Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2276 tentang Allah memilih keturunan terbaik dari setiap nasab hingga Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang kemuliaan nasab Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Allah ﷻ telah memilih dan mengistimewakan manusia secara berjenjang, dari keturunan Nabi Isma'il hingga akhirnya memilih beliau ﷺ dari Bani Hasyim. Ini menunjukkan bahwa nasab beliau adalah nasab yang paling mulia, dan hal ini merupakan karunia Allah yang patut kita yakini dan syukuri, bukan untuk dibanggakan secara berlebihan atau dijadikan alat untuk merendahkan orang lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Fadhail, Bab Keutamaan Nasab Nabi ﷺ, no. 2276. Juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Imam Ahmad.

Teks Arab Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَهْمٍ، جَمِيعًا عَنِ الْوَلِيدِ، - قَالَ ابْنُ مِهْرَانَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، - حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، عَنْ أَبِي عَمَّارٍ، شَدَّادٍ أَنَّهُ سَمِعَ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ".

Terjemahan: Watsilah bin al-Asqa' berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah memilih (mengistimewakan) Kinanah dari keturunan Isma'il, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Ali 'Imran [3]: 33-34:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ . ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan nasab Nabi ﷺ secara berjenjang, dan ini adalah kabar dari Nabi ﷺ tentang keistimewaan yang Allah berikan kepadanya.
  • Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dari jalur lain, dan para ulama sepakat bahwa nasab Nabi ﷺ adalah nasab yang paling mulia.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Makna "اصطفى" (pilihan): Kata ini berarti memilih dan mengistimewakan. Allah ﷻ tidak memilih secara acak, tetapi berdasarkan ilmu dan hikmah-Nya. Pemilihan ini adalah murni karunia Allah, bukan karena usaha atau kelebihan dari pihak yang dipilih.
  2. Urutan Pemilihan: Hadits ini menunjukkan hierarki kemuliaan nasab:
  • Kinanah dipilih dari keturunan Isma'il. Kinanah adalah kabilah besar Arab yang darinya lahir banyak suku.
  • Quraisy dipilih dari Kinanah. Quraisy adalah suku yang paling mulia di antara suku-suku Arab.
  • Bani Hasyim dipilih dari Quraisy. Bani Hasyim adalah keluarga dekat Nabi ﷺ.
  • Nabi Muhammad ﷺ dipilih dari Bani Hasyim. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah puncak kemuliaan nasab.
  1. Penjelasan Imam An-Nawawi: Beliau berkata dalam Syarah Shahih Muslim: "Hadits ini menunjukkan keutamaan nasab Rasulullah ﷺ dan bahwa beliau adalah manusia yang paling mulia nasabnya. Ini adalah keutamaan yang Allah berikan kepada beliau, dan tidak ada seorang pun yang menyamai beliau dalam hal ini."
  2. Peringatan dari Kesalahpahaman: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa mengakui keutamaan nasab Nabi ﷺ adalah bagian dari iman, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk membanggakan diri atau merendahkan orang lain. Kemuliaan sejati di sisi Allah adalah ketakwaan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat [49]: 13.
  3. Hikmah Pemilihan: Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Allah memilih nasab yang paling mulia untuk Nabi-Nya karena beliau adalah manusia paling sempurna, dan Allah selalu memilih yang terbaik untuk para nabi-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Isma'il..." (HR. Muslim). Para sahabat mendengar dengan penuh perhatian, karena ini adalah kabar gembira tentang kemuliaan Nabi mereka.

Namun, ada pelajaran lain yang sangat indah. Suatu ketika, seorang sahabat bertanya tentang nasab, dan Rasulullah ﷺ menjawab dengan tegas bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari nasab, tetapi dari ketakwaan. Beliau ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang diperlambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya." (HR. Muslim).

Ini mengajarkan kita: meskipun nasab Nabi ﷺ adalah yang paling mulia, beliau tetap mengajarkan umatnya untuk tidak sombong dengan nasab. Kemuliaan hakiki adalah ketakwaan dan amal saleh.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinilah bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia paling mulia nasabnya, dan ini adalah karunia Allah yang patut kita syukuri.
  2. Jangan jadikan nasab sebagai alat untuk membanggakan diri atau merendahkan orang lain. Kemuliaan di sisi Allah adalah ketakwaan.
  3. Teladani akhlak Nabi ﷺ yang tawadhu' (rendah hati) meskipun memiliki nasab paling mulia.
  4. Perbanyaklah shalawat kepada Nabi ﷺ sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.