Penjelasan Hadits Muslim No. 2297 tentang Telaga Nabi dan peringatan perubahan setelahnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa Nabi ﷺ akan menunggu umatnya di telaga (Al-Haudh) pada hari kiamat. Sebagian orang yang dahulu bersama beliau akan dihalau darinya karena mereka mengubah ajaran agama setelah beliau wafat. Nabi ﷺ mengenali mereka sebagai sahabatnya, namun Allah memberitahu bahwa beliau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan sepeninggal beliau. Hadits ini mengajarkan pentingnya berpegang teguh pada sunnah dan menjauhi bid'ah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Fadha'il, dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ، وَلَأُنَازِعَنَّ أَقْوَامًا ثُمَّ لَأُغْلَبَنَّ عَلَيْهِمْ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ أَصْحَابِي أَصْحَابِي، فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ»

Terjemah: "Aku akan mendahului kalian di telaga. Sungguh aku akan menarik (menghalau) beberapa kaum, lalu aku dikalahkan atas mereka, maka aku berkata: 'Wahai Tuhanku, mereka sahabatku, mereka sahabatku.' Maka dikatakan: 'Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelahmu.'"

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-Hasyr [59]: 7

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Terjemah: "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Kata "فَرَطُكُمْ" (farathukum) berarti orang yang mendahului dan menunggu di depan. Nabi ﷺ mendahului umatnya dan menunggu mereka di telaga (Al-Haudh) pada hari kiamat. Telaga ini adalah telaga yang agung, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan siapa yang meminumnya tidak akan haus selamanya.

Penjelasan para ulama dalam daftar:

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan penetapan adanya telaga Nabi ﷺ dan bahwa beliau akan menunggu umatnya di sana. Beliau juga menjelaskan bahwa "أَقْوَامًا" (beberapa kaum) yang dihalau adalah orang-orang yang murtad atau berbuat bid'ah dalam agama, atau mengubah sunnah setelah beliau wafat.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "أَصْحَابِي أَصْحَابِي" (sahabatku, sahabatku) menunjukkan kasih sayang beliau kepada umatnya, namun Allah memberitahu bahwa beliau tidak mengetahui perubahan yang mereka lakukan setelah beliau wafat. Ini bukan berarti beliau tidak mengetahui sama sekali, tetapi dalam konteks ini Allah memberitahu bahwa mereka telah mengubah ajaran.

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hadits ini termasuk dalil bahwa sebagian orang yang pernah bersama Nabi ﷺ akan dihalau dari telaga karena kemurtadan atau bid'ah mereka. Beliau menyebutkan bahwa ini berlaku bagi orang yang mengubah agama setelah Nabi ﷺ wafat.

Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa telaga Nabi ﷺ adalah haq (benar) dan bahwa orang-orang yang berbuat bid'ah akan dihalau darinya. Beliau menegaskan pentingnya mengikuti sunnah dan menjauhi bid'ah.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini mengandung peringatan keras terhadap bid'ah dan perubahan dalam agama. Beliau menyebutkan bahwa orang yang mengubah agama setelah Nabi ﷺ wafat akan dihalau dari telaga.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang siapa yang dimaksud "أَقْوَامًا" (beberapa kaum). Ada yang mengatakan mereka adalah orang-orang murtad, ada yang mengatakan mereka adalah ahli bid'ah, dan ada yang mengatakan mereka adalah orang-orang munafik. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang mengubah agama setelah Nabi ﷺ wafat, baik dengan kemurtadan, bid'ah, atau kemunafikan. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling mengetahui Al-Qur'an. Beliau meriwayatkan hadits ini untuk mengingatkan umat Islam agar berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ dan tidak mengubah ajaran agama.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi ﷺ bersabda bahwa beliau akan berkata kepada orang-orang yang dihalau dari telaga: "Ya Tuhanku, mereka adalah sahabatku." Namun Allah menjawab: "Engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelahmu." Ini menunjukkan bahwa kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya sangat besar, namun kebenaran harus ditegakkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Pegang teguh sunnah Nabi ﷺ dan jauhi bid'ah dalam agama, karena bid'ah dapat menyebabkan seseorang dihalau dari telaga Nabi ﷺ.
  2. Bertaubatlah jika pernah mengubah atau menambah-nambah ajaran agama, karena Allah Maha Pengampun.
  3. Pelajari agama dari sumber yang benar, yaitu Al-Qur'an dan sunnah dengan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.
  4. Cintailah Nabi ﷺ dengan mengikuti sunnahnya, bukan dengan mengubah ajarannya.
  5. Ingatlah hari kiamat dan telaga Nabi ﷺ, serta persiapkan diri untuk meminum airnya dengan berpegang teguh pada agama yang benar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?