Penjelasan Hadits Muslim No. 2279 tentang Mukjizat air memancar dari jari-jari Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu mukjizat terbesar Nabi ﷺ, yaitu keluarnya air yang memancar dari celah-celah jari-jari beliau yang mulia. Peristiwa ini terjadi ketika kebutuhan air sangat mendesak, dan dengan air yang sedikit itu, sekitar 60 hingga 80 orang dapat berwudhu. Ini adalah bukti nyata kebenaran kenabian Muhammad ﷺ dan pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan (Fadhail), Bab "Mukjizat Nabi ﷺ", nomor 2279, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Dalil dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ

"Dan sungguh, Nuh telah menyeru Kami, maka sesungguhnya Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa." (QS. Ash-Shaffat [37]: 75)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah ﷻ senantiasa mengabulkan doa para nabi-Nya. Mukjizat memancarnya air dari jari-jari Nabi ﷺ adalah salah satu bentuk ijabah (pengabulan) Allah atas doa dan kebutuhannya.

Hadits terkait:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat Al-Bukhari, disebutkan bahwa jumlah mereka mencapai sekitar 70 orang. Ini menunjukkan keshahihan dan kekuatan hadits ini karena diriwayatkan oleh dua periwayat terbaik di dunia Islam.

Kaitan dengan Ulama:

Peristiwa ini dijelaskan oleh para ulama sebagai salah satu mukjizat hissiyah (yang dapat dirasakan dengan panca indera) yang membuktikan kebenaran Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu bukti kenabian yang jelas, dan beliau menegaskan bahwa air yang keluar dari jari-jari beliau adalah air yang suci dan menyucikan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menggambarkan sebuah peristiwa yang luar biasa. Mari kita bedah beberapa poin pentingnya:

  1. Konteks Peristiwa: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Nabi ﷺ meminta air. Saat itu, kebutuhan akan air sangat mendesak, kemungkinan besar untuk berwudhu. Beliau diberikan sebuah wadah (قدح رحراح) yang berarti wadah yang lebar dan besar.
  2. Mukjizat Air Memancar: Hal yang paling menakjubkan adalah ketika orang-orang mulai berwudhu dari wadah tersebut. Anas radhiyallahu 'anhu, yang saat itu masih muda, memperhatikan dengan seksama dan melihat air memancar dari celah-celah jari-jari Nabi ﷺ. Ini bukan sekadar air yang menetes, tetapi benar-benar memancar (ينبع) seperti mata air.
  3. Jumlah Orang: Anas memperkirakan jumlah orang yang berwudhu saat itu antara 60 hingga 80 orang. Ini adalah jumlah yang sangat banyak untuk sebuah wadah air yang kecil. Ini menunjukkan bahwa air yang keluar dari jari-jari beliau sangatlah banyak, melebihi kapasitas wadah tersebut.
  4. Makna Mukjizat: Peristiwa ini adalah mukjizat yang nyata. Para ulama, seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani, menjelaskan bahwa mukjizat ini adalah bukti kekuasaan Allah ﷻ yang diberikan kepada Nabi-Nya. Air yang sedikit menjadi berkah dan cukup untuk banyak orang. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah hamba yang sangat dicintai Allah, sehingga doa dan keinginannya dikabulkan secara langsung.
  5. Pelajaran dari Peristiwa Ini:
  • Kekuasaan Allah: Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dia mampu melakukan apa saja, termasuk mengeluarkan air dari jari-jari manusia.
  • Kebenaran Nabi: Mukjizat ini adalah salah satu dari sekian banyak bukti bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah yang sejati.
  • Keberkahan: Air yang sedikit menjadi berkah karena digunakan untuk ketaatan (wudhu). Ini mengajarkan kita bahwa keberkahan datang dari Allah, dan salah satu jalannya adalah dengan menggunakan nikmat-Nya untuk hal-hal yang diridhai-Nya.

Story Telling

Peristiwa ini bukanlah satu-satunya mukjizat air yang terjadi pada Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain yang juga dari Anas bin Malik, diceritakan bahwa pada peristiwa Hudaibiyyah, para sahabat kehausan. Mereka mengadu kepada Nabi ﷺ. Maka beliau mengeluarkan anak panah dari tabungnya, lalu memerintahkan mereka untuk meletakkannya di dalam lubang kecil (mata air). Maka memancarlah air dari lubang tersebut sehingga seluruh pasukan yang berjumlah 1.500 orang dapat minum dan berwudhu.

Kisah ini menunjukkan bahwa mukjizat Nabi ﷺ tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang kali sebagai bukti kebenarannya dan sebagai rahmat bagi umatnya. Ini juga menunjukkan betapa besar kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, sehingga beliau tidak tinggal diam ketika mereka membutuhkan pertolongan.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah dengan Mukjizat Nabi: Peristiwa ini adalah fakta sejarah yang diriwayatkan oleh para sahabat yang jujur dan diperkuat oleh para ulama hadits. Kita wajib mengimani dan meyakininya tanpa keraguan.
  2. Ambil Pelajaran tentang Keberkahan: Carilah keberkahan dalam hidup dengan menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan. Air yang sedikit menjadi berkah ketika digunakan untuk wudhu. Begitu pula harta, waktu, dan kesempatan kita akan menjadi berkah jika digunakan di jalan Allah.
  3. Perbanyak Doa: Mukjizat ini adalah hasil dari doa dan kebutuhan Nabi ﷺ. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa memohon kepada Allah dalam setiap keadaan, terutama saat sulit. Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?