Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita tentang tata cara ruqyah (pengobatan dengan bacaan doa dan ayat Al-Qur'an) yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau biasa membacakan Al-Mu'awwidhat (surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) lalu meniupkan nafasnya ke atas anggota keluarga yang sakit sambil mengusap dengan tangan. Ini adalah sunnah yang penuh berkah dan menunjukkan kasih sayang beliau kepada keluarganya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab As-Salam, Bab "Ruqyah untuk Orang Sakit dengan Mu'awwidhat dan Nafas", nomor 2192, dari jalur Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya ('Urwah bin Az-Zubair) dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman tentang Al-Mu'awwidhat:
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ
"Dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.'"
(QS. Al-Mu'minun [23]: 97)
Penjelasan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Al-Mu'awwidhat adalah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Beliau menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang disunnahkannya ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa yang ma'tsur (berasal dari Nabi ﷺ).
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Makna "Nafatsa" (نفث)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa nafatsa (نفث) adalah meniupkan nafas ringan yang disertai sedikit ludah (bukan meludah). Ini dilakukan setelah membaca bacaan ruqyah, lalu ditiupkan ke bagian tubuh yang sakit atau ke kedua telapak tangan untuk kemudian diusapkan ke tubuh.
2. Keutamaan Al-Mu'awwidhat
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Al-Mu'awwidhat adalah tiga surat terakhir dalam Al-Qur'an: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Ketiga surat ini memiliki keutamaan besar untuk perlindungan dari segala keburukan, termasuk penyakit fisik dan gangguan jin.
3. Adab dan Tata Cara Ruqyah
Dari hadits ini, para ulama mengambil pelajaran tentang tata cara ruqyah yang dicontohkan Nabi ﷺ:
- Membaca bacaan ruqyah (ayat Al-Qur'an atau doa yang ma'tsur)
- Meniupkan nafas ke atas orang yang sakit
- Mengusap bagian tubuh yang sakit dengan tangan
4. Kisah di Akhir Hayat Nabi ﷺ
Bagian akhir hadits ini sangat menyentuh. Ketika Nabi ﷺ sakit keras menjelang wafatnya, Aisyah radhiyallahu 'anha yang membacakan ruqyah untuk beliau. Aisyah mengusap tubuh Nabi ﷺ dengan tangan beliau sendiri, karena tangan Nabi ﷺ lebih besar berkahnya daripada tangannya. Ini menunjukkan keyakinan para sahabat akan keberkahan anggota tubuh Nabi ﷺ.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa perbuatan Aisyah ini menunjukkan bolehnya menggunakan tangan orang yang memiliki keutamaan untuk mengusap bagian yang sakit, selama tidak mengandung unsur syirik atau keyakinan bahwa tangan tersebut memiliki kekuatan sendiri di luar kehendak Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ sakit menjelang wafatnya, Aisyah radhiyallahu 'anha merawat beliau dengan penuh kasih sayang. Beliau membacakan Al-Mu'awwidhat dan meniupkannya ke tubuh Nabi ﷺ, lalu mengusap dengan tangan beliau sendiri.
Dalam riwayat lain (Shahih Al-Bukhari), disebutkan bahwa Aisyah berkata: "Ketika Nabi ﷺ sakit, beliau membaca Al-Mu'awwidhat untuk dirinya sendiri dan meniupkannya. Ketika sakitnya semakin parah, aku yang membacakannya dan mengusap tubuh beliau dengan tangan beliau sendiri karena mengharap berkahnya."
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya cinta Aisyah kepada Nabi ﷺ, dan bagaimana beliau berusaha meniru cara Nabi ﷺ dalam meruqyah, bahkan menggunakan tangan beliau untuk mencari keberkahan.
Kesimpulan Praktis
- Ruqyah dengan Al-Mu'awwidhat adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ untuk pengobatan penyakit, baik fisik maupun non-fisik.
- Tata caranya: Baca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (atau doa-doa ma'tsur lainnya), lalu tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke bagian tubuh yang sakit.
- Boleh meruqyah orang lain, terutama keluarga, sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian.
- Niatkan ruqyah sebagai ikhtiar, karena kesembuhan sejatinya hanya dari Allah Ta'ala.
- Jauhi ruqyah yang mengandung syirik, seperti meminta bantuan jin atau menggunakan jimat-jimat yang tidak berasal dari Al-Qur'an dan sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.