Bab Wajibnya Thaharah untuk Shalat
Shahih
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ، رَسُولِ اللَّهِ ﷺ . فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ " .
Hammam bin Munabbih yang merupakan saudara Wahb bin Munabbih berkata: Ini adalah apa yang telah disampaikan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Muhammad, Rasulullah ﷺ dan kemudian menceritakan sebuah hadits di antaranya dan mengamati bahwa Rasulullah ﷺ berkata: Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima dalam keadaan hadas hingga ia berwudhu.