Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa demam memiliki kaitan dengan panasnya api neraka, dan Nabi ﷺ mengajarkan cara meringankannya dengan air. Para ulama memahami ini sebagai anjuran berobat sekaligus pengingat akan kekuasaan Allah dan kelemahan manusia. Berobat tidak bertentangan dengan tawakal, bahkan termasuk sunnah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, dari Nabi ﷺ:
<p>الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَابْرُدُوهَا بِالْمَاءِ</p>
Terjemahan: "Demam itu berasal dari panas yang menyala dari (api) neraka, maka dinginkanlah ia dengan air."
Hadits senada juga diriwayatkan Al-Bukhari dari Ibnu Umar, dan dari Rafi' bin Khadij, serta dari Asma' binti Abu Bakar. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna hadits ini secara panjang, dan Ibnu Hajar al-Asqalani membahasnya dalam Fathul Bari. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah juga mengulasnya dalam Zadul Ma'ad pada bab pengobatan Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Makna "dari faih jahannam" (dari panas neraka)
Para ulama berbeda dalam memahami ungkapan ini, dan perbedaan itu disebutkan oleh Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar:
- Makna hakiki: Demam benar-benar berasal dari panas neraka, sebagai peringatan agar manusia takut kepada neraka dan menyadari betapa panasnya. Ini pendapat yang dipilih sebagian ulama, dan tidak ada yang mustahil bagi kekuasaan Allah.
- Makna majazi (kiasan): Demam diserupakan dengan panas neraka karena panasnya yang menyengat, bukan berarti neraka itu sumber fisik demam. Ini pendapat sebagian ulama lain.
Imam An-Nawawi menyimpulkan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah makna hakiki, karena hadits ini bersifat khabar (berita) dari Nabi ﷺ, dan tidak ada dalil yang memalingkannya dari makna aslinya. Namun beliau juga menegaskan bahwa ini tidak berarti menafikan sebab-sebab alami yang lain, karena Allah menjadikan sebab-sebab bagi segala sesuatu.
Makna "fabriduha bil ma'" (dinginkan dengan air)
Ini adalah perintah berobat. Para ulama menjelaskan beberapa cara:
- Meminum air dingin
- Mandi dengan air dingin
- Mengompres dengan air
Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa demam adalah panas yang menyala, dan air adalah penyejuk alami yang Allah sediakan. Beliau menyebutkan bahwa pengobatan dengan air ini bermanfaat karena air dapat menyeimbangkan panas tubuh. Ibnu Hajar juga menyebutkan bahwa perintah ini bersifat umum, mencakup air minum dan air mandi, dan disesuaikan dengan kondisi pasien.
Kaitan dengan bab "setiap penyakit ada obatnya"
Hadits ini berada dalam bab yang menjelaskan bahwa setiap penyakit memiliki obat, dan berobat adalah sunnah. Ini sejalan dengan hadits lain dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya, maka apabila obat itu tepat mengenai penyakit, sembuhlah ia dengan izin Allah" (HR. Muslim). Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits-hadits ini mendorong umat untuk berobat dan tidak pasrah tanpa usaha, karena Allah menurunkan penyakit beserta obatnya.
Tidak bertentangan dengan tawakal
Ibnu Qayyim dan Ibnu Hajar menegaskan bahwa berobat tidak mengurangi tawakal. Nabi ﷺ sendiri pernah berobat, memerintahkan berobat, dan para sahabat pun berobat. Tawakal adalah menyandarkan hati kepada Allah, sedangkan berobat adalah mengambil sebab yang diperintahkan. Keduanya berjalan bersama.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ sakit demam, beliau tetap menjalankan ibadah dan tidak meninggalkan kewajiban. Para sahabat juga merawat beliau dengan penuh perhatian. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, perawi hadits ini, dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan sabda Nabi ﷺ dan mengamalkannya. Beliau pernah berkata bahwa beliau menghafal hadits ini dan mengajarkannya kepada orang lain agar umat mengetahui cara berobat yang diajarkan Nabi ﷺ.
Dalam Zadul Ma'ad, Ibnu Qayyim menyebutkan bahwa demam adalah salah satu penyakit yang paling sering menimpa manusia, dan Nabi ﷺ memberikan pengobatan yang sederhana namun penuh hikmah: air. Ini menunjukkan bahwa pengobatan tidak selalu harus rumit, dan yang terpenting adalah mengikuti petunjuk Nabi ﷺ serta bertawakal kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Berobat adalah sunnah: Jangan tinggalkan usaha ketika sakit, karena Nabi ﷺ memerintahkan berobat.
- Gunakan air untuk mendinginkan demam: Minum air, mandi, atau kompres dengan air, sesuai kondisi dan anjuran medis yang tidak bertentangan dengan syariat.
- Ingat akhirat: Hadits ini mengingatkan kita akan panasnya neraka, sehingga kita semakin takut kepada Allah dan menjauhi dosa.
- Gabungkan usaha dan tawakal: Berobatlah, lalu serahkan hasilnya kepada Allah.
- Jangan ghuluw (berlebihan): Tidak perlu mengklaim cara tertentu sebagai satu-satunya yang benar, karena Nabi ﷺ mengajarkan prinsip umum yang bisa disesuaikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.