْرٍ - قَالُوا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي النَّضْرِ، عَنْ أَبِي أَنَسٍ، أَنَّ عُثْمَانَ، تَوَضَّأَ بِالْمَقَاعِدِ فَقَالَ أَلَا أُرِيكُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا
Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, Abu Bakr bin Abi Syaibah, dan Zuhair bin Harb — dan lafazh milik Qutaibah dan Abu Bakr — mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Waki', dari Sufyan, dari Abu an-Nadhr, dari Abu Anas, bahwa 'Utsman berwudhu di Maqa'id lalu berkata: 'Maukah aku tunjukkan kepada kalian wudhu Rasulullah ﷺ?' Kemudian beliau berwudhu tiga kali tiga kali."
Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar perintah wudhu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
(QS. Al-Ma'idah [5]: 6)
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mendirikan shalat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai ke siku, dan usaplah kepala kalian, dan (basuhlah) kaki kalian sampai ke kedua mata kaki."
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
Pertama: Anjuran mengajarkan sunnah kepada manusia. Perkataan 'Utsman radhiyallahu 'anhu, "أَلَا أُرِيكُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ" ("Maukah aku tunjukkan kepada kalian wudhu Rasulullah ﷺ?") menunjukkan semangat beliau dalam mengajarkan sunnah kepada para sahabat yang hadir. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah adab seorang alim yang mengajarkan ilmu secara praktik langsung, bukan hanya ucapan, agar lebih mudah dipahami.
Kedua: Wudhu tiga kali tiga kali. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa membasuh anggota wudhu tiga kali adalah sunnah dan yang paling utama, sedangkan satu kali adalah wajib (yang jika ditinggalkan maka wudhu tidak sah), dan dua kali juga sah. Adapun lebih dari tiga kali, maka itu termasuk berlebihan (israf) yang dilarang. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa tiga kali adalah yang paling sempurna berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain.
Ketiga: Perbedaan pendapat tentang hukum. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa membasuh tiga kali adalah sunnah muakkadah, sedangkan yang wajib adalah sekali. Imam Malik juga berpendapat serupa. Namun jumhur ulama (asy-Syafi'i, Ahmad, dan lain-lain) menegaskan bahwa tiga kali adalah yang paling utama dan sesuai dengan praktik Nabi ﷺ yang beliau lakukan secara rutin, sebagaimana disebutkan dalam hadits 'Utsman ini dan hadits-hadits lain dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim.
Keempat: Keutamaan wudhu dan shalat setelahnya. Judul bab yang dipilih Imam Muslim, "Bab Keutamaan Wudhu dan Shalat Setelahnya," mengisyaratkan bahwa hadits ini menjadi dasar bahwa wudhu yang benar akan mengantarkan pada shalat yang diterima. Imam Muslim sengaja meletakkan hadits ini dalam bab tersebut untuk menunjukkan keterkaitan antara kesempurnaan wudhu dan keutamaan shalat.
Kelima: Hadirnya para sahabat. Tambahan dalam riwayat Qutaibah bahwa di samping 'Utsman ada beberapa sahabat Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa pengajaran ini dilakukan secara terbuka dan disaksikan banyak orang, sehingga sunnah ini tersebar luas dan terjaga.
Story Telling
Dikisahkan bahwa 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu, khalifah ketiga yang dikenal sangat pemalu dan lembut, suatu ketika duduk di area Maqa'id (sebuah tempat duduk di dekat Masjid Nabawi). Di sekelilingnya ada beberapa sahabat Nabi ﷺ. Beliau lalu memanggil mereka dan berkata dengan penuh kasih sayang: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian bagaimana Rasulullah ﷺ berwudhu?" Para sahabat pun menyimak dengan penuh perhatian. 'Utsman kemudian mengambil air dan memperagakan wudhu dengan membasuh setiap anggota tiga kali, persis seperti yang beliau lihat dari Nabi ﷺ. Para sahabat yang hadir menyaksikan dan menghafal gerakan demi gerakan, lalu menyebarkannya kepada generasi berikutnya. Inilah salah satu cara sunnah terjaga: melalui pengajaran langsung dari para sahabat yang mulia. (Disebutkan dalam Shahih Muslim dan dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim)
Kesimpulan Praktis
- Lakukan wudhu tiga kali tiga kali pada setiap anggota wudhu (wajah, tangan, kepala dengan mengusap, dan kaki), karena ini adalah cara Nabi ﷺ yang paling sempurna.
- Jangan berlebihan dengan membasuh lebih dari tiga kali, karena itu termasuk israf yang dilarang.
- Ajarkan sunnah kepada keluarga dan orang lain dengan cara yang lembut dan praktik langsung, sebagaimana 'Utsman radhiyallahu 'anhu mencontohkan.
- Jaga kesempurnaan wudhu karena wudhu yang benar adalah kunci diterimanya shalat dan penghapus dosa-dosa kecil.
- Hadirilah majelis ilmu dan saksikan langsung praktik ibadah dari orang yang berilmu, karena belajar dengan melihat lebih kuat daripada hanya membaca.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.