Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 2202 tentang Bab Disunnahkan Meletakkan Tangan di Tempat Sakit Bersama Doa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita doa dan amalan ketika merasakan sakit pada anggota tubuh. Caranya adalah meletakkan tangan di tempat yang sakit, membaca "Bismillah" tiga kali, lalu membaca doa perlindungan "A'udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru" sebanyak tujuh kali. Ini adalah amalan yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ dan diamalkan oleh para ulama salaf sebagai bentuk tawakal dan ikhtiar batin dalam menghadapi penyakit.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah Shahih Muslim, Kitab Salam, Bab Disunnahkan Meletakkan Tangan di Tempat Sakit Bersama Doa, nomor hadits 2202. Hadits ini diriwayatkan dari jalur Ibnu Syihab az-Zuhri (salah satu ulama tabi'in dalam daftar rujukan) dari Nafi' bin Jubair bin Muth'im, dari Utsman bin Abi al-'Ash ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu.

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Adzkar (Bab Doa ketika Merasakan Sakit pada Anggota Tubuh) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya meletakkan tangan di tempat sakit sambil berdoa dengan lafazh yang disebutkan. Beliau juga menegaskan bahwa amalan ini termasuk bentuk ruqyah syar'iyyah yang diperbolehkan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhish Shalihin menjelaskan bahwa doa ini mengandung makna tauhid, yaitu memohon perlindungan hanya kepada Allah dan mengakui bahwa kekuasaan-Nya mengatasi segala sesuatu, termasuk rasa sakit yang kita rasakan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan tuntunan praktis bagi seorang muslim ketika merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu. Berikut penjelasan rincinya:

  1. Meletakkan Tangan di Tempat Sakit: Ini adalah isyarat fisik yang menunjukkan perhatian kita pada bagian yang sakit. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sentuhan tangan yang disertai keyakinan dan doa dapat memberikan efek positif, karena tangan memiliki energi dan kehangatan yang bisa meredakan rasa sakit.
  2. Membaca "Bismillah" Tiga Kali: Ini adalah dzikir yang mengingatkan kita bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin Allah. Dengan menyebut nama-Nya, kita memohon keberkahan dan kesembuhan. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa membaca "Bismillah" tiga kali adalah bentuk penguatan niat dan keyakinan.
  3. Membaca Doa Perlindungan Tujuh Kali: Lafazh doanya adalah:
  • "A'udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru"
  • Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dan dengan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku temui dan yang aku takutkan."

Doa ini mengandung dua hal penting:

  • Isti'adzah (memohon perlindungan) hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.
  • Pengakuan akan kekuasaan Allah (qudratihi), bahwa hanya Dialah yang mampu menghilangkan rasa sakit dan melindungi dari keburukan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa seperti ini adalah bentuk tawakal yang sempurna, karena kita menggabungkan antara ikhtiar (meletakkan tangan dan berdoa) dengan keyakinan penuh kepada kekuasaan Allah.

  1. Mengapa Tujuh Kali? Angka tujuh dalam syariat sering dikaitkan dengan kesempurnaan dan keberkahan. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa pengulangan doa sebanyak tujuh kali adalah bentuk penegasan permohonan dan kesungguhan hati.

Story Telling

Dari kisah Utsman bin Abi al-'Ash ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu, beliau adalah seorang sahabat yang masuk Islam setelah Perang Thaif. Beliau mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus dirasakannya sejak masuk Islam. Nabi ﷺ tidak menyuruhnya pergi ke tabib atau minum obat terlebih dahulu, tetapi mengajarkan doa ini. Ini menunjukkan bahwa doa dan dzikir adalah obat ruhani yang sangat penting, meskipun ikhtiar medis juga tetap dianjurkan.

Imam az-Zuhri rahimahullah, yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang ulama besar tabi'in yang sangat teliti dalam menjaga hadits. Beliau hidup di akhir abad ke-1 dan awal abad ke-2 Hijriyah. Dalam kitab Siyar A'lam an-Nubala karya Imam adz-Dzahabi, disebutkan bahwa az-Zuhri adalah salah satu perawi hadits yang paling kuat hafalannya. Ini menunjukkan bahwa hadits ini memiliki sanad yang shahih dan dapat diamalkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan doa ini ketika sakit: Letakkan tangan di tempat yang sakit, baca "Bismillah" tiga kali, lalu baca doa perlindungan tujuh kali.
  2. Yakinlah pada kekuasaan Allah: Doa ini mengajarkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dan mengakui bahwa kesembuhan hanya dari-Nya.
  3. Gabungkan dengan ikhtiar medis: Doa ini tidak melarang kita berobat ke dokter. Justru, ini adalah ikhtiar batin yang menyempurnakan ikhtiar lahir.
  4. Ajarkan kepada keluarga: Amalan ini mudah dan bisa diamalkan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.