Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan betapa besarnya jumlah penghuni neraka dibandingkan surga, namun sekaligus memberikan kabar gembira besar bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Meskipun dari setiap seribu orang, sembilan ratus sembilan puluh sembilan adalah penghuni neraka, umat Islam yang beriman dengan benar akan menjadi bagian besar dari penghuni surga, bahkan Nabi ﷺ berharap mereka mencapai setengahnya. Ini adalah motivasi untuk bersyukur dan istiqamah di atas iman.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُم بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
(QS. Al-Hajj [22]: 2)
Artinya: "(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihatnya (azab itu), setiap ibu yang menyusui akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, dan setiap wanita hamil akan keguguran (kandungannya), dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras."
Ayat ini disebut langsung dalam hadits sebagai gambaran dahsyatnya hari kiamat.
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 222) dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3348) dengan redaksi yang serupa.
Penjelasan Ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (3/89-90) menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran besar:
- Keagungan Allah dan kekuasaan-Nya berbicara kepada Adam 'alaihissalam.
- Besarnya jumlah penghuni neraka, yang merupakan mayoritas dari anak cucu Adam dan jin.
- Kabar gembira bagi umat Islam bahwa mereka akan menjadi bagian yang signifikan dari penghuni surga, meskipun jumlah mereka sedikit dibandingkan umat-umat sebelumnya.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (11/389) menjelaskan bahwa maksud "setiap seribu" adalah dari seluruh keturunan Adam, termasuk umat-umat terdahulu. Adapun umat Nabi Muhammad ﷺ, mereka adalah yang paling sedikit jumlahnya di dunia namun paling banyak di surga.
Penjelasan Rinci
Hadits ini dimulai dengan gambaran agung tentang dialog antara Allah 'Azza wa Jalla dengan Nabi Adam 'alaihissalam pada hari kiamat. Allah memerintahkan Adam untuk mengeluarkan "ba'tsan naar" yaitu golongan yang akan masuk neraka. Adam bertanya berapa jumlahnya, dan dijawab: dari setiap seribu orang, sembilan ratus sembilan puluh sembilan adalah penghuni neraka.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhus Shalihin (1/142) menjelaskan bahwa angka ini menunjukkan betapa sedikitnya orang yang selamat dari neraka jika dibandingkan dengan yang celaka. Ini adalah peringatan keras agar manusia tidak terpedaya dengan banyaknya jumlah manusia.
Ketika para sahabat mendengar hal ini, mereka merasa sangat berat dan cemas. Maka Nabi ﷺ segera menenangkan mereka dengan kabar gembira. Beliau bersabda bahwa dari seribu orang yang disebutkan, sembilan ratus sembilan puluh sembilan di antaranya adalah dari Ya'juj dan Ma'juj, sedangkan satu orang yang tersisa adalah dari kalian (umat Islam). Ini menunjukkan bahwa umat Islam yang beriman dengan benar adalah golongan yang sangat istimewa.
Kemudian Nabi ﷺ memberikan tiga kabar gembira berturut-turut:
- Beliau berharap umatnya menjadi seperempat penghuni surga.
- Kemudian menjadi sepertiga.
- Dan akhirnya menjadi setengah (separuh) penghuni surga.
Ini menunjukkan keutamaan besar umat Nabi Muhammad ﷺ. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam At-Takhwif min An-Nar (hal. 45) menjelaskan bahwa meskipun umat ini sedikit di dunia, mereka akan menjadi banyak di akhirat karena keimanan mereka yang benar dan syafaat yang mereka peroleh.
Nabi ﷺ kemudian memberikan perumpamaan bahwa kedudukan umat Islam di antara umat-umat lain seperti sehelai rambut putih di kulit lembu hitam atau seperti garis putih di kaki keledai hitam. Ini menunjukkan betapa sedikitnya jumlah mereka secara fisik di dunia, namun kedudukan mereka di sisi Allah sangat mulia.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
> "Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ duduk di atas mimbar dan kami duduk di sekeliling beliau. Beliau bersabda: 'Sesungguhnya aku khawatir setelah aku tiada, akan dibukakan bagi kalian kemewahan dunia dan perhiasannya.' Lalu beliau bersabda: 'Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi aku khawatir kalian akan berlomba-lomba dalam kemewahan dunia sebagaimana orang-orang sebelum kalian, lalu hal itu membinasakan kalian sebagaimana mereka binasa.'" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini mengingatkan kita bahwa ujian terbesar bagi umat ini bukanlah kefakiran, melainkan kelapangan dunia. Hadits tentang jumlah penghuni neraka dan surga ini hendaknya membuat kita semakin bersyukur atas nikmat iman dan Islam, serta tidak terlena dengan gemerlap dunia yang fana.
Kesimpulan Praktis
- Bersyukur atas nikmat iman: Sadari bahwa menjadi seorang Muslim yang beriman adalah anugerah terbesar yang membuat kita berpeluang besar menjadi penghuni surga.
- Tidak sombong dengan jumlah: Jangan bangga dengan banyaknya jumlah umat Islam secara fisik, tetapi banggalah dengan kualitas iman dan amal saleh.
- Optimis dan tidak putus asa: Hadits ini memberikan harapan besar bahwa meskipun jumlah kita sedikit di dunia, kita bisa menjadi separuh penghuni surga.
- Istiqamah dalam ketaatan: Jangan merasa aman dari neraka hanya karena status Muslim, tetapi buktikan dengan amal saleh dan menjauhi maksiat.
- Dakwah dan saling mengingatkan: Sebarkan kabar gembira ini kepada sesama Muslim agar mereka semakin semangat dalam beribadah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.