Penjelasan Hadits Muslim No. 2197 tentang Anjuran meruqyah penyakit akibat ain atau pandangan hasad

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh 'ain (pengaruh mata jahat) dengan ruqyah (doa perlindungan dan bacaan Al-Qur'an). Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, bahkan kepada seorang anak kecil. Ruqyah adalah salah satu cara pengobatan yang disyariatkan dan diperintahkan oleh Nabi ﷺ ketika seseorang terkena 'ain.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ melihat pada seorang anak perempuan di rumahnya terdapat saf'ah (bekas hitam atau perubahan warna di wajah). Beliau bersabda:

"بِهَا نَظْرَةٌ فَاسْتَرْقُوا لَهَا"

"Dia terkena 'ain (pandangan mata jahat), maka ruqyahlah dia."

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim (14/172) menjelaskan bahwa makna "nazhrah" di sini adalah terkena pengaruh pandangan mata jahat ('ain). Adapun "saf'ah" adalah bekas hitam atau perubahan warna pada wajah yang muncul karena penyakit tersebut.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

"Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."

(QS. Al-Falaq [113]: 5)

Ayat ini menunjukkan bahwa hasad dan 'ain adalah perkara yang nyata dan kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari keburukannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa hal penting dari hadits ini:

1. Hakikat 'Ain (Mata Jahat)

'ain adalah penyakit yang ditimbulkan oleh pandangan seseorang yang disertai rasa kagum atau hasad, yang dapat membahayakan orang yang dipandangnya. Ini adalah perkara yang benar dan diakui oleh syariat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad (4/125) menjelaskan bahwa 'ain itu benar adanya, dan ia bisa mempengaruhi seseorang baik yang sehat maupun yang sakit. Beliau juga menyebutkan bahwa pengaruh 'ain bisa masuk melalui pandangan mata yang penuh hasad atau kekaguman yang berlebihan.

2. Perintah untuk Ber-ruqyah

Rasulullah ﷺ tidak hanya mengabarkan bahwa anak tersebut terkena 'ain, tetapi juga memerintahkan untuk meruqyahnya. Ini menunjukkan bahwa ruqyah adalah pengobatan yang disyariatkan dan dianjurkan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ruqyah yang disyariatkan adalah dengan membaca Al-Qur'an, doa-doa yang ma'tsur (berasal dari Nabi ﷺ), dan dzikir-dzikir yang diajarkan. Ruqyah ini boleh dilakukan oleh orang lain kepada yang sakit, atau dilakukan sendiri oleh yang sakit.

3. Bolehnya Meruqyah Anak Kecil

Hadits ini menunjukkan bahwa ruqyah tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Ini adalah bentuk perhatian Nabi ﷺ terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak.

4. Perbedaan Antara 'Ain dan Penyakit Medis

Para ulama menjelaskan bahwa 'ain adalah penyakit yang nyata, tetapi ia berbeda dengan penyakit medis biasa. 'Ain terjadi karena faktor non-fisik, yaitu pandangan mata yang mengandung hasad atau kekaguman. Namun, ini tidak berarti kita meninggalkan pengobatan medis. Keduanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa pengobatan 'ain bisa melalui ruqyah, mandi dengan air bekas cucian orang yang menyebabkan 'ain (jika diketahui), atau dengan cara-cara lain yang diajarkan dalam syariat.

5. Adab dalam Menyikapi Hadits Ini

Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya tidak terlalu sibuk mencari-cari siapa yang menyebabkan 'ain, tetapi fokus pada pengobatan dengan ruqyah dan bersandar kepada Allah. Beliau juga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam masalah ini sehingga menjadi was-was.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

"Rasulullah ﷺ pernah memerintahkan untuk meruqyah dari 'ain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, ketika Nabi ﷺ melihat bekas hitam di wajah seorang anak perempuan, beliau langsung bersabda: "Dia terkena 'ain, maka ruqyahlah dia."

Ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ yang begitu besar. Beliau tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan umatnya, termasuk anak-anak kecil. Beliau mengajarkan bahwa pengobatan 'ain adalah dengan ruqyah, bukan dengan cara-cara syirik atau khurafat.

Kesimpulan Praktis

  1. 'Ain itu nyata dan bisa menimpa siapa saja, termasuk anak-anak.
  2. Ruqyah adalah pengobatan yang disyariatkan untuk mengatasi 'ain, dengan membaca Al-Qur'an dan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Jangan berlebihan dalam mencari penyebab 'ain, tetapi fokus pada pengobatan dan berlindung kepada Allah.
  4. Ajarkan keluarga untuk ber-ruqyah dengan bacaan yang sesuai sunnah, seperti surat Al-Falaq, An-Naas, Al-Ikhlas, dan doa-doa perlindungan lainnya.
  5. Tetap berikhtiar dengan pengobatan medis jika diperlukan, karena ruqyah dan pengobatan medis tidak saling bertentangan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?