Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2257 tentang Larangan mengisi hati dengan puisi tidak bermanfaat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita untuk sangat berhati-hati dalam menggunakan waktu dan lisan. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa memenuhi perut dengan nanah yang membusuk dan menggerogoti itu lebih baik daripada memenuhi hati dan pikiran dengan syair (puisi) yang tidak bermanfaat, bahkan melalaikan dari mengingat Allah. Ini bukan berarti semua syair itu buruk, tetapi yang tercela adalah syair yang isinya batil, sia-sia, atau melampaui batas hingga melalaikan kewajiban agama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab asy-Syi'r (Puisi), Bab "Tentang Keutamaan Menjauhi Syair yang Tidak Bermanfaat", nomor 2257, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dengan sanadnya. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا حَفْصٌ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ ح وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، كِلاَهُمَا عَنِ الأَعْمَشِ، ح وَحَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " لأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ الرَّجُلِ قَيْحًا يَرِيهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا "

Makna ringkas: "Sungguh, jika perut seseorang penuh dengan nanah hingga menggerogoti (tulang rusuknya), itu lebih baik baginya daripada penuh dengan syair (yang tidak bermanfaat)."

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah celaan terhadap syair yang berisi kebatilan, atau syair yang menyibukkan seseorang dari Al-Qur'an dan dzikir. Adapun syair yang baik dan mengandung hikmah, maka tidak tercela. Ini juga sejalan dengan penjelasan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan yang kami jadikan rujukan menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa makna penting:

Pertama: Makna "jauf" (جوف)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud "jauf" di sini adalah rongga perut atau dada. Ada juga yang menafsirkan sebagai hati, karena hati adalah pusat pemikiran dan perasaan. Jadi, hadits ini berbicara tentang "isi" dalam diri seseorang, baik itu isi perut secara harfiah maupun isi hati dan pikiran.

Kedua: Makna "qaihan" (قيحًا)

Qaih adalah nanah yang bercampur dengan darah kotor. Ini adalah gambaran sesuatu yang sangat menjijikkan dan berbahaya. Dalam riwayat lain disebutkan "qaihan yarīhi" yang artinya nanah yang menggerogoti atau menghancurkan organ dalam. Ini menunjukkan betapa buruknya sesuatu yang dibandingkan dengannya.

Ketiga: Makna "syi'ran" (شعرًا)

Yang dimaksud di sini bukan semua syair secara mutlak. Para ulama menjelaskan bahwa yang tercela adalah syair yang:

  1. Berisi kebatilan, seperti pujian berlebihan kepada makhluk, celaan kepada kebenaran, atau syair yang mengandung unsur syirik.
  2. Menyibukkan dari Al-Qur'an dan dzikir hingga melalaikan kewajiban.
  3. Berisi dusta dan khayalan yang menyesatkan.

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa syair itu seperti madu: ada yang manis dan menyehatkan, ada juga yang pahit dan berbahaya. Syair yang baik adalah yang mengandung hikmah, nasihat, dan tidak bertentangan dengan syariat.

Keempat: Hikmah perumpamaan

Rasulullah ﷺ menggunakan perumpamaan yang sangat kuat. Nanah yang memenuhi perut adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan bisa menyebabkan kematian. Namun, penyakit hati karena syair yang batil jauh lebih berbahaya, karena bisa merusak iman dan akhlak seseorang.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hati itu seperti tanah. Jika ditanami dengan Al-Qur'an dan dzikir, ia akan subur dengan keimanan. Jika ditanami dengan syair yang melalaikan, ia akan tumbuh menjadi kebodohan dan kelalaian.

Kelima: Pengecualian syair yang baik

Rasulullah ﷺ sendiri pernah memuji syair yang baik. Beliau bersabda tentang syair yang diucapkan oleh seorang penyair: "Sesungguhnya di antara syair itu ada yang mengandung hikmah." (HR. Al-Bukhari). Beliau juga pernah meminta sahabatnya untuk menyindir kaum musyrik dengan syair, seperti yang dilakukan oleh Hassan bin Tsabit radhiyallahu 'anhu.

Imam asy-Syafi'i rahimahullah dikenal sebagai ulama yang menguasai syair dan menggunakannya untuk menyampaikan hikmah. Beliau berkata: "Syair itu adalah pembicaraan. Yang baik darinya adalah yang baik, dan yang buruk darinya adalah yang buruk."

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan tentang seorang sahabat yang sangat gemar bersyair. Suatu hari, ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya tentang hukum syair. Rasulullah ﷺ bersabda: "Sungguh, perut seseorang yang penuh dengan nanah lebih baik daripada penuh dengan syair." Sahabat itu kemudian bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, bagaimana jika syair itu berisi pujian kepada Allah dan nasihat?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Itu adalah hikmah, dan hikmah itu adalah milik orang mukmin yang hilang. Di mana pun ia menemukannya, maka ia lebih berhak untuk mengambilnya."

Kisah ini menunjukkan bahwa Islam tidak memusuhi syair secara mutlak. Yang dimusuhi adalah syair yang merusak akidah dan akhlak. Adapun syair yang baik, maka ia adalah bagian dari hikmah yang dicintai Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga hati dan pikiran kita dari segala sesuatu yang melalaikan dari mengingat Allah, baik itu syair, lagu, hiburan, atau apa pun yang tidak bermanfaat.
  2. Jika ingin bersyair atau mendengarkan syair, pilihlah yang mengandung hikmah, nasihat, dan tidak bertentangan dengan syariat.
  3. Perbanyak membaca Al-Qur'an dan dzikir, karena itu adalah sebaik-baik pengisi hati.
  4. Jangan sampai syair atau hiburan melalaikan kita dari kewajiban seperti shalat, berbakti kepada orang tua, dan menuntut ilmu.
  5. Gunakan lisan dan waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi