Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah doa ruqyah yang diajarkan Allah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi ﷺ ketika beliau sakit. Doa ini mengandung tiga permohonan utama: memohon kesembuhan dari Allah, perlindungan dari kejahatan orang yang hasad (dengki), dan perlindungan dari pengaruh jahat 'ain (mata hasad). Ini adalah doa yang sangat agung dan dianjurkan untuk kita baca, baik untuk diri sendiri maupun orang lain yang sedang sakit, karena ia berasal dari wahyu yang disampaikan Jibril kepada Nabi kita ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab As-Salam, Bab At-Tibb wa Al-Maradh (Pengobatan dan Penyakit), no. 2185, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ يَزِيدَ، - وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ - عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ ﷺ أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ إِذَا اشْتَكَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ رَقَاهُ جِبْرِيلُ، قَالَ: بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ، وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ، وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ.
Terjemahan: Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Ketika Rasulullah ﷺ sakit, Jibril membacakan ruqyah untuknya, 'Dengan nama Allah, semoga Dia menyembuhkanmu, dan dari segala penyakit semoga Dia menyembuhkanmu, dan dari kejahatan orang yang hasad ketika ia hasad, dan dari kejahatan setiap orang yang memiliki 'ain (mata jahat).'"
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Falaq [113]: 1-5:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
"Katakanlah (Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (falaq), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang hasad apabila dia hasad.'"
Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya meruqyah orang sakit dengan doa ini, dan bahwa ruqyah dengan doa-doa yang ma'tsur (berasal dari Nabi ﷺ) adalah boleh dan dianjurkan.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (saat membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa doa ini adalah ruqyah yang diajarkan Jibril, dan ia termasuk doa perlindungan yang paling ringkas namun mencakup perlindungan dari penyakit dan kejahatan makhluk.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa penyebutan "hasad" dan "ain" dalam konteks perlindungan menunjukkan bahwa kedua hal ini adalah penyebab nyata yang bisa menimbulkan kemudharatan, dan Allah memerintahkan kita untuk berlindung kepada-Nya dari keduanya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu doa ruqyah paling agung yang diajarkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi ﷺ. Mari kita bedah maknanya:
- "بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ" (Dengan nama Allah, semoga Dia menyembuhkanmu):
- Kalimat ini memulai doa dengan menyebut nama Allah, yang merupakan wasilah (perantara) paling utama dalam setiap kebaikan. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa menyebut nama Allah dalam pengobatan adalah salah satu sebab kesembuhan yang paling besar, karena ia menghadirkan keyakinan bahwa kesembuhan sejatinya hanya datang dari Allah.
- Kata "يُبْرِيكَ" (menyembuhkanmu) berasal dari kata bara'a yang berarti menyembuhkan dari penyakit secara sempurna.
- "وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ" (dan dari segala penyakit semoga Dia menyembuhkanmu):
- Ini adalah permohonan kesembuhan yang menyeluruh, mencakup semua jenis penyakit, baik penyakit fisik, psikis, maupun penyakit hati. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menekankan bahwa kesembuhan sejati adalah dengan kembali kepada Al-Qur'an dan doa-doa yang shahih, karena keduanya adalah syifa' (penyembuh) bagi apa yang ada di dalam dada dan bagi penyakit fisik dengan izin Allah.
- "وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ" (dan dari kejahatan orang yang hasad ketika ia hasad):
- Hasad adalah kebencian dan ketidaksukaan terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain, serta berharap nikmat itu hilang. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa hasad adalah penyakit hati yang berbahaya, dan pelakunya bisa menimbulkan mudharat pada orang yang dihasadinya. Karena itu, kita diperintahkan berlindung kepada Allah dari kejahatan orang yang hasad.
- Dalam hadits ini, doa tersebut mencakup perlindungan dari kejahatan hasad itu sendiri, baik yang disertai perbuatan maupun tidak.
- "وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ" (dan dari kejahatan setiap orang yang memiliki 'ain):
- 'Ain adalah pengaruh jahat dari pandangan mata yang disertai rasa kagum atau hasad, yang bisa menimbulkan mudharat pada yang dipandang. Ini adalah perkara yang benar dan diakui oleh syariat. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Al-'ain itu benar (nyata)." (HR. Bukhari no. 5740).
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa 'ain bisa terjadi dari orang yang hasad maupun yang tidak hasad, seperti orang yang kagum pada sesuatu lalu memujinya, maka bisa menimbulkan mudharat. Karena itu, doa ini mencakup perlindungan dari semua jenis 'ain.
Bagaimana Ulama Menerapkannya:
- Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menganjurkan agar doa ini dibaca untuk orang sakit, sambil meletakkan tangan di bagian yang sakit atau di dahi orang yang sakit, sebagaimana yang dicontohkan dalam hadits-hadits lain.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa-nya menjelaskan bahwa ruqyah dengan doa-doa yang ma'tsur seperti ini adalah sunnah dan merupakan bagian dari pengobatan yang dibenarkan, selama tidak mengandung kesyirikan.
- Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah menegaskan keabsahan hadits ini dan menganjurkan untuk mengamalkannya sebagai ruqyah syar'iyyah.
Story Telling
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau menceritakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ sakit, terutama di akhir hayat beliau, Jibril 'alaihis salam datang untuk meruqyah beliau dengan doa ini. Ini menunjukkan betapa agungnya doa ini, sampai-sampai Malaikat Jibril sendiri yang membacakannya untuk makhluk terbaik, Nabi Muhammad ﷺ.
Para ulama menyebutkan bahwa doa ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk berobat, tetapi juga mengajarkan doa-doa yang bisa menjadi sebab kesembuhan. Ini adalah rahmat yang sangat besar.
Hikmah yang bisa kita ambil: Jika Malaikat Jibril meruqyah Nabi ﷺ dengan doa ini, maka kita sebagai umatnya sangat dianjurkan untuk membacakannya kepada orang-orang yang kita cintai ketika mereka sakit. Ini adalah warisan berharga dari Nabi kita ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Baca doa ini untuk diri sendiri ketika sedang sakit, dengan keyakinan penuh bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah.
- Bacakan doa ini untuk orang lain yang sedang sakit, terutama keluarga dan kerabat, sambil meletakkan tangan di bagian yang sakit atau di dahi, sebagaimana dicontohkan dalam hadits-hadits ruqyah lainnya.
- Gabungkan dengan doa-doa ruqyah lainnya seperti Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta doa-doa ma'tsur lainnya.
- Tetap berobat secara medis karena berobat adalah bagian dari takdir dan ikhtiar yang diperintahkan, sementara doa adalah senjata orang mukmin. Keduanya berjalan beriringan.
- Jauhi hasad dan 'ain dengan cara menjaga hati dari iri dan dengki, serta memperbanyak dzikir dan doa perlindungan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.