Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan salah satu mukjizat Nabi ﷺ sebelum kenabian, yaitu adanya batu di Mekkah yang memberi salam kepada beliau. Ini adalah tanda awal kenabian yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, sekaligus bukti bahwa alam semesta, termasuk benda mati, dapat berbicara dan memberi penghormatan kepada beliau atas izin Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ
"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka." (QS. Al-Isra' [17]: 44)
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk, termasuk batu, dapat bertasbih kepada Allah dengan cara yang tidak kita pahami. Ini menjadi dasar bahwa batu yang memberi salam kepada Nabi ﷺ adalah sesuatu yang mungkin terjadi atas izin Allah.
Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan, Bab Keutamaan Nasab Nabi ﷺ dan Salam Batu Hajar kepada-Nya Sebelum Kenabian, nomor 2277, dari sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15/82) menjelaskan bahwa hadits ini termasuk mukjizat Nabi ﷺ yang jelas. Batu yang dimaksud adalah batu yang dikenal di Mekkah, dan para ulama menyebutkan bahwa batu itu adalah Hajar Aswad atau batu lainnya yang ada di sekitar Ka'bah. Imam an-Nawawi juga menegaskan bahwa ini adalah salah satu tanda kenabian yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ sebelum beliau diutus secara resmi.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (6/567) juga menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Nabi ﷺ dan bagaimana Allah memuliakan beliau dengan memberi kemampuan pada benda mati untuk berbicara dan memberi salam.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang tinggal di Kufah dan meriwayatkan banyak hadits tentang keutamaan Nabi ﷺ. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ bersabda: "Aku mengenali batu di Mekkah yang dulu memberi salam kepadaku sebelum aku diutus sebagai Nabi dan aku mengenalinya hingga sekarang."
Makna hadits ini sangat jelas: ada sebuah batu di Mekkah yang secara fisik memberi salam kepada Nabi ﷺ sebelum beliau menerima wahyu pertama. Ini adalah mukjizat yang menunjukkan bahwa Allah telah memuliakan Nabi Muhammad ﷺ sejak kecil. Batu itu berbicara dengan izin Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra' [17]: 44 bahwa semua makhluk bertasbih kepada-Nya.
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar, menegaskan bahwa hadits ini sahih dan termasuk dalam tanda-tanda kenabian. Mereka juga menjelaskan bahwa mukjizat seperti ini tidak bertentangan dengan akal, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Batu yang dimaksud mungkin adalah Hajar Aswad atau batu lain di sekitar Ka'bah, namun yang terpenting adalah pelajaran tentang kemuliaan Nabi ﷺ.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Fath al-Bari (1/89) juga menyebutkan bahwa salam dari batu ini adalah bentuk penghormatan dari alam semesta kepada Nabi ﷺ, yang menunjukkan bahwa beliau adalah makhluk paling mulia di sisi Allah.
Story Telling
Ada kisah menarik dari sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu yang meriwayatkan hadits ini. Beliau adalah seorang sahabat yang sering bersama Nabi ﷺ dan meriwayatkan banyak hadits tentang keutamaan beliau. Suatu hari, Nabi ﷺ bersabda tentang batu yang memberi salam kepada beliau. Ini menunjukkan bahwa sejak kecil, Allah telah mempersiapkan Nabi Muhammad ﷺ untuk menjadi rasul terakhir. Batu yang tidak bernyawa pun memberi penghormatan, apalagi manusia yang berakal.
Kisah ini mengingatkan kita pada kejadian lain, seperti ketika pohon kurma menangis karena berpisah dengan Nabi ﷺ ketika beliau berpindah ke mimbar. Semua ini adalah bukti bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah kekasih Allah yang dimuliakan oleh seluruh makhluk.
Kesimpulan Praktis
- Hadits ini mengajarkan kita untuk meyakini mukjizat Nabi ﷺ, termasuk yang terjadi sebelum kenabian.
- Kita harus mengimani bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, termasuk membuat benda mati berbicara.
- Kisah ini menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad ﷺ, karena beliau dimuliakan oleh seluruh makhluk.
- Jadikanlah hadits ini sebagai pengingat untuk selalu bershalawat dan bersalam kepada Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.