Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu dalil terbesar bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi dan rasul. Beliau diibaratkan sebagai bata terakhir yang menyempurnakan bangunan kenabian yang telah dibangun oleh para nabi sebelumnya. Dengan kedatangan beliau, risalah Allah menjadi sempurna, dan tidak akan ada lagi nabi setelah beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan (Al-Fadhail), Bab "Menyebutkan Bahwa Beliau ﷺ adalah Penutup Para Nabi", no. 2287, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Ahzab [33]: 40)
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi kita ﷺ dan bahwa beliau adalah penutup para nabi. Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada nabi setelah beliau, dan barangsiapa mengaku nabi setelah beliau maka ia adalah pendusta.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat mensyarah hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari) menjelaskan makna "bata" ini adalah Nabi Muhammad ﷺ sendiri, yang dengan kedatangannya, bangunan kenabian menjadi sempurna.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan hadits ini dengan sangat indah. Perumpamaan yang diberikan Nabi ﷺ ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Bangunan yang Sempurna: Para nabi sebelumnya adalah bagaikan bata-bata yang membangun sebuah istana yang megah dan kokoh. Mereka datang silih berganti membawa risalah tauhid yang sama, saling membenarkan dan menyempurnakan syariat sebelumnya.
- Satu Tempat Bata yang Kosong: Setelah para nabi terdahulu, masih ada satu "celah" yang belum terisi, yaitu kedatangan nabi terakhir yang akan menyempurnakan bangunan tersebut. Ini menunjukkan bahwa risalah Islam adalah penyempurna dan pembenar bagi risalah-risalah sebelumnya.
- Nabi Muhammad ﷺ adalah Bata Terakhir: Beliau adalah bata yang mengisi celah tersebut. Dengan kedatangan beliau, bangunan kenabian menjadi sempurna dan utuh. Tidak ada lagi celah atau kekosongan setelahnya.
- Tidak Ada Nabi Setelah Beliau: Karena bangunan telah sempurna, maka tidak ada lagi kebutuhan untuk bata tambahan. Ini adalah penegasan bahwa kenabian telah berakhir dengan Nabi Muhammad ﷺ. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya saat menafsirkan QS. Al-Ahzab: 40, menukil banyak hadits yang menegaskan hal ini, termasuk hadits-hadits yang menyatakan, "Tidak ada nabi setelahku."
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam salah satu karyanya menjelaskan bahwa hikmah diakhirkan kenabian Nabi Muhammad ﷺ adalah agar beliau menjadi penyempurna dan penutup. Sebagaimana bangunan yang paling indah adalah yang paling akhir disempurnakan, maka Nabi Muhammad ﷺ adalah sebaik-baik makhluk dan penutup para nabi.
Story Telling
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya perumpamaan diriku dan perumpamaan para nabi sebelumku adalah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah bangunan, lalu dia memperindah dan mempercantiknya, kecuali pada satu tempat bata di sudutnya. Maka orang-orang pun mengelilinginya dan merasa kagum, lalu mereka berkata, 'Alangkah baiknya seandainya bata ini diletakkan di sini?' Maka beliau bersabda, 'Akulah bata tersebut, dan akulah penutup para nabi.'" (HR. Al-Bukhari no. 3535 dan Muslim no. 2286)
Kisah ini menggambarkan kerinduan umat-umat terdahulu akan kedatangan nabi terakhir. Mereka menunggu-nunggu, dan Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai jawaban atas penantian itu. Ini juga mengajarkan kita untuk mensyukuri nikmat terbesar berupa diutusnya beliau kepada kita, dan kita wajib beriman kepada beliau serta mengikuti sunnahnya.
Kesimpulan Praktis
- Yakin dengan Tegas bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi setelah beliau, dan barangsiapa mengaku nabi setelah beliau, maka ia adalah pendusta dan keluar dari Islam.
- Bersyukur atas diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai penyempurna nikmat Allah kepada kita.
- Mengimani Semua Nabi dan Rasul yang diutus Allah sebelumnya, tanpa membeda-bedakan antara mereka dalam hal keimanan, namun kita mengikuti syariat Nabi Muhammad ﷺ yang menyempurnakan syariat sebelumnya.
- Berusaha Mengikuti Sunnah Beliau dalam segala aspek kehidupan, karena itulah bukti cinta kita kepada beliau dan wujud syukur kita atas kenabian beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.