Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2203 tentang Bab Berlindung dari Setan yang Menggoda dalam Shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita cara mengatasi gangguan setan saat shalat, terutama was-was yang membuat kita lupa atau bingung dalam bacaan. Rasulullah ﷺ memberikan solusi sederhana namun penuh keberkahan: berlindung kepada Allah dan meludah ke kiri tiga kali. Ini adalah petunjuk langsung dari Nabi ﷺ yang telah terbukti efektif mengusir setan yang bernama Khinzab.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-A'raf [7]: 200

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan jika setan datang menggodamu dengan suatu godaan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Hadits:

Hadits riwayat Muslim no. 2203 dari Utsman bin Abi al-'Ash radhiyallahu 'anhu. Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (14/177) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya meludah ke kiri saat shalat untuk mengusir gangguan setan, meskipun biasanya meludah di dalam masjid atau saat shalat tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi darurat seperti ini.

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menegaskan bahwa Khinzab adalah setan khusus yang bertugas mengganggu konsentrasi shalat. Beliau juga menjelaskan bahwa "meludah" di sini adalah ludah ringan tanpa mengeluarkan banyak air liur, cukup seperti hembusan napas.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadhush Shalihin) menambahkan bahwa cara ini dilakukan ketika shalat, yaitu dengan meludah ke arah kiri sambil tetap dalam posisi shalat. Ini adalah rukhshah (keringanan) karena darurat mengusir gangguan setan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) meskipun tidak termasuk dalam daftar ulama yang disebut, namun penjelasannya sejalan dengan ulama di atas bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya melakukan gerakan ringan di luar gerakan shalat karena kebutuhan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab Salam (Bab Berlindung dari Setan yang Menggoda dalam Shalat). Utsman bin Abi al-'Ash radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia, mengeluh kepada Rasulullah ﷺ bahwa setan telah menghalangi shalat dan bacaannya sehingga ia merasa bingung dan tidak khusyuk.

Rasulullah ﷺ kemudian memberitahukan bahwa setan yang mengganggunya bernama Khinzab. Nama ini menunjukkan bahwa setan memiliki tugas khusus untuk mengganggu ibadah manusia, terutama shalat. Ini mengajarkan kita bahwa gangguan dalam shalat bukan sekadar masalah konsentrasi biasa, tetapi bisa jadi ulah setan yang nyata.

Langkah-langkah yang diajarkan Nabi ﷺ:

  1. Merasa keberadaan setan - "idza ahsastahu" artinya ketika engkau merasakan gangguannya, baik berupa was-was, lupa bacaan, atau bingung dalam shalat.
  2. Berlindung kepada Allah - "fata'awwadz billahi minhu" yaitu membaca ta'awudz: A'udzu billahi minasy syaithanir rajim.
  3. Meludah ke kiri tiga kali - "waftil 'ala yasarika tsalatsan" yaitu meludah ringan tanpa mengeluarkan air liur yang banyak, cukup seperti hembusan napas. Ini dilakukan sambil tetap dalam shalat.

Imam al-Qurthubi (dalam Al-Mufhim) menjelaskan bahwa hikmah meludah ke kiri adalah karena setan berada di sisi kiri manusia. Dengan meludah, kita mengusirnya secara fisik dan spiritual. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (dalam Bahjatul Qulub al-Abrar) menambahkan bahwa tindakan ini menunjukkan kelemahan setan di hadapan orang yang beriman dan bertawakkal kepada Allah.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama: Sebagian ulama seperti Imam Malik berpendapat bahwa meludah saat shalat membatalkan shalat jika dilakukan dengan sengaja. Namun Imam an-Nawawi dan jumhur ulama (termasuk Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan Abu Hanifah) membolehkannya dalam kondisi darurat seperti ini, karena hadits ini shahih dan merupakan keringanan khusus. Pendapat yang lebih kuat adalah yang membolehkan dengan syarat tidak berlebihan dan hanya saat benar-benar diperlukan.

Story Telling

Kisah Utsman bin Abi al-'Ash radhiyallahu 'anhu

Utsman bin Abi al-'Ash adalah seorang sahabat muda yang diutus Rasulullah ﷺ sebagai gubernur di Thaif. Beliau sangat bersemangat dalam beribadah, namun sering diganggu setan saat shalat. Suatu hari, beliau datang kepada Nabi ﷺ dengan wajah cemas dan berkata, "Wahai Rasulullah, setan telah menghalangiku antara aku dan shalatku serta bacaanku."

Rasulullah ﷺ tersenyum dan bersabda, "Itu adalah setan yang bernama Khinzab. Jika engkau merasakannya, berlindunglah kepada Allah dan meludahlah ke kiri tiga kali."

Utsman berkata, "Aku pun melakukannya, dan Allah menghilangkan gangguannya dariku." (HR. Muslim)

Hikmah dari kisah ini:

  1. Kejujuran sahabat - Utsman tidak malu mengakui kelemahannya kepada Nabi ﷺ. Ini mengajarkan kita untuk tidak malu bertanya tentang masalah ibadah.
  2. Kesederhanaan solusi - Nabi ﷺ tidak menyuruh melakukan amalan berat, tetapi cukup dengan ta'awudz dan meludah. Ini menunjukkan bahwa syariat Islam mudah dan praktis.
  3. Kekuatan doa dan tawakkal - Setelah mengamalkan petunjuk Nabi, Allah langsung menghilangkan gangguan tersebut. Ini bukti bahwa syariat bukan sekadar teori, tetapi solusi nyata.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali (dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam) menekankan bahwa kisah ini mengajarkan pentingnya mengikuti petunjuk Nabi ﷺ secara detail, karena setiap petunjuk beliau mengandung hikmah dan keberkahan.

Kesimpulan Praktis

  1. Kenali gangguan setan - Was-was, lupa bacaan, atau bingung dalam shalat bisa jadi ulah setan Khinzab. Jangan anggap remeh.
  2. Amalkan petunjuk Nabi - Saat merasa terganggu, bacalah ta'awudz dan meludahlah ke kiri tiga kali (ludah ringan, tidak mengotori masjid).
  3. Jangan mudah menyerah - Setan akan terus mengganggu, tetapi dengan istiqamah mengamalkan sunnah, Allah akan melindungi kita.
  4. Perbanyak ta'awudz - Biasakan membaca ta'awudz sebelum shalat dan saat merasa was-was.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.